Menatap Pesta Demokrasi 2019

0
885
Sari Afriani

Oleh: Sari Afriani
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH, Tanjungpinang

Tahun ini kita masuk dalam tahun politik. Setelah ada gaweaan Pilkada Tanjungpinang paa 2018, setahun kemudian kita akan dihadapkand engan pemilihan legislatif 2019.

Demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara. Indonesia sudah menerapkan sistem demokrasi semenjak merdeka hingga saat sekarang.

Bermula dari demokrasi yang dipimpin oleh Soekarno dilanjut dengan demokrasi Pancasila yang diterapkan di era kepemimpinan Soeharto. Hingga puluhan tahun bertugas menjadi Presiden sampai demokrasi yang sesungguhnya yang semenjak berlangsung di awal-awal rezim Soeharto berakhir yakni di tahun 1998. Digejalai oleh diselenggarakannya pemilu daerah ataupun presiden yang bisa mengikutsertakan rakyat dengan bersama-sama dan adil.

Keberlangsungan demokrasi di Indonesia yang sangat panjang pastinya menghadapi banyak tantangan. Akan tetapi karena kegigihan bangsa ini akhirnya sanggup melalui tantangan- tantangan demokrasi yang Menghadang.Di Indonesia saat ini sedang menuju ajang pesta demokrasi yang dimana peran masyarakat sangat diperlukan dalam Pemilu (Pemilihan Umum) 2019 sebagai puncak pesta demokrasi 5 tahunan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 yang akan memilih para anggota dewan legislatif DPR RI, DPD RI dan DPRD serta akan memilih presiden dan wakil presiden untuk mengantikan kedudukan presiden RI priode yang sedang berjalan saat ini yaitu Jokowidodo beserta wakilnya Jusuf Kalla.

Pada dekade akhir-akhir ini negara telah merasakan mengalami kemajuan dalam hal berdemokrasi.Setiap pimpinan lembaga negara setuju kalau kunci sukses membangun demokrasi Indonesia yaitu dengan empat pilar kebangsaan yakni:Pancasila,UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika.

Demokrasi sendiri merupakan sistem yang terdapat pada pemerintah dimana masing-masing warga negaranya mempunyai hak dan kesempatan yang setara dimana demokrasi ini tentunya tidak memandang suku bangsa , jenis kelamin dan tidak memandang golongan ataupun status sosial.Sebab demokrasi artinya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

Sebab itu mengenai sistem demokrasi ini rakyatlah selaku pemeran penting yang menjadi memiliki kewenangan untuk mengambil suatu keputusan, tidak ada suatu keputusan yang ditetapkan oleh pihak pemerintah tanpa terlibatnya suara rakyat. Adapun maksud dari demokrasi tersebut ialah agar bisa membentuk kedaulatan negara terhadap rakyat tujuan menjadikan pemerintahan yang diinginkan oleh masyarakatnya. Adapun syarat dalam pemilihan anggota dewan legislatif berdasarkan Undang-Undang No. 10 Tahun 2008 tentang pemilu Anggota DPR,DPD, dan DPRD terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang untuk bisa mangajukan diri sebagai calon legislatif/caleg, yaitu sebagai berikut berwarga Negara Indonesia, berusia minimal 21 Tahun Tinggal di Wilayah NKRI, Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Minimal Tamat SMA atau sederajat, Setia kepada pancasila, UUD 1945 dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, Sehat Jasmani dan Rohani, bersedia bersedia bekerja penuh waktu, terdaftar sebagai pemilih pada pemilu, anggota Partai Politik, siap bersedia tidak praktik notaris,akuntan,dan advokat, bagi yang PNS, TNI, Polri, BUMN, BUMD dan harus mengundurkan diri, bersedia tidak rangkap jabatan negara, badan negara, BUMD dan BUMN, tidak pernah masuk penjara dengan ancaman pidana lima tahun atau lebih, dicalonkan di satu lembaga perwakilan dan satu daerah pemilihan, cakap berbicara, menulis dan membaca dalam Bahasa Indonesia. *** 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here