Menikmati Alam Toba dari Sigaol Tobasa

0
808
Salah satu pantai di Sigaol, Kecamatan Uluan, Kabupaten Tobasa, tepat berada dibibir Danau Toba.F-MARTUA

OLEH : Martua P Butarbutar, Batam

Pariwisata pinggiran sekitar Danau Toba, terus berbenah, menyambut wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (winus). Tidak ketinggalan, pinggiran danau Toba, yang memiliki pemandangan eksostis, dengan hamparan kaki dan bukit barisan, yang mengeliling dana indah membiru itu.

Pariwisata menjadi unggulan pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo, dalam mendapatkan wisata. Pembenahan dilakukan, termaksud menempatkan destinasi wisata Indonesia. Salah satunya, kawasan Danau Toba, yang lebih dulu gaungnya sudah sampai mancanegara. Hanya saja, dalam perjalanannya, pariwisata Danau Toba, timbul dan tenggelam dalam pengelolaan dan promosinya.

Hingga kemudian pemerintahan Jokowi memberikan perhatian lebih besar, dengan membentuk Badan Otorita Danau Toba. Terlepas dari badan itu, namun potensi wisata Danau Toba sangat besar. Bahkan hampir semua kawasan yang terbentuk dari kawah ledakan gunung vulkanik itu, memberikan pemandangan indah. Ada bukit, pantai, hutan, perkampungan warga dan banyak potensi wisata dikawasan danau Toba.

Hingga kemudian setiap liburan sekolah tahun 2019, penulis bersama keluarga, memilih kawasan danau Toba untuk menyenangkan hati anak-anak, setelah berjibaku dengan rutinitas mata pelajaran di sekolah di Batam. Sekaligus penulis rehat dan menenangkan diri dari pekerjaan sehari-hari dan menikmati alam Indonesia di kaki Bukit Barisan.

“Kami besok mau pulang kampung. Mau mandi-mandi di danau Toba. Enaklah kalau pulang kampung, main pasir, ke kebun sama mau mandi,” cerita Hannah dan Tesa, anak-anak yang akan ikut serta ke pinggiran Danau Toba, sehari sebelum berangkat dari Batam.

Bagi penulis, jika sedang tinggal di Batam, untuk menuju Danau Toba, ada beberapa pilihan. Bisa menggunakan Kapal Pelni, dari Pelabuhan Batuampar, Batam, menuju Belawan. Bisa juga naik kapal cepat dari Sekupang, Batam ke Pekanbaru, baru dilanjutkan perjalanan darat ke daerah kawasan Danau Toba. Selain itu, bisa menggunakan pesawat dengan dua pilihan. Melalui bandara Kualanamu atau bandara Silangit.

Saat tiba waktunya, rombongan berangkat menuju Bandara Hang Nadim, Batam. Penerbangan dari Batam, via Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, kemudian ke Silangit, Siborongborong, tidak jauh dari kawasan pinggiran Danau Toba. Bagi yang ingin menikmati daerah Sumatera Utara lainnya, bisa juga memilih penerbangan Batam ke Kualanamu. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Danau Toba, melewati Siantar, Parapat dan daerah lain.

Sementara rombongan kami yang berisi lima orang, memilih lewat bandara  Silangit. Saat memasuki pesawat, terlihat rombongan penumpang yang berasal dari Singapura. Mereka memilih penerbangan sama dengan kami, dengan tujuan, daerah Balige. Mereka berencana untuk menginap di salah satu hotel di Balige. Dari sana, dengan menumpang speed atau kapal, mereka berencana ke Pulau Samosir, yang merupakan pulau di Danau Toba.

Rombongan kami sendiri, memilih via Bandara Silangit, dengan pertimbangannya lebih cepat sampai di pinggir Danau Toba. Dari Silangit, kami menggunakan mobil carteran dengan ongkos, Rp250 ribu, dengan tujuan, Sigaol, Silimahuta, dengan jarak tempuh sekitar satu jam. Mobil carteran dipilih, agar bisa lebih santai sambil menikmati alam pinggiran Danau Toba.

Baca Juga :  SWRO Dibidik Jaksa

Siapapun yang memilih lewat Silangit, akan menikmati pemandangan diantara kaki bukit Barisan, yang mengeliling danau toba. Bukit dan Danau Toba yang biru dengan pepohonan yang mengeliling danau, menambah sejuknya mata selama memandang. Terlebih, daerah Toba, merupakan daerah berhawa dingin.

Jika pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata menetapkan destinasi unggulan pariwisata, pemerintah daerah juga sudah menetapkan daerah wisata dikawasan danau. Sehingga, wisatawan bisa menemukan banyak lokasi yang sudah ditetapkan sebagai daerah pariwisata, oleh pemerintah setempat. 

Mulai dari daerah di Samosir, di Parapat, di Balige, dan banyak lagi daerah lain. Diantara daerah wisata itu, tepat dibibir air tawar Danau Toba, ada daerah yang disebut namanya, Siregar Aeknalas. Dimana, Siregar Aeknalas, saat ini sudah ditetapkan pemerintah Kabupaten Tobasa, sebagai daerah pariwisata. 

Tersedia, pemandian air panas, yang diyakini bekas dari letusan Gunung Toba. Wisatawan bisa menikmati pemandangan indah kearah danau yang membiru. Wisatawan juga bisa menikmati air danau toba dengan mandi dibibir pantai yang banyak berbatu kecil dan besar.

Kami salah satu rombongan yang menyempatkan diri menikmati pemandangan disana. Wisatawan bisa  bisa menikmati pemandangan alam ke arah Balige, Tarabunga, Muara dan Samosir. Tidak hanya alam, namun kehangatan sambutan warga desa juga akan membuat liburan kita lebih bermakna.

Pemandangan alam yang eksostis juga dapat dirasakan wisatawan di Sigaol, daerah tetangga desa Siregar Aek Nalas. Bahkan wisatawan bisa menikmati aroma pariwisata alam yang lebih komplit. Mulai pantai dengan pasir putih, sawah, pebukitan dengan suasana yang alami. Selain Siregar yang satu jalur perjalanan darat, di Sigaol ada desa Sigaol Barat dan Sigaol Timur. 

Jarak dari Kecamatan Porsea, dapat ditempuh dengan perjalan motor, mobil hingga kapal. Dengan menggunakan motor atau mobil. Jarak dari kota Porsea, sekitar 10 km lebih. Dari Porsea, kita akan lebih dulu menemukan Janjimatogu, Marom, kemudian Sigaol Timur, Sigaol Barat, baru kemudian Siregar Aek Nalas.  

Kehidupan masyarakat dua desa ini, lebih banyak diisi dengan kegiatan bertani dan nelayan. Demikian halnya dengan di Siregar Aek Nalas. Selain itu, ada juga yang berusaha dengan angkutan atau kapal.  

Salah seorang warga, menyelam, nembak ikan di perairan Sigaol, TobasaF-MARTUA

Bukit dan Pantai dengan Pasir Putih  

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana desa yang sehat dengan alam yang memukau, dapat mengunjungi dua desa ini. Dari pinggir jalan yang sudah aspal dan baik, wisatawan bisa menikmati sawah, kebun, hingga rumah adat Batak yang masih asli dan asri.   

Seperti halnya daerah lain di Toba, dipingir jalan, banyak juga pohon yang tumbuh alami. Tidak terkecuali dengan bambu-bambu yang banyak juga terlihat dari pinggir jalan.   

Hampir semua bibir pantai bisa kita nikmati dari jalan yang dilalui, kecuali pemandangan terhambat pepohonan dan rumah yang masih jarang. Namun setiap perkampungan di Sigaol, memiliki pantai, tempat warga mengambil air bersih, hingga mencuci.  

Pantai di daerah Sigaol masih alami dan airnya bersih, tanpa tumpukan sampah-sampah industri dan plastik. Salah satu pantai yang cukup menarik di Sigaol, ada di Sigaol Barat. Terutama di Silimahuta, yang memiliki pasir putih.  

Baca Juga :  Pendemo KPU Bawa Bom

Wisatawan bisa menikmati dan bermain pasir secara gratis, dengan menjaga kebersihan pantai. Batu-batu juga yang menghiasi danau toba, dapat dinikmati di Parpangiran, berikut pasir putih.  

Wisatawan juga tidak perlu khawatir di daerah Parpangiran, karena hingga puluhan meter dari bibir pantai, tergolong dangkal. Sehingga bisa bermain dengan lebih leluasa.   

Pemandangan dari bukit di Sigaol, Tobasa, kearah danau Toba, terlihat Balig, Tarabunga dan Doloktolong.F-MARTUA

Baik di Sigaol Barat dan Sigaol Timur, wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam dan danau Toba dari bukit, tidak akan kesulitan. Wisatawan bisa menempuh dengan kendaraan roda dua atau jalan kaki. 

Bukit di wilayah itu juga tidak tinggi, sehingga dengan mudah bisa dicapai. Dari perkampungan warga hingga dari bukit-bukit, bisa merasakan hembusan angin sepoi-sepoi, sambil menikmati danau toba dengan bukit yang mengeliling serta pantai.  

Saat wisatawan ke bukit di tiga desa itu, wisatawan diluar kebun warga, wisatawan bisa menikmati alam dengan tumbuhan liar dari berbagai jenis. Namun baiknya, sebelum kebukit, minta ditemani atau minta petunjuk warga desa setempat.  

Daerah ini menjadi daerah potensial untuk wisatawan baik mancanegara dan nusantara. Hanya saja, pemerintah bisa mendukung melalui pembangunan sarana dan prasarana umum. Seperti kamar mandi umum di titik-titik tertentu dekat pantai.   

Anak-anak bermain diatas sampan mesin tempel dibibir danau Toba, daerah Sigaol, Kabupaten Tobas.F-MARTUA

Menikmati Ikan Mujahir Danau Toba

Bagi wisatawan yang ingin menikmati ikan mujahir danau toba hingga lobster tawar, bisa membeli dari warga penduduk yang banyak bergelut sebagai nelayan. Jika musim jagung, warga juga bisa menikmati jagung. Karena petani disana juga selain menanam padi, juga menanam jagung. Ikan biasanya didapat warga dengan menembak ikan, memancing, atau menjala (mardoton). 

Tentu, harganya jauh lebih murah dibanding daerah Porsea atau Balige. Jika tidak, bisa memancing sendiri (jika sabar menunggu).  

Untuk membakar, wisatawan bisa meminta petunjuk warga setempat, untuk tempat membakar. Termaksud bahan bakar yang akan digunakan. Warga setempat yang terkenal ramah, biasanya akan dengan senang membantu. Ini juga tidak lepas dari kehidupan masyarakat, yang mesih kental dengan budayagotongroyong.  

Di Sigaol, kehadiran wisatawan masih dianggap tamu. Penduduk setempat memperlakukan dengan baik, sebagaimana keluarga bertamu. Pemandangan itu terasa juga saat rombongan keluarga winus yang datang ke Silimahuta. Saat anak-anak dalam rombongan itu mandi, seorang bapak dalam rombongan itu menju warung di pinggir danau Toba, di Silimahuta, Sigaol Barat.

“Pak, sewa tikarnya satu. Biar ada untuk duduk dipasir itu,” ujar Budi kepada pemilik warung.

Sambil mengambil tikar dari warungnya dan memyerahkan ke Budi, pemilik warung, pak Tia menyerahkan. Namun saat ditanya berapa sewa tikarnya, pak Tia menolak. Alasannya, tidak ada sewa-sewa tikar. Tikar dikasih pinjam untuk membantu.

“Tak pakai sewa-sewa disini. Tapi habis dipakai, dikembalikan ya pak,” jawab pak Tia.

Mungkin karena merasa tidak enak hati, dikasih pinjam gratis,  Budi akhirnya memilih memesan minuman ringan. Budaya gotong royong (saling membantu) masih kental dibudaya daerah Sigaol. Hanya penting bagi wisatawan untuk menghargai warga lokal disana.

Baca Juga :  Pegawai PGN Dilarang Gunakan Kendaraan Umum ke Kantor

Budaya gotong royong yang berjalan dalam kehidupan budaya dan adat istiadat di Sigaol, menjadi nilai positif dan menarik. Kehidupan itu membuat kriminalitas sangat minim di daerah itu. Bahkan aparat kepolisian yang bermarkas di Uluan, tergolong jarang menyambangi desa itu, karena kehidupan masyarakat, yang harmonis.  

Warga Sigaol yang juga penenun ulos, kerajinan tradisional di Sigaol Tobasa.F-ISTIMEWA

Oleh-Oleh Keramik dan Ulos 

Bagi wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh, sementara ini, ciri khas yang di hasilkan masih lebih banyak ulos. Ulos yang ditenun secara manual dan lebih bermutu, dapat dengan mudah ditemukan. Demikian dengan warga yang menenun ulos disela-sela kegiatannya bertani atau menjadi nelayan. 

Pemerintah Kabupaten Tobasa juga sudah menghadirkan pusat kerajinan tenun di Sigaol Barat. Wisatawan juga bisa berkunjung ke lokasi yang berada dekat pantai danau Toba, tepatnya di Huta Bagasan.  

Sementara untuk keramik, pengrajinnya terletak di Marom, yang berada dekat Sigaol. Daerah yang ditemui sebelum sampai Sigaol Timur. Pengrajin keramik disana, sudah menghasilkan kerjinan yang sudah dipamerkan di Jakarta, bersama Pemkab Tobasa, Juli 2019.  

Kerajinan pembuatan keramik di Marom, desa yang berbatasan dengan Sigaol, saat dikunjungi, Bupati Tobasa, Darwin Siagian.F-PARTOBUNA

Kembangkan Homestay  

Melihat potensi di daerah Sigaol Siregar Aeknalas, pemerintah daerah bekerjasama dengan Pemprov Sumut hingga Kementerian Pariwisata, perlu mendorong pengembangan wisata didaerah ini. Bisa membantu dengan mendukung pariwisata bibir pantai danau Toba, Sigaol dan Siregar Aeknalas.

Seperti pembenahan dengan menjadikan kampung disana sebagai kampung wisata. Rumah-rumah penduduk bisa didorong, untuk dimanfaatkan sebagai homestay untuk wisatawan. 

Konsep homestay akan lebih efektif dalam memberdayakan ekonomi masyarakat. Demikian dengan budaya masyarakat, lebih terjaga dan menjadi pembelajaran wisatawan saat hidup ditengah masyarakat.

Sehingga, wisman dan winus, punya pilihan untuk tinggal atau menginap, saat berkunjung dan menikmati lebih lama pantai, bukit dan alam Sigaol yang masih alami. 

Tinggal Kementerian Parawisata, membantu dengan pelatihan warga desa dalam pendidikan dalam mengelola homestay. Sekaligus pemerintah membantu melakukan pembenahan perkampungan dengan fasilitas umum, dalam mendukungnya berkembang sebagai daerah wisata alam.  

Dengan budaya dan tradisi yang melekat pada kehidupan masyarakat, wisatawan akan menikmati kehidupan kekeluargaan yang bersahaja di Sigaol Tobasa. 

Terkait dengan homestay ini, Kepala Biro Komunikasi Publik, Kementerian Pariwisata RI, Guntur Sakti, mengungkapkan langkah yang diambil. Dimana pihaknya sudah membantu melalui kredit usaha rakyat (KUR) dan bantuan lain. Seperti paket barang berupa spring bed, sprey dan lainnya. Hanya saja, belum daerah wisata mendapat dan kedepan terbuka program membantu warga dijalankan, termaksud pelatihan dalam pengelolaan homestay.

“Sudah kita buat pelatiahan untuk pengembangan pariwisata Danau Toba. Kedepan yang lain akan dilatih vokasi dan lain,” imbuh Guntur.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here