Meningitis, Satu Tersangka Tidak Ditahan

0
468
Dodi Ghazali Emil

TANJUNGPINANG – Sudarmadi, salah dari sembilan tersangka dugaan korupsi pembangunan Pasar Modern Natuna tahun anggaran 2014 tidak tahan dikarenakan menderita penyakit Meningitis atau radang selaput otak.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri Fery Tas melalui Kepala Seksi Penuntutan Dodi Ghazali Emil mengatakan, pihaknya kemungkinan hanya akan menahan delapan orang tersangka saja. Sebab, tersangka Sudarmadi mengalami sakit yang cukup serius dan penyakitnya juga penyakit langka. ”Karena yang satu sakit sakitan jadi yang akan kita terima hanya delapan saja dari Polda Kepri. Tapi kalau yang satu hadir di kejaksaan dalam tahap dua itu ya kita tetap terima saja,” Senin (26/11).

Baca Juga :  Lanudal Tanjungpinang Peringkat Pertama

Dodi menyebutkan, bahwa Sudarmadi merupakan pihak ketika swasta yang bertugas sebagai pengawas pengerjaan proyek pembangunan pasar modern senilai Rp36 miliar. Kapan akan dilimpahkan pihaknya tinggal menunggu waktu kesiapan penyidik menyerahkan ke Kejati.

”Pada dasarnya kita siapa jika penyidik Polda Kepri juga siap. Saat ini pihaknya penyidik masih melengkapi administrasi. Dalam waktu dekat akan diserahkan. Menunggu kesiapan penyidik saja,” sebutnya.

Pihaknya saat ini masih menyusun dakwaan untuk ke 9 tersangka. Setelah tahap dua, kemungkinan pada awal Desember berkas berikut lengkap dengan dakwaan yang telah tersusun dapat dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang.

Baca Juga :  Malam HUT RI, Warga Sungai Jang Dihibur Grup Marawis

Sembilan tersangka akan disidangkan oleh lima orang jaksa. Para jaksa tersebut sudah diberi tugas untuk menyidangkan masing-masing tersangka nantinya. Jaksa tersebut diantaranya Sukamto, IG Punia, Dodi Emil Gazali, Ery Yudianto dan Deffid.

”Saya harap minggu ini agar segera kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang,” ujarnya.

Sebelumnya, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri meneliti berkas sembilan tersangka dugaan kasus korupsi proyek Pasar Modern Natuna yang telah menghabiskan anggaran APBD tahun 2015 senilai puluhan miliar lebih yang.

Baca Juga :  PNS Lantamal IV Kunjungi Panti Asuhan

Kasus ini diungkap oleh Polda Kepri. Dugaan kasus korupsi proyek pembangunan pasar modern Natuna ini bermula dari hasil temuan BPK yang mendapati adanya kelebihan bayar mencapai Rp4 miliar dari angaran APBD Natuna tahun anggaran 2015 lalu sekitar Rp36 miliar lebih. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here