Merugi, Agen Kartu Seluler Terancam Bangkrut

0
1036
INTERNET: Jhon salah satu warga Ranai yang sedang mengakses internet dengan hape android.F-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – PENGUSAHA dan agen kartu komunikasi seluler di Ranai terancam gulung tikar. Sebab, kartu perdana komunikasi mulai bulan Februari tahun 2018 tidak dapat digunakan setelah Kementerian Kominfo keluarkan aturan yang mewajibkan pelanggan seluler untuk mendaftarkan kartu. Maka dipastikan, kartu seluler Indosat, Telkomsel, Exis, 3 maupun XL akan terbuang.

”Sejak penerapan dari Kementrian Kominfo yang mewajibkan para pengguna seluler, untuk mendaftarkan kartu sim sebelum bulan November dan diperpanjang sampai Februari 2018 nanti. Membuat kami para pengusaha kartu perdana sudah pasti merugi,” kata Warasto, agen Kartu Perdana di jalan Datuk Kaya Muhammad Benteng, Ranai, Selasa (21/11).

Baca Juga :  Pangkohanudnas Pantau Radar Hanud

Dengan adanya penerapan aturan itu, kata Warasto, sangat merugikan bagi para pengusaha. Hal itu dikarenakan, sejak penerapan aturan itu pada bulan Oktober lalu banyak masyarakat yang ingin membeli kartu perdana baru sudah sepi.

”Belum juga sampai bulan Februari 2018 nanti, kita sudah merugi sampai puluhan juta. Biasanya setiap hari pemasukan sampai Rp 1 juta, untuk pembelian kartu perdana saja. Sekarang untuk dapat hasil penjualan, hanya berkisar Rp 300 ribu dan jumlah itu dinilai sangat beruntung sekali,” jelas Warasto.

Baca Juga :  Era Android Motivasi Minat Membaca

Hal senada disampaikan Sri, pengusaha jual beli hp dan kartu perdana di wilayah sudirman. Sri mengatakan, jika penerapan 3 kartu untuk satu pengguna seluler jelas membuat rugi bagi para pengusaha perdana.

Ia menyebutkan, dengan adanya pembatasan penggunaan kartu sim jelas membuat bangkrut para pengusaha kartu perdana. ”Kalau kami cukup beruntung, masih bisa menjual hape. Jika hanya jual pulsa dan kartu perdana, dipastikan bakal rugi sekali,” papar Sri.

Ia berharap, kepada pemerintah supaya bisa memberikan solusi bagi para penjual kartu perdana. Karena dengan ketentuan itu, jelas membuat para penjual bangkrut. ”Kita minta kepada pemerintah pusat maupun daerah, agar bisa mencari solusi bagi para pengusaha kecil yang menjual kartu perdana. Tujuannya, agar tetap bisa berusaha,” tutupnya.

Baca Juga :  Warga Tak Semangat Ikut Vaksinasi MR

Selain itu, wargaRanai jugaberharap kepada pemerintah untuk membenahi sinyal telekomunikasi sesuai standar didaerah lain untuk jaringan internet. ”Jangan kita beli tetapi pelayanannya tidak maksimal,” ungkap Raoni, warga Ranai.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here