Mesin Radar Atasi Sampah Laut

0
909
MESIN SAMPAH: Mesin Radar Sampah hasil ciptaan empat pemuda Tanjungunggat yang bisa membersihkan sampah 24 jam. f-YOAN/tanjungpinang pos

Empat Pemuda Temukan Solusi Menjaga Kebersihan 

Tak hanya sampah di darat yang bikin pening. Tapi, sampah laut juga kerap mengotori laut dan sulit membersihkannya. Tenang. Kini, sudah ada mesin pembersih sampah laut.

TANJUNGPINANG – RADAR SAMPAH. Inilah sebutan untuk mesin pembersih sampah laut tersebut. Ide kreatif ini muncul dari pemikiran brilian 4 pemuda Tanjungunggat.

Siapa mengira bengkel sederhana yang terletak di salah satu sudut Kelurahan Tanjungunggat itu ternyata laboraturium uji coba terhadap ide-ide kreatif.

Jika sebagian besar bengkel las hanya mengerjakan produk pesanan konsumen yang berkaitan dengan besi, namun tidak untuk bengkel yang satu ini.

Melalui tangan-tangan kreatif berhasil menetaskan mesin yang bisa memudahkan kerja manusia sekaligus menjawab tantangan Kota Tanjungpinang tentang bagaimana menciptakan kondisi kota bebas sampah.

Pemilik bengkel kreatif, Rudi yang sekaligus menduduki posisi sebagai desainer mesin Radar Sampah mengatakan, bahwa ide ini tercipta karena merasa terpanggil akibat ungkapan Gubernur Kepri yang menyoalkan sampah di Tanjungpinang.

Baca Juga :  Sebar Hoax, Agus Ramdan Diamankan Polisi

”Kemarin pak gubernur ada buat pernyataan di media yang menyoalkan sampah-sampah di Tanjungpinang khususnya bagian pesisir. Kami menjawab tantangan itu dengan menciptakan mesin ini. Sebab kami warga Tanjungunggat yang selalu di kaitkan perihal sampah,” ujar Rudi kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (26/4).

Rudi dibantu rekan kerjanya, Yudieth. E.Krismayon S.ST, Agus Ariansyah dan Indra Suryawan, mulai merancang alat sederhana yang memiliki nilai fungsi yang tinggi.

”Modalnya tidak besar kok. 1 alat ini saja sekitar Rp 1,5 juta. Artinya tidak mahal bagi Pemerintah Kota untuk memproduksi secara massal. Pertanyaannya adalah, mau apa tidak Pemko menciptakan Tanjungpinang bersih? kata Yudieth.

Radar Sampah ini dirtancang secara fleksibel. Nantinya, jelas Rudi, bisa dipasang di parit-parit pemukiman yang banyak sampah. Tidak hanya itu, bahkan mereka sudah membuat maket yang bisa diletakkan di pintu masuk air laut maupun di tengah laut.

Baca Juga :  Polres Tanjungpinang Kawal Keberangkatan Jemaah Calon Haji Ibukota

Dalam pantauan awak media di lokasi, tim pencipta mesin unik ini bekerja dengan kompak. Cuaca yang labil bukanlah penghalang untuk mereka terus melakukan pengujian.

”Beberapa kali sempat gagal. Tapi alhamdulillah sekarang sudah bisa bekerja dengan baik. Tenaga penggeraknya motor sederhana dengan dibantu tenaga aki. Ke depan kami akan mengembangkan melalui sistem tenaga matahari dan daya penggerak otomatis,” jelas Yudieth secara lugas.

Bagi Rudi, sudah seharusnya pemerintah memanfaatkan produk karya anak tempatan terlebih dengan daya manfaat yang cukup besar.

”Jalan Pemuda itu kan sedang dibangun parit besar. Sangat cocok jika alat ini diletakkan di sana. Sebab parit di wilayah itu merupakan pertemuan dari beberapa lokasi pemukiman yang padat penduduk. Semoga pak wali merespon,” harapnya.

Selain biaya pembuatan yang terbilang murah, namun daya kerja Radar Sampah ini tidak murahan, mereka mengklaim bahwa alat ini mampu bekerja 24 jam dengan biaya perawatan yang sangat murah dan mudah.

Baca Juga :  Daftar PPPK Minimal S1

”Nanti Pasukan Kuning (petugas kebersihan, red) tinggal mengangkat sampah yang sudah tertampung di bak. Tidak perlu repot turun ke laut atau parit serta bisa lebih hemat pekerja,” papar Rudi.

Menurut mereka, jika Pemko berkenan memproduksi sebanyak 100 unit Radar Sampah maka dapat dipastikan Tanjungpinang akan bebas sampah dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun.

”Pasnya ya segitu (100 unit, red) di letakkan secara menebar di wilayah yang memang banyak sampah, termasuk ke lokasi pintu masuk air laut,” terangnya yang mengaku saat ini baru direspon dan didukung oleh Lurah Tanjungunggat, Said Fatahullah dan Karang Taruna. (YOAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here