Minggu, Pembakris & PMI Gelar Donor Darah

0
407
Ketua Pembakris Tanjungpinang, dr Anthoni beserta panitia lainnya saat sosialisasi kegiatan donor darah, belum lama ini.

TANJUNGPINANG – Organisasi Pelayanan Masyarakat Batak Kristen (Pembakris) Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kepri akan melaksanakan kegiatan sosial yaitu donor darah.

Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di Pelataran TCC Tanjungpinang, Minggu (24/3) mulai pukul 10.30 WIB. Selain itu, disejalankan dengan berbagai kegiatan lainnya. Diantaranya pengukuhan Tim Sigap yang berada di bawah koordinasi Pembakris Tanjungpinang dan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pembakris yang pertama.

Ketua Pembakris Kota Tanjungpinang, dr Anthoni Simatupang menuturkan, kegiatan ini terbuka untuk umum. Siapa pun bisa menjadi peserta atau pun relawan donor darah.

Baca Juga :  BPK Minta Pemko Pasang Tapping Box

Dituturkannya, tujuan utama aksi sosial tersebut selain membantu meningkatkan ketersediaan darah di PMI juga mendorong gaya hidup sehat masyarakat melalui donor darah.

Seperti diketahui bersama masih minim kesadaran masyarakat melaksanakan donor darah, padahal bermanfaat bagi pendonor itu sendiri.

”Tujuan utama kegiatan sosial ini adalah meningkatkan kesadaran pentingnya melakukan donor darah. Mendorong gaya hidup sehat bahwa mendonorkan darah secara teratur itu penting karena membuat orang menjadi lebih sehat,” ucapnya.

Ditargetkannya melalui kegiatan ini nantinya bisa mengumpulkan 100 kantong darah. Ia juga menuturkan Pembakris sudah lama ada di Tanjungpinang yang merupakan organisasi yang dulunya wadah bagi mahasiswa asal Tanjungpinang yang berada di luar daerah.

Baca Juga :  Kejati Tunjuk Dua JPU Tangani Kasus Pungli BUMD

Setelah para mahasiswa tersebut lulus kuliah dan kembali ke Tanjungpinang, maka ada niatan mendirikan organisasi tersebut. Hanya saja tujuannya kini pelayanan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki bersama.

Dituturkannya, organisasi Pembakris bukan saingan dari Rumpun Batak Bersatu (RBB). Melainkan tetap di bawah koordinasi.

”Jadi masyarakat jangan salah tanggap, kami hadir bukan saingan tetapi skop lebih kecilnya,” ucapnya.

dr Anthoni memberikan analogi, keberadaan Pembakris hampir sama dengan Ikatan Keluarga Batak Islam (IKBI). Wadah untuk mempersatukan seluruh orang Batak di Tanjungpinang tetap melalui RBB dari berbagai agama yang ada. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here