Modernisasi Tenggelamkan Budaya Tradisional

0
3597
Erlinawaty Munthe

Oleh Erlinawaty Munthe
Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Modernisasi sedang galak-galaknya belakangan ini. Budaya modern ini dialami dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa hingga orangtua. Berawal dari teknologi yang canggih, beralih ke makanan cepat saji, berkembang lagi dalam segi pakaian dan pola tingkah laku yang kemudian menjamur dan mewabah di kalangan masyarakat.

Modernisasi dapat dikatakan suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat di berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat.

Dalam kenyataannya, budaya modernisasi banyak yang bertentangan dengan nilai dan norma di dalam suatu masyarakat. Banyak budaya modernisasi membawa dampak negatif yang sangat besar, ketimbang dampak positifnya. Budaya modernisasi lazimnya juga suka dipertentangkan dengan nilai-nilai budaya tradisi yaang ada.

Misalnya saja dalam budaya tradisi rakyat Indonesia. Pada jaman dahulu mengenai cara berpakaian. Mereka hanya menggunakan sarung dan kain panjang. Bagi perempuan diwajibkan menutup auratnya. Kita sandingkan dengan jaman sekarang. Betapa vulgarnya pakaian yang dikenakan baik itu oleh pria maupun juga dengan wanita.

Seperti salah satu contohnya, banyak kita jumpai pakaian wanita yang terbuka, seksi, dan mini seakan-akan kekurangan bahan. Mengapa kita menyukainya? Mengapa kita ingin memakainya? Ya karena modernisasi tadi. Semuanya berpacu ke arah barat.

Ada juga pandangan dari orang lain yang mengatakan jika tidak memiliki itu semua dikatakan ketinggalan jaman. Sehingga memaksakan diri agar terlihat ngikutin jaman dan modis. Jangan menyiksa diri karena hanya untuk ajang pamer-pameran kepada teman.

Selain tradisi dalam berpakaian, ada hal lain yaitu mengenai kesenian. Jaman dulu masyarakat sangat antusias untuk menonton wayang. Jaman sekarang? Jangankan menonton wayang, melirik saja tidak mau.

Banyak masyarakat jaman sekarang lebih menyukai menonton sinetron, drama korea maupun film dari luar negeri. Kebanyakan dari mereka yang menyukainya adalah remaja-remaja tanggung. Tidakkah kita sadar akan pentingnya pelestarian tradisi kita sendiri? Tanpa harus suatu masyarakat berubah seperti orang barat, dan tanpa harus bergaya hidup seperti orang barat.

Namun, unsur-unsur iptek barat tidak ada salahnya untuk ditiru, diambil alih, diadopsi, bahkan dibeli. Jika tidak akan meninggalkan suatu kebudayaan tradisi yang ada di Indonesia ini dan alangkah baiknya lebih memfilterisasi suatu budaya yang akan diadopsinya.

Modernisasi saat ini masih tampak dimonopoli oleh masyarakat perkotaan, terutama di kota-kota negara berkembang seperti Indonesia. Karena masyarakatnya lebih cepat menyerap modernisasi dan rata-rata lebih banyak mengkonsumsi daripada memproduksi. Kota-kota di negara-negara sedang berkembang menjadi pusat-pusat modernisasi yang diaktualisasikan oleh berbagai bentuk kegiatan pembangunan, baik aspek fisik-material, sosio-kultural, maupun aspek mental-spiritual.

Lalu mampukah budaya tradisi itu akan bertahan atau justru sebaliknya akan terus memudar? Oleh karenanya Modernisasi boleh saja diterapkan tetapi harus mengimbangi dengan kebudayaan yang ada pula yang tidak melupakan budaya lama dan mampu menjaga warisan budaya leluhur,karena walau bagaimana pun kebudayaan tradisi merupakan kebudayaan asli Indonesia,yang memerlukan proses yang lama dalam membentuk suatu kebudayaan yang patut untuk kita semua lestarikan.

Walaupun kita hidup di jaman modernisasi, jangan sekali-sekali menghilangkan budaya tradisi yang ada. Karena seperti kita lihat akhir-akhir ini budaya tradisi kita tenggelam karena maraknya modernisasi. Sebagai masyarakat yang baik, marilah kita sama-sama menumbuhkan rasa cinta kita akan budaya tradisi Indonesia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here