Mulai Ponsel, Obat, Narkoba hingga Mikol

0
491
BARANG bukti ilegal yang dimusnahkan di Batam, kemarinf-martua/tanjungpinang pos

Kejari Batam Busnahkan Puluhan Ribu Barang Ilegal

Barang bukti maupun barang sitaan dari berbagai kasus di Batam dimusnahkan, Kamis (7/2). Jumlahnya puluhan ribu pisis dari berbagai jenis. Sebagian dimusnahkan dengan dibakar.

BATAM – Pemusnahan dilakukan terhadap barang bukti kejahatan yang sudah berkekuatan hukum tetap yang diperkirakan sekitar Rp5 miliar.

Barang bukti yang dimusnahkan ada ponsel dan barang elektronik lain, minuman, rokok, minuman beralkohol, kosmetik, hingga sabu-sabu. Barang bukti yang dimusnahkan merupakan perkara tahun 2017 dan 2018.

Pemusnahan dilakukan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Edy Birton, Kejari Batam, Dedi Tri Haryadi, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan lainnya di halaman Kantor Kajari Batam. Sebagaimana disampaikan Dedi, barang bukti yang dimusnahkan ada sembilan jenis.

Baca Juga :  Hanura Karimun Targetkan Tujuh Kursi DPRD

”Ini yang ditangani Kejari dalam dua tahun terakhir,” ungkap Dedi.

Barang bukti yang dimusnahkan atau dihancurkan ada sabu dan heroin dengan total 4.313,26 gram. Barang bukti itu terkumpul dari 264 perkara. Selain itu, ada juga ekstasi, pil dekstro dan ermin 5 sebanyak 7.387,5 butir dari sembilan perkara. Sementara daun kering ganja sebanyak 857,28 gram dari 21 perkara.

Sementara obat-obatan tanpa izin edar sebanyak 32.971 pisis dari dua perkara. Ada juga kosmetik tanpa izin edar sebanyak 90.409 pisis dari enam perkara. Handphone dan aksesorisnya sebanyak 4.642 unit dari tiga perkara. Mesin permainan sebanyak tujuh unit dari lima perkara.

Baca Juga :  Anggota DPRD Nyaleg Lewat Partai Lain Mesti Di-PAW

”Minuman beralkohol 97 botol dari sembilan perkara dan barang bukti temuan sebanyak 20 dus dari 26 perkara,” beber Dedi.

Terkait pemusnahan hari itu, Kejati Kepri, Edy Birton mengatakan, peredaran narkoba di Kepri sangat memprihatinkan. Banyak penyelundup leluasa memasukkan barang ke Kepri.

”Memprihatinkan dan tidak tanggung-tanggung, sampai ada sabu 1,6 dan 1,3 ton sabu. Telah kami tuntut pelaku tersebut dengan hukuman mati pada persidangan lalu,” bebernya.

Diingatkan agar masyarakat juga hati-hati. Sebab, sabu sudah masuk ke orangtua, remaja hingga anak-anak. ”Dengan berbagai cara, mereka masuk kepada semua kelompok umur. Ini ancaman serius. Berdampak pada kehidupan sosial kemasyarakatan,” kata dia mengingatkan.

Baca Juga :  Taksi Online Tetap Dilarang Operasi

Diimbau agar perang terhadap narkoba perlu keterlibatan semua pihak. Harus ikut turun dalam penyalahgunaan karena ini persoalan semua. Dan harus melibatkan semua masyarakat dengan komitmen.

”Kalau kita tidak serius, kita akan kehilangan satu generasi. Termasuk ini dampak obat dan kosmetik ilegal yang sangat banyak,” imbuhnya.

Sementara Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan hal senada. Menurutnya, narkoba dan miras, menjadi ancaman di daerah perbatasan. ”Sehingga kewajiban kita semua untuk menanganinya agar tidak terdampak bagi generasi penerus kita,” harap Amsakar.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here