Musim Utara, Cabai Mulai Langka

0
783
PEDAGANG: Terlihat aktivitas pedagang ketika berada di pelabuhan di Anambas setelah melakukan bongkar muat.F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – KEBERADAAN cabai rawit di Anambas kini mengalami kelangkaan. Hal itu dikibatkan, sedikitnya stok cabai serta harga yang dijual melonjak tinggi. Sehingga, warga mulai mengeluhkannya dengan kenaikan harga bahan sembako. Karena cabai langka, maka hanya beberapa pedagang yang menjual cabai dengan harga yang tinggi.

Harga cabai rawit yang didatangkan dari kota Tanjungpinang, semulanya Rp 40 hingga 50 ribu per kilogram. Kini menjadi Rp 150 ribu perkilo. Akan tetapi, cabai rawit lokal hanya Rp 70 ribu/Kg dan sebelumnya hanya Rp 20 ribu.

Baca Juga :  HNSI Tangkap Kapal Pukat Mayang

Sehingga, ada perbedaan harga cabai rawit Tanjungpinang dengan lokal yakni tingkat kepedasannya saja.

”Kalau cabai rawit dari Tanjungpinang rasanya pedas, dan cabai kalau dari sini kurang pedas. Meskipun mahal, tetap saja dibeli dan itupun sulit didapatkan,” ungkap Edi Candra, warga Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja, kemarin.

Menurutnya, banyak faktor cabai menjadi langka di pasaran. Sebab, kapal angkut kini sulit berlayar karena gelombang tinggi.

Untuk itu, cabai dari Tanjungpinang juga sulit didapatkan. Sedangkan cabai lokal tidak mampu mencukupi permintaan pasar karena minimnya petani yang menanam cabai tersebut.

Baca Juga :  52 Desa Wajib Terapkan Aplikasi Siskeudes

Ia menambahkan, cabai keriting juga mengalami kenaikan tembus dengan harga sekitar Rp 100 ribu/Kg dan sebelumnya Rp 50 ribu/Kg. Rahmat (30), seorang Pedagang di Pasar Tarempa membenarkan hal tersebut, karena memang ada kenaikan saat mengambil barang dari agen-agen besar.

Selain itu, untuk sayuran meski tidak ada kenaikan tetap Rp 5 ribu per ikatnya. Namun, ukuran ikat sayur diperkecil dan hal ini memang terjadi setiap tahunnya. Mengingat barang-barang tersebut masih masuk dari luar, seperti Tanjungpinang. ”Sedangkan produksi lokal, masih belum mampu menutupi kebutuhan masyarakan,” tuturnya.

Baca Juga :  238 Pegawai Mangkir di Hari Pertama Kerja

Sementara itu, Bupati Kabupaten Anambas Abdul Haris SH yang dikonfirmasi memastikan, tidak akan ada kelangkaan sembako pada musim utara hingga Natal dan Tahun baru.

Hal itu dipastikannya, karena telah memerintahkan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan untuk mengambil langkah dini barang kebutuhan tidak langka.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here