Musim Utara, Pedagang Tambah Stok Pangan

0
546
KAPAL: Kapal Tol Laut yang melayani rute Jakarta Natuna dan kini menyinggahi Anambas untuk mengangkut kebutuhan sembako. F-ISTIMEWA

ANAMBAS – UNTUK mengantisipasi kelangkaan dan kekurangan bahan pangan akibat musim angin utara, Dinas Perdagangan Koperasi (Disperkop) dan Usaha Mikro Pemkab Anambas menyarankan, agar pengusaha menyimpan persediaan bahan pangan lebih banyak.

Sebab, pada musim utara kapal-kapal pengangkut barang enggan berlayar karena gelombang laut yang tinggi. Walau saat ini telah memasuki musim angin utara, namun puncaknya diprediksi menjelang pergantian tahun.

Sehingga, sangat berbahaya jika kapal-kapal angkut berat berlayar di tengah gelombang tinggi.

”Surat imbauan sudah disebarkan agar para pengusaha bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan barang,” sebut Usman, Kadisperkop dan Usaha Mikro, kemarin.

Dalam surat tersebut disebutkan, agar pedagang menyimpan stok bahan pangan sesuai dengan kapasitas gudang yang dimiliki. Usman juga menambahkan, untuk menjaga ketersediaan bahan sembako Kabupaten Anambas mengandalkan kapal Tol Laut.

Namun, jika masih memungkinkan kapal feri juga masih bisa membawa sayuran. Sebab, memasuki musim utara biasanya kapal kargo tidak berlayar.

Sehingga, kapal Tol Laut satu-satunya kapal yang bisa berlayar dengan mengarungi kondisi gelombang tinggi.

”Andalan kita kalau musim Utara ini, hanya tinggal kapal Tol Laut untuk ketersediaan bahan sembako. Namun, untuk sayuran masih dari Tanjungpinang dan kapal sampai minggu ini masih jalan,” katanya.

Usman juga menyebutkan, untuk ketersediaan sayur mayur sebenarnya bisa mengandalkan petani yang ada di Kabupaten Anambas. Jika dilihat potensi pertaniannya, bisa membantu ketersediaan kebutuhan lokal tanpa menggantungkan kebutuhan dari luar Anambas.

Salahsatu warga Tarempa Rohman mengatakan, untuk kenaikan harga sembako sudah terjadi setiap musim Utara. Namun, pemerintah belum bisa melakukan intervensi harga pasar. Menurutnya, selama ini operasi pasar hanya setingkat harga beras dan sembako.

”Setiap tahun pasti musim Utara, harga pasti naik seperti cabai di level Rp 150 ribu per kilo. Selama ini, operasi pasar hanya sebatas harga beras. Untuk sayuran belum pernah dilakukan Pemkab Anambas,” katanya.

Rohman juga menambahkan, jika pemerintah bisa menyediakan stok bahan sembako dengan mengandalkan Tol Laut.

”Tol Laut bisa membawa sayuran karena ada freezer. Tapi karena kelamaan barang jadi busuk, dan pedagang mengandalkan feri dari Tanjungpinang. Jika feri dari tidak jalan maka harga sayuran akan naik,” katanya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here