November, Seragam Gratis Dibagikan

1
404
Pelajar SD membeli mainan sambil menungu jemputan orang tua setelah pulang dari sekolah. f-istimewa
Satu tahun sudah H Syahrul-Hj Rahma memimpin Kota Tanjungpinang. Program unggulan mengratiskan perlengkapan sekolah bagi siswa baru SD dan SMP tahun ajaran baru 2019-2020, hingga kemarin belum juga dibagikan.

TANJUNGPINANG – Di APBD murni 2019, sudah dianggarakan Rp7,9 miliar. Orang tua siswa awalnya, berharap adanya pembagian seragam sekolah gratis bisa mengurangi beban biaya saat penerimaan siswa baru tapi sudah setahun walikota memimpin sebelum juga menerima seragam sekolah gratis. Orang tua siswa tetap membeli seragam karena tidak sabar menunggu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Atmadinata memprediksikan November mendatang siswa baru SD dan SMP sudah menerima seragam gratis dari pemerintah. Kini baju seragam sedang proses pekerjaan. Dari 69 sekolah negeri dan swasta yang menerima program tersebut, ada 6 sekolah yang masuk sistem lelang dan 63 sekolah Penunjukan Langsung (PL).

Enam sekolah ini harus dilelang karena jumlah siswa baru yang diterima banyak, sehingga anggarannya di atas Rp200 juta sesuai ketentuan di lelang.

Sedangkan 63 sekolah lainnya dengan penunjukan langsung karena anggaran untuk pengadaan seragam gratis itu di bawah Rp200 juta.

Sesuai aturannya, kegiatan pemerintah di bawah Rp200 juta, cukup dengan PL.Untuk enam sekolah yang harus lelang, maka proses penyelesaian sesuai kontrak butuh 45 hari.

”Senin kemarin pemenang lelang sudah ditetapkan, sekarang proses pekerjaan dan 45 hari ke depan sampai di Tanjungpinang,” ucapnya.

Atmadinata mengatakan, pemenang lelang pengadaan seragam gratis untuk enam sekolah sudah ditetapkan setelah melalui tahapan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemko Tanjungpinang, beberapa waktu lalu.

Dituturkannya, adapun enam sekolah yang harus lelang adalah SMPN 1 Tanjungpinang, SMPN2 Tanjungpinang, SMPN 4 Tanjungpinang, SMPN 5 Tanjungpinang dan SMP7 Tanjungpinang serta SMPN 16 Tanjungpinang. Sedangkan sekolah yang melakukan PL sudah menunjuk tukang jahit.Atmadinata menuturkan, PL semangatnya upaya menghidupkan Usaia Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan memberdayakan tukang jahit lokal.

Dijelaskannya, karena ini merupakan program perdana, maka mereka melakukannya dengan hati-hati agar tidak salah dan tidak bermasalah ke depan. Karena itulah, program ini dijalankan dengan penuh kehati-hatian.

Apalagi menyangkut banyak orang. Sehingga harus bisa memberi kepuasan kepada siswa dan orangtua siswa.Untuk pengadaan seragam tersebut, maka harus ada standarnya.

Dan sekarang, sudah ada standar yang dibuat. Sehingga, kualitas dan harga seragam nanti sama.

Standar itu salah satunya dengan melakukan uji kain di laboratorium di Jakarta.

Hasilnya sudah ada. Hasil uji lab inilah yang jadi acuan setiap pengadaan seragam sekolah baik yang dilelang maupun yang PL. Agar pihak sekolah tidak salah bertindak dan tidak takut salah menjalankan pengadaan seragam gratis ini, maka mereka akan didampingi pegawai dari Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Pihak sekolah akan diajari jalan menjalankan program ini, agar hasil yang didapat memuaskan serta tidak bertentangan dengan aturan dalam hal pengelolaan anggaran pemerintah.

Tidak ada unsur lain yang membuat pengadaan seragam gratis ini sedikit lebih lama dari yang diharapkan, kecuali untuk menghasilkan satu standar yang berkualitas dan kehati-hatian agar tidak menimbulkan masalah.

Seragam gratis ini diberikan kepada siswa baru dengan harapan bisa membantu meringankan beban orangtua siswa yang selalu pusing karena pengeluaran yang membengkak.

Adapun anggaran yang disiapkan di APBD murni 2019 Pemko Tanjungpinang sekitar Rp7.923150.000.

Alokasinya sekitar Rp3.803150.000 untuk 3.950 siswa baru. Kemudian, dialokasikan juga sekitar Rp4.120.000.000 untuk 4.100 siswa baru SMP. Sekitar 70 sekolah SD-SMP baik negeri dan swasta di Tanjungpinang. Bantuan pemerintah untuk satu siswa terdiri dari satu set baju olahraga, 1 set baju kurung lengkap, 1 set baju Pramuka, 1 set baju batik, 1 pasang sepatu, 1 tas sekolah. Dan, buku sekolah yakni pensil, penghapus dan kaus kaki. (DESI LIZA)

1 KOMENTAR

  1. program unggulan atau janji pemko pada pendidikan tanjung pinang
    ini sangat lah baik
    namun pelaksanaan nya sampai sekarang ini masih dalam proses administrasi belum juga pelaksanaan kerja
    semoga terlaksana dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here