Nurdin Tetap Pertahankan Komitmen

0
1074
Demo buruh: buruh Batam demo di depan kantor gubernur Kepri menutut SK UMS karena biaya makin tinggi paska kenaikan tarif PLN. f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mempertahankan keputusannya terkait penetapan kenaikan tarif listrik Batam tahap awal 30 persen. Meskipun dirinya, ia masih ada perbaikan terkait sudah di revisinya kenaikan dari 30 persen turun hanya 15 persen, ke depan ia mengimbau apa yang sudah menjadi komitmen pemerintah yang di kuatkan oleh peraturan Gubernur (Pergub) tersebut, akan tetap naik mulai Juni mendatang.

”Memang kita revisi sekitar 15 persen, nanti mekanisme pengesahannya cukup melalui juklak, jadi tidak merubah pergub,” terangnya.

Kadis Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepri Amjon menjelaskan, Kenaikan tarif listrik Batam golongan rumah tangga sebesar 45 persen ini untuk tagihan Juni mendatang, dibatalkan Gubernur Kepri. Tarif untuk golongan R1 1.300 VA (6 ampere) turun dari kenaikan tahap awal 30 persen menjadi 15 persen, sedangkan R1 2.200 VA (10 Ampere) tetap 30 persen.

Baca Juga :  2019, e-Planning Harus Menyeluruh

Amjon mengatakan, penurunan tarif listrik Batam ini dilakukan untuk mengabulkan tuntutan masyarakat. Meski demikian, pihaknya juga mempertimbangkan keberlangsungan operasional PLN Batam ke depannya.

”Ibarat menarik rambut dalam tepung, rambut tak putus, tepung tak berserak. Artinya, Pergub (Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2017) tetap kita pertahankan, keinginan masyarakat menurunkan dari 45 persen menjadi 15 persen kita setujui,” ujarnya kepada wartawan.

Sebelumnya, PLN Batam memberlakukan tarif listrik baru sesuai Pergub Kepri Nomor 21 Tahun 2017 tentang Tarif Listrik Batam. Pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 dan 2.200 VA tarifnya naik 30 persen untuk pemakaian Maret tagihan April dan naik 15 persen lagi dengan menyesuaikan kondisi perekonomian masyarakat. Sementara untuk golongan rumah tangga kelas menengah dengan daya 3.500 VA dan sosial dengan daya 200 kVA keatas naik sekaligus.

Baca Juga :  Popda Kepri Digelar di Lingga Juni Mendatang

Amjon menjelaskan, kenaikan tarif listrik 30 persen yang sebelumnya diterapkan, otomatis berubah menjadi 15 persen untuk pemakaian bulan ini atau penagihan Juni. Saat ini, tarif dasar listrik nasional Rp1.467. Sedangkan tarif listrik Batam sebagaimana usulan gubernur adalah Rp1.352 dengan estimasi keuntungan 2,8 persen. Namun usulan itu kini batal dan tarif listrik Batam di angka Rp1.070.

”Yang jelas listrik tidak kolap dan masyarakat bisa bayar. Serta listrik di Kota Batam ini bisa memenuhi kewajibannya untuk masyarakat,” tukasnya. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here