Nyabu, Konsultan Proyek Ditangkap

0
991
WAKAPOLRES Kompol Dandung dan Kasatres Narkoba memperlihatkan sabu dan tersangka yang diamankan polisi, pada saat jumpa wartawan, Rabu (17/1) kemarin.f-jendaras/tanjungpinang pos

Polres Bintan Bekuk Tujuh Tersangka

BINTAN – WD (28), warga Tanjungpinang yang bekerja sebagai konsultan perencanaan proyek pemerintah, ditangkap Satresnarkoba Polres Bintan, Minggu (14/1) lalu. Ia ditangkap setelah polisi melakukan penggerebekan pesta sabu di Kampung Lengkuas Batu 20, Bintan Timur, Sabtu (13/1) malam.

Dalam penggerebekan itu, 3 orang pengguna (pemakai) narkotika yaitu AS (22), RY (21) dan ND (20) pun ditangkap. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan BB sabu seberat 0,1 gram. Setelah dilakukan pengembangan, tiga tersangka mengaku, mendapatkan barang dari WD (28) yang merupakan warga Tanjungpinang. Usai WD diamankan, selanjutnya di hari yang sama polisi juga mengamankan BG (37), YB (30) dan TN (25). TN merupakan bandar sabu di Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Anggota DPRD Natuna Kunjungi Kantor BPKP

Wakapolres Bintan Kompol Dandung Putut Wibowo saat mengadakan jumpa wartawan menjelaskan, penangkapan 7 tersangka pengguna sabu merupakan pengembangan dan informasi dari masyarakat. Pihaknya secara cepat menangkap tujuh orang tersebut, kurang dari 24 jam, usai penangkapan pertama di Bintan Timur.

”Ini merupakan pengungkapan pertama kasus narkotika di awal tahun, dari jajaran kami. Ke depannya, kami berharap dapat terus melaksanakan pemberantasan narkotika di Bintan,” terangnya didampingi Kasatres Narkoba AKP Joko, di Mapolres Bintan.

Dari keterangan WD, yang merupakan pengguna dan pengedar sabu, dirinya mempergunakan barang haram tersebut untuk mendukung kinerjanya sebagai konsultan perencana. ”Ya sudah biasa aja pakai-pakai, biar kerja enak juga,” akunya.

Baca Juga :  Ekspor Kepri ke Amerika Naik

Sementara, TN yang merupakan bandar sabu di Tanjungpinang mengatakan, dirinya sudah menjual sabu selama 6 bulan terakhir. Untuk menjual barang haram, TN memasarkan di Tanjungpinang dan Bintan. ”Sudah banyak jual pak, lupa berapa banyak dan uangnya,” sebutnya.

Saat ditanya sumber barang haram tersebut, TN mengaku, mendapatkan dari Lapas Km 18 arah Kijang, Bintan Timur. Namun ia enggan mengungkapkan lebih rinci asal sabu yang didapat dari Lapas Km 18 itu. ”Iya, dari Lapas pak. Satu paket hemat dijual seharga Rp 450 ribu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bangun Kepri, Satker Harus Koordinasi

Dari penangkapan ini, tim Satreskrim Narkoba Polres Bintan mengamankan satu paket 0,55 gram sabu, 0,68 gram sabu dan 4 paket sabu seberat 35,57 gram. Kemudian hapa sebanyak 5 unit, 2 bong, 5 pipet hisap, 2 gunting dan uang sejumlah Rp 541 ribu, serta 3 timbangan elektrik.(JENDARAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here