Oknum PNS TewasUsai Ditangkap

0
776

Polres Natuna Temukan Sabu di rumah tersangka

Oknum PNS Pemkab Natuna berinisial A (37) meninggal dunia beberapa jam setelah ditangkap petugas dari Polres Natuna. Ia ditangkap karena diduga memiliki dan menjual narkoba jenis sabu-sabu.

NATUNA – Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto dalam jumpa persnya menuturkan, proses penangkapan terhadap almarhum A karena ada informasi dari masyarakat. Penangkapan dilakukan di rumahnya, Kelurahan Ranai, Kamis (4/1) dengan taktik undercover (penyamaran).

Bersama almarhum A, petugas berhasil mengamankan barang bukti dua paket kecil sabu yang sedang berada pada dirinya dan sejumlah barang bukti lainnya seperti 1 dompet, beberapa kartu dan tanda pengenal, 1 bong, 1 gunting dan uang sebanyak Rp 50.100 dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 rupiah serta 1 USD.

”Pertama sekali kami ucapkan turut berduka cita kepada keluarga almarhum. Yang bersangkutan sempat kita periksa, tapi setelah beberapa saat diperiksa di ruangan Satnarkoba, almarhum mengalami kejang-kejang dan dari mulutnya keluar busa. Saat itu juga kita langsung bawa ke RSUD untuk mendapatkan perawatan medis,” tutur AKBP Dwi kepada sejumlah wartawan di kantornya, Sabtu (6/1).

Baca Juga :  Lima Bulan Rp76,3 Triliun

Pada proses penanganan medis, kondisi almarhum sempat membaik di mana detak jantung sempat normal dengan angka 160. Akan tetapi pada sekitar pukul 04:00 WIB dini hari Jumat, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.

”Sampai saat ini kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya karena masih dalam proses kajian medis. Keterangannya belum kita terima dari RSUD,” ujar AKBP Dwi.

Mengenai kasus dimaksud, AKBP Dwi mengaku akan secara otomatis terhenti karena yang bersangkutan sudah meninggal dunia. ”Kasus ini serupa dengan nebis in idem, perkaranya gugur demi hukum karena yang bersangkutan sudah meninggal. Kita tidak bisa melanjutkannya lagi. Dan sekali lagi kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum,” tutupnya.

Baca Juga :  Presiden RI Lantik Isdianto Menjadi Gubernur Kepri

Penangkapan Sesuai SOP
Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto menegaskan proses penangkapan yang dilakukan jajaran Satres Narkoba Polres Natuna terhadap oknum PNS inisial A di kediamannya di Kelurahan Ranai, Kamis lalu sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Ia mengaku petugas yang diterjunkan saat itu lengkap dengan legalitasnya dan prosesnya sesuai dengan standar penangkapan yang berlaku. ”Menurut kami, proses penangkapan itu sudah sesuai dengan SOP. Kami sudah melakukan tata cara yang sesuai dengan aturan,” tegas AKBP Dwi kepada sejumlah wartawan di kantornya, Sabtu (6/1).

Akan tetapi, ia juga mengaku bahwa pada saat penangkapan terjadi semacam perlawana dan pembelaan dari keluarga A. ”Tapi kalaupun pada saat penangkapan terjadi tindakan yang agak keras, itu karena adanya dinamika di lapangan. Kami menemui semacam perlawanan,” sambungnya.

Baca Juga :  Irigasi Persawahan Bintan Buyu Tak Maksimal

Dengan begitu, AKBP Dwi juga mempersilahkan kepada pihak keluarga untuk mengajukan tuntutan bila terdapat keberatan terhadap proses penangkapan tersebut.

”Dan kalau pihak keluarga menilai ada tindakan yang berlebihan dalam proses penangkapan itu, kami persilahkan mereka menuntut sesui dengan aturan yang berlaku untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Beredar kabar, bahwa keluarga telah melakukan pertemuan dengan pihak kepolisian guna menyampaikan keberatan karena dinilai proses penangkapan terhadap A dilakukan dengan cara yang berlebihan.

Mereka belum bisa menerima anggota keluarganya saat ditangkap dan dibawa ke kantor polisi dalam keadaan sehat, tapi beberapa saat kemudian mereka menerima kabar kalau yang bersangkutan sudah dibawa ke rumah sakit dan pagi harinya meninggal dunia.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here