Pabrik Rokok Dibangun di Dompak

0
2107
KERJASAMA: Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul (tengah) meneken MoU dengan PT. Batu Karang perusahaan rokok dari Jawa Timur, disaksikan Kepala FTZ Tanjungpinang, Den Yealta, Kamis (27/4) di CK Hotel Tanjungpinang. F-YOAN/TANJUNGPINANG POS

PT Batu Karang Butuh 1000 Karyawan   

PT Batu Karang Malang, Jawa Timur akan membangun pabrik rokok di kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Dompak, Tanjungpinang. Luas lahannya sekitar 10 hektar dan butuh 1.000 tenaga kerja. Peletakan batu pertamanya akan  digelar Juli 2017. Rokok akan dieskpor ke Singapura, Malaysia, Thailand, Afrika.

TANJUNGPINANG – Untuk mewujudkan itu, Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Free Trade Zone (FTZ) menggelar penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan rokok asal Malang, PT Batu Karang di CK Hotel, Kamis (27/4).

MoU ini dilakukan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul dengan Manager Marketing dan Pemasaran PT Batu Karang, Guntur disaksikan Kepala BP FTZ Tanjungpinang, Den Yealta.

H Syahrul berjanji akan memberikan jaminan kemudahan pengurusan izin perusahaan.

”Segala perizinan akan kita berikan kemudahan nantinya untuk perusahaan ini dan saya meminta Kepada BP FTZ agar senantiasa lebih intens berkomunikasi, serta menggandeng pihak Bea Cukai juga. Kalau satu saja perusahan masuk di FTZ sangat mendukung untuk perusahaan lain masuk juga,” kata H Syahrul, usai meneken MoU.

Baca Juga :  Besok, Vihara 1000 Patung Diresmikan Gubernur Kepri

Mantan kepala sekolah ini menjelaskan bahwa sejauh ini kendala utama yang sekaligus menjadi kelemahan Pemko adalah penyediaan listrik yang masih belum sesuai dengan kebutuhan pabrik di kawasan FTZ.

”Kita sudah menyampaikan keadaan listrik di Tanjungpinang kepada para investor yang akan berinvestasi di kawasan FTZ Dompak dan Senggarang,” beber wawako yang menjelaskan bahwa hal itu bukan merupakan suatu kendala.

Solusi yang sejauh ini menjadi kesepakatan, kata Syahrul, sebagai alternatif menghadapi masalah listrik yang bisa saja sewaktu-waktu padam.

bahkan, kadang tanpa pemberitahuan, hingga investor harus menyiapkan mesin genset sendiri berkapasitas besar.

”Investor nantinya akan menyiapkan listrik sendiri tanpa bergantung dengan PLN,” jelasnya yang mencontohkan seperti di wilayah Sumatera Utara, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) para investor disana menyiapkan listrik sendiri.

Baca Juga :  Pemko Sediakan Rumah Singgah di Batam

Dari pemerintah kota sendiri, kata Syahrul, mendorong dan memfasilitasi tentang penanaman saham karena ini adalah pertama kalinya investor mulai bulan Juli 2017,” bebernya menjelaskan.

Den Yealta menambahkan sejauh ini BP Kawasan FTZ juga tegah menggandeng beberapa prusahaan asing untuk berinvestasi di kawasan FTZ seluas 1.300 hektare tersebut.

”Bukan hanya mereka, (Pabrik rokok red) masih ada beberapa yang optimis akan berinvestasi. Selain PT Batu Karang juga ada perusahaan Korea dan Abu Dhabi yang akan berinvestasi nantinya di Tanjungpinang,” ujarnya.

Kata dia, beberapa investor juga ingin membangun pergundangan di kawasan FTZ di Dompak.

BP Tanjungpinang terus berkoordinasi, untuk mendapatkan dana APBN untuk pengaspalan jalan menuju Pelabuhan Tanjung Moco, salah salah satu pelabuhan kontainer di Dompak.

”BP Tanjungpinang tidak tinggal diam. Terus melakukan promosi, supaya para investor mau menanamkan modalnya di kawasan FTZ Tanjungpinang. Baik itu di Senggarang maupun itu di Dompak,” tegasnya.

Baca Juga :  Daftar Tunggu PDAM Capai 7 Ribu

Manajer Marketing dan Pemasaran PT Batu Karang, Guntur mengatakan, pihaknya akan membangun pabrik rokok tersebut dengan memakan area seluas tanah 10 Hektare di Pulau Dompak.

Keinginan membangun dari perusahaan berdasarkan letak geografis Tanjungpinang yang dinilainya sangat strategis.

”Tentunya alasan kami membangun pabrik di sini dikarenakan lokasi yang strategis, dan kita ekspor nantinya ke Malaysia, Vietnam, Thailand dan Afrika. Lokasinya sangat dekat, ini menunjukkan Tanjungpinang menjadi daerah yang bagus untuk investasi,” jelas Guntur.

Dia melanjutkan bahwa PT Batu Karang membutuhkan lebih kurang 1.000 tenaga kerja dengan memprioritaskan tenaga kerja dari Kepulauan Riau dan Tanjungpinang khususnya.

”Ketika kami menggerakkan perusahaan ini, nantinya akan mengutamakan mempekerjakan penduduk setempat. Artinya mengutamakan pekerja lokal dari Kepri,” paparnya.(YOAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here