Pacar dan Orang Tua Angkat Giliran Perkosa Remaja 17 Tahun

0
190

TANJUNGPINANG – Gadis belia berinsial SA ini tak menyangka kalau orangtua angkatnya sendiri yang berinsial D (47) tega memperkosa dirinya. Tidak hanya itu, remaja 17 tahun ini juga diperkosa pacarnya sendiri yang berinisial J (18) di tempat yang sama.

Kasus penangkapan pemerkosaan ini baru dirilis Polres Tanjungpinang pada Senin (16/9/2019).

Awalnya, yang memperkosa adalah J. Pacarnya ini memaksa SA berbuat mesum setelah merayu dengan menyebutkan perbuatan itu dilakukannya agar DA selalu sayang padanya. Meski sempat menolak, pemerkosaan itu terjadi juga karena SA dipaksa.

“Saya melakukan ini agar semakin sayang dan kamu tak mau berpaling dariku,” begitu kira kira J berupaya meyakinkan SA.

Keesokan harinya, Selasa (20/8/2019) giliran D yang merupakan orang tua angkat SA sensiri yang nekad memperkosa belia yang mestinya ia lindungi dan dijaga.

Setelah melampiaskan nafsu bejadnya, D berkata pergi ke kamar lain meninggalkan SA yang menangis karena diperkosa orang tua angkatnya sendiri.

Ternyata D ketagihan. Sore harinya,ia mengulangi kembali perbuatannya. SA yang sempat melakukan perlawanan dengan menendang D malah dimaki dan ditampar.

Karena tenaga D yang teramat kuat, hingga ia diperkosa untuk yang kedua kalinya oleh D. Padahal D mengasuh SA sejak usia 5 tahun.

Keesokan harinya SA melaporkan ulah orangtua angkatnya itu ke UPTD P2TP2A Prov. Kepri yang kemudian dibawa ke Polres Tanjungpinang.

Mendapatkan laporan itu, Polres Tanjungpinang langsung mengamankan D dan J untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, S.I.K, MH melalui Kasat Reskrim menyampaikan, kedua pelaku dikenakan sanksi sesuai Pasal 81 ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang – Undang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal 5 miliar rupiah. (*/jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here