Pakai Narkoba, ASN Akan Dipecat

0
553
BUPATI Natuna Hamid Rizal saat melantik ASN di lingkungan Pemkab Natuna, baru-baru ini. F-ISTIMEWA

Sesuai dengan peraturan bersama tiga menteri yakni Menpan-RB, BKN serta Kemendagri pada tahun 2017, bagi para ASN yang tersangkut persoalan hukum kasus narkotika yang sudah inkrah dari pengadilan terancam akan dipecat secara tidak hormat.

NATUNA – Kasubid Pembinaan Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Natuna Herlya Kuryakin mengaku, jika pihaknya sedang memproses 2 orang oknum PNS yang terjerat kasus Narkotika.

Kedua oknum tersebut, yaitu Yadi Supriadi dengan golongan 2 C yang bertugas di Dinas Pertanian terancam pemecatan secara tak hormat sesuai UU ASN pasal 7 ayat 4 dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 pasal 250.

Baca Juga :  Bangun Rumah Dinas Bupati Butuh Rp 10 Miliar

Satu lagi, tambah dia, yaitu Muhammmad Yudi Hardi juga golongan 2 C yang bertugas di Sekretariat DPRD Natuna (Sekwan) terancam UU ASN pasal 87 ayat 2 dan PP nomor 11 pasal 9 ayat dengan ketentuan dapat diaktifkan kembali menjadi PNS jika tersedia dan tergantung keputusan dari Bupati Natuna.

”Jadi Supriadi sudah inkrah keputusan pengadilan selama 6 tahun penjara, karena penyalahgunaan narkotika. Sedangkan M Yudi Hardi 1 tahun penjara,” kata Kasubid Pembinaan Pegawai Herlya Kuryakin, Senin kemarin.

Terhadap Yadi Supriadi ini, kata dia, telah sesuai aturan diberhentikan secara tak hormat.

Baca Juga :  PLN Bangun PLTG 10 Megawatt

”Pemerhentian secara tak hormat ini telah diatur dalam UU ASN pasal 7 ayat 4 dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 pasal 250. BKPP hanya menjalankan amanat UU saja,” kata Herlya.

Ia menambahkan, untuk keputusan pemberhentian secara tidak hormat itu semuanya tergantung keputusan Bupati Natuna yang mengacu pada peraturan tersebut.

”Kita tinggal menunggu keputusan Bupati Natuna, terkait ASN yang terjerat masalah hukum dan sudah ada putusan inkrah,” tutupnya.

Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Ngesti Yuni Suprapti sebelumnya pernah meyampaikan rasa prihatinnya, dengan adanya oknum ASN yang masih tergiur dengan Narkoba.

Baca Juga :  Kenaikan NJOP Melambung 200 %

”Kami atas nama pemerintah merasa prihatin dengan adanya oknum ANS yang ditangkap karena narkoba,” kata Ngesti, beberapa waktu lalu.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menjauhkan diri, pegawainya dan masyarakat dari sentuhan narkoba.

Tindakan penyuluhan, sosialisasi dan berbagai bentuk edaran hingga teguran, juga turut dilakukan guna menghindari dan mencegah narkoba.

”Tapi masih saja ada oknum yang melakukannya. Kami sangat menyesali tindakan oknum itu,” sambungnya. (HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here