Pasar Tradisional Kehilangan Pamor

0
1510
SEMRAWUT: Inilah kondisi jalan menuju pasar tradisonal Pasar Baru yang jalannya sempit dan pembeli mulai jarang mau belanja ke pasar ini.f-andri/tanjungpinang pos

Daya saing pasar tradisional di Tanjungpinang semakin lama semakin menyusut. Malah pembeli belomba-lomba belanja ke pasar-pasar modern. Masyarakat kini lebih memilih berbelanja di pasar-pasar modern yang bersih, nyaman, aman dan rapi. Ini bisa jadi ancaman bagi keberlangsungan pasar tradisional.

TANJUNGPINANG – Pedagang pasar tradisional juga mulai mengeluhkan sepinya pembeli beberapa tahun terakhir ini. Apalagi kondisi pasar mulai kumuh. hal itu diperparah lagi dengan maraknya orang yang berjualan di lorong-lorong dan pinggir jalan,yang membuat pembeli tak mau masuk ke dalam pasar.

”Saat ini Pasar Baru sepi pembeli, mungkin masyarakat malas ke pasar karena akses jalan yang sempit. Di lorong-lorong saja penuh orang berjualan,” kata Barel salah seorang pedagang di Pasar Baru, saat berdialog dengan Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, HM Jurmadi Esram, Rabu (14/6) di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang.

Hal sama juga disampaikan para pedagang lainnya. Menurut Sri Salami di Pasar Baru II jalan semakin sepi. Pembeli mau jalan saja sulit karena jalan penuh sampah-sampah sayuran. Ditambah lagi pintunya pada rusak semua akibatnya pedagang sering kebobolan,” kata ibu Sri Salami. Para pedagang minta supaya pemerintah tegas, untuk mengembalikan kejayaan Pasar Baru dulu.

Baca Juga :  Koruptor Kembalikan Uang Rp11 M

”Kita minta para pedagang di kali lima baiknya ditertibkan. Jangan ada lagi pedagang berjualan, karena omzet pedagang yang berjualan di dalam pasar sepi pembeli,” tegasnya. Ia juga minta pemerintah untuk mempercantik pasar, supaya masyarakat betah saat belanja di pasar. Saat ini kondisi pasar seperti kumuh, sampah-sampah sayur-sayuran dibuang begitu saja. Keluhan para pedagang langsung direspon pejabat nomor satu di Kota Tanjungpinang.

”Saya memanggil bapak/ibu agar kita bisa berdiskusi. Saya ingin tahu persis kondisi pasar, apa saja masalah, dan yang dibutuhkan pedagang, sehingga kita bisa menindaklanjutinya. Yang penting kita sepakat dan komitmen untuk kembalikan fungsi pasar yang nyaman, bersih, akses jalan mudah, dan tak ada lagi aksi preman pasar,” kata Lis.

Lis Darmansyah mengungkapkan rencananya setelah lebaran, Pasar Baru akan dibenahi. Mulai dari akses jalan untuk memudahkan pembeli keluar masuk pasar. Sebelumnya para pedagang yang berjualan di lorong-lorong pasar dan pinggir jalan akan kita rapikan untuk melancarkan kegiatan pasar.

Baca Juga :  Jangan Naikan HET Gas 3 Kg

”Saya minta BUMD inventarisir para pedagang, buat surat batas waktu sampai habis lebaran nanti. BUMD harus mengambil langkah kongkrit untuk atasi masalah ini. Cari tempat sementara untuk pedagang hingga pasar baru selesai dibenahi,” tegasnya. Wako menginginkan asosiasi pedagang bisa menjadi penyambung lidah dan mendengar keluhan para pedagang, sehingga masalah yang bisa diperbaiki dan ditindaklanjuti.

”Insya Allah semua akan kita benahi, BUMD sendiri tak perlu nunggu untuk memperbaiki pintu-pintu yang rusak dan penataaan pasar ikan, segera tindaklanjuti,” tegasnya.

Menurut Lis, terkait sewa menyewa kios/tempat jual ikan nanti kita buat sistemnya, misalnya melalui sistem online. Jadi tidak ketemu orangnya langsung supaya adil bagi semua pedagang. Pria berkulit coklat ini bertekad untuk menghidupkan kembali pasar kota lama dengan cara-cara kreatif.

”Pasar kota lama tak boleh mati. Rencananya dari Jalan Merdeka sampai Jalan Tengku Umar akan ada Mobil Toko atau Moko. Konsepnya Tanjungpinang Night Market yang dibuka mulai pukul 17.00 sampai jam 01.00 dinihari,” tegas Lis.

Baca Juga :  Sekolah di Tanjungpinang Barat Harus Berbenah

”Bagi pedagang yang berminat bisa mengajukan usulan kreditnya, kredit yang diberikan pun murah, bapak/ibu bisa berjualan apa saja, kecuali makanan yang basahan, silahkan berjualan asal bisa menjaga kebersihan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, HM Juramadi Esram berharap, ke depan pasar tradisional bisa tertata rapi seperti pasar baru yang sudah kita rehabilitasi. Tahun depan pemerintah akan melakukan rehabilitasi Pasar Potong Lembu, termasuk Pasar Baru I akan dibenahi secara bertahap melalui bantuan dana APBN dan Provinsi Kepri.

”Pasar tradisional harus bersaing dengan pasar modern. Supaya masyarakat senang berbelanja di pasar tradisional, ini tantangan bagi kami dalam melayani masyarakat, supaya pasar bisa menjadi tempat yang nyaman, aman, dan bersih,” tegasnya. Ia juga minta agar pedagang tidak membuang bekas-bekas sayuran ke saluran atau sampai di got atau lorong-lorong. Di pasar ada tim kebersihanya, jangan membuat sampah bukan pada tempatnya.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here