Passing Grade Tes CPNS Diubah!

0
1295

Banyak Gagal Ujian se-Indonesia

Standar nilai kelulusan atau passing grade tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dianggap terlalu tinggi. Sehingga banyak peserta yang gagal dan tak memenuhi kuota. Kejadian ini hampir merata di Indonesia. Karena itu, ada kemungkinan passing grade akan diubah.

TANJUNGPINANG – PESERTA tes CPNS menyatakan soal tes yang harus dikerjakan sulit dan waktu yang diberikan terlalu singkat. Soalnya panjang, sementara waktunya singkat.

Keluhan itu hampir merata dialami peserta tes CPNS di Kepri. Sehingga, banyak daerah di Kepri yang tidak memenuhi kuota CPNS karena yang lulus terlalu sedikit.

Tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2018 pun sedang menyusun opsi dalam mengatasi banyaknya peserta CPNS yang tidak lulus ujian SKD. Salah satu opsi adalah menurunkan nilai kelulusan alias passing grade. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menyampaikan, hal tersebut kini dibahas bersama para anggota Panselnas.

”Opsinya, penurunan passing grade,” ujarnya kepada wartawan, Senin (12/11).

Saat ini sedang finalisasi seberapa besar nilai kelulusan akan diturunkan. Hal itu dengan mempertimbangkan beragam faktor yang belum bisa dirincinya.

Dia mengatakan akan menyampaikan informasi berikutnya setelah pembahasan final. Ia mencontohkan, passing grade mau diturunkan 10 poin, 20 poin, 30 poin. Ini yang belum diputuskan.

Baca Juga :  Jadikan Masjid Sarana Menyebar Ilmu

Namun dia menjelaskan itu bukan satu-satunya opsi yang bisa dilakukan. Salah satu opsi lainnya adalah menerapkan sistem kelulusan berdasarkan peringkat nilai atau ranking. Jika ini yang diterapkan maka passing grade tidak berlaku.

Jadi, opsinya ada dua. Passing grade diturunkan atau menggunakan perangkingan. Salah satu yang akan dipilih. Ini yang sedang dibicarakan.

Pemkab Karimun juga menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait hasil tes CPNS yang sangat rendah. Jumlah pelamar 3.466 orang. Setelah diverifikasi menjadi 2.624 orang. Kemudian, saat tes yang hadir sebanyak 2.451 orang. Tidak hadir sebanyak 123 orang.

Jumlah aparatur yang diterima atau alokasi sebanyak 227 orang. Termasuk 5 formasi khusus. Saat peserta menjalani Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaaan (TWK) Tes Intelegensia Umum (TIU) kemudian Tes Karakteristik Pribadi (TKP), dari 2.451 yang mengikuti seleksi ada 52 orang lulus SKD.

Sebagaimana diketahui, formasi guru yang dibutuhkan sebanyak 113 orang dan yang dinyatakan lulus SKD 12 orang. Kemudian tenaga kesehatan dibutuhkan 72 orang yang lulus SKD 22 orang untuk Teknis dibutuhkan 40 orang yang lulus 18 orang.

Baca Juga :  Menteri Susi Diskusi di Kedai Kopi

Di Pemko Tanjungpinang, kuota yang diberikan 237 orang dan yang lulus passing grade baru 96 orang. Yang mengikuti tes menggunakan sistem CAT sejumlah 2.588 orang.

Kepala BKSDM Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan menuturkan, belum mengumumkan ke website, karena masih menunggu keputusan dari panitia seleksi nasional (Panselnas) terkait kekurangan kuota yang dibutuhkan.

”Nanti kita tunggu keputusan Panselnas dulu, jangan kita umumkan sekarang ternyata nanti berubah lagi,” uajrnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (12/11) sore.

Ia menuturkan, persoalan ini bukan hanya terjadi di Tanjungpinang saja namun secara nasional. Terkait solusinya, ia menuturkan masih menunggu. Apakah akan melakukan ujian ulang atau menurunkan passing grade sehingga memenuhi kuota yang dibutuhkan.

Bila tidak, maka bisa hanya menerima yang lulus saja, yang artinya kekurangannya diajukan kembali pada periode berikutnya.

”Kita menunggu saja karena sampai saat ini belum ada kabar,” paparnya.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilwahyu menuturkan, terkait kekurangan kuota CPNS perlu dipertanyajan kembali ke pusat. Sebab panitianya merupakan pusat sedangkan daerah tidak begitu terlibat.

Menurutnya, sistem tes yang dilakukan sekarang perlu dievaluasi, bukan sistem CAT-nya tapi soal-soalnya. Menurutnya, soal yang diberikan harus sesuai dengan bidang yang dilamar.

Baca Juga :  Ikuti Senam Sehat, Dapat Motor

”Soal yang diberikan sekarang tidak ada sama sekali dengan bidangnya, jadi perlu dievaluasi. Wajar jika tidak semua orang memahami soal diberikan karena tidak ada kaitannya dengan kerjaannya,” ungkapnya.

Di Pemkab Bintan, dari 1.920-an peserta yang ikut tes CPNS, hanya 61 orang atau 3,1 persen yang memenuhi standar passing grade.

Ami Rofian Kabid Mutasi BKPPD Kabupaten Bintan mengatakan, ujian SKD melalui CAT dilaksanakan selama 9 hari, mulai Jumat (2/11) sampai dengan Sabtu (10/11) di Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bintan.

”Jumlah peserta 61 orang yang memenuhi passing grade itu adalah, berdasarkan laporan BKN yang kami dapatkan. Tapi, berapa orang jumlahnya dari tenaga kesehatan, pendidikan dan teknis, belum tahu detailnya. Senin ini, kami cek lagi rincinya,” terang Ami.

Bupati Bintan H Apri Sujadi berharap agar pemerintah pusat memperhatikan hasil seleksi SKD penerimaan CPNS ini. Pemkab Bintan berharap Kemenpan-RB membuat regulasi atau kebijakan khusus, guna mengisi formasi yang telah disediakan. (fre/dlp/yon/mas/net)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here