PDAM Hentikan Produksi Air Bersih

0
671
DUA pegawai PDAM Tirta Kepri meninjau Waduk Gesek, Sabtu (9/3). Sejak Minggu (10/3) kemarin, PDAM menghentikan produksi air bersih dari waduk itu karena air baku sudah mengering.F-martunas/tanjungpinang pos

Air Baku Waduk Gesek Kering

Pihak PDAM Tirta Kepri menghentikan sementara produksi air bersih dari Waduk Sei Gesek sejak, Minggu (10/3) kemarin. Penyebabnya, air baku sudah mengering di waduk tersebut.

TANJUNGPINANG – Kepala Bidang (Kabag) Teknik PDAM Tirta Kepri, Wahyu mengatakan, produksi air bersih akan segera dilakukan kembali apabila waduk sudah terisi lagi. Ia berharap hujan yang turun kemarin sore bisa mengisi waduk itu.

Dijelaskannya, Sabtu (9/3) sore, air tidak bisa lagi mengalir ke kanal karena isinya sudah kosong. Sehingga, mesin tidak bisa lagi memompa air ke IPA (Instalasi Pengelolaan Air).

”Sabtu kita masih produksi, meski terbatas. Dan sejak hari ini (Minggu) kita sudah hentikan produksi air di Dam Gesek. Airnya tidak ada lagi. Kanal sudah kosong,” ujar Wahyu kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (10/3) siang.

Pada Sabtu siang, Wahyu sengaja mengajak wartawan koran ini meninjau Waduk Gesek untuk melihat kondisinya. Saat itu, Wahyu mengatakan, apabila hujan tidak turun Minggu dan Senin (hari ini), maka paling lama, Selasa (12/3) waduk tersebut berhenti beroperasi.

Ternyata, penghentian operasi produksi air bersih lebih cepat dari perkiraan Wahyu. Air di waduk sudah tak ada lagi. Produksi harus dihentikan.

Saat produksi masih berjalan Sabtu lalu, kapasitasnya tinggal 5 liter/detik. Padahal, IPA di waduk itu bisa memproduksi air hingga 80 liter/detik.

”Inilah yang tersisa. Makin sedikit air masuk ke kanal, produksi kita makin kecil juga. Apabila isi waduk banyak, maka makin banyak air yang masuk ke kanal. Kalau air di kanal banyak, produksi juga tinggi,” ujarnya seraya menunjuk ke arah kanal itu.

Baca Juga :  Investor Lirik Perikanan Lingga

Air waduk mulai turun sejak beberapa pekan ini akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Sementara produksi air bersih terus dilakukan. Air di waduk terus diolah menjadi air bersih, namun air baku yang masuk kosong karena hujan tak turun.

Air yang mengalir ke waduk dari beberapa titik Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak seimbang dengan jumlah air bersih yang diproduksi sekitar 80 liter/detik atau sekitar 4.800 liter/menit, sekitar 288.000 liter/jam.

Produksi air 1 liter/detik bisa melayani 80 pelanggan. Produksi air bersih Sei Gesek maksimalnya 80 liter/detik. Artinya, total pelanggan yang bisa dilayani waduk itu sekitar 6.400 pelanggan untuk kelas rumah tangga.

Saat ini, pelanggan yang dilayani dari waduk tersebut 4.800 pelanggan. Namun, sejak kondisi air di Waduk Gesek menurun, maka tidak bisa lagi melayani 4.800 pelanggan tersebut.

Terakhir, pelanggan yang bisa kebagian air sejak krisis itu hanya 600 pelanggan saja. Sedangkan sisanya 4.200 pelanggan harus dilayani dari Waduk Sei Pulai.

Secara sederhana, kerja distribusi air bersih dimulai dari air baku di waduk yang masuk ke kanal. Lalu mesin memompa air dari kanan ke IPA lalu diolah menjadi air bersih. Selanjutnya, dari IPA ini, air bersih disalurkan melalui pipa-pipa dengan tekanan yang kuat agar bisa sampai ke pelanggan.

Baca Juga :  1,6 Ton Sabu Masuk Kepri

Dibebankan ke Waduk Sei Pulai
Sekitar 4.200-an pelanggan PDAM yang selama ini distribusi airnya dari Sei Gesek, kini dilayani dari Waduk Sei Pulai. Akibatnya, beban Waduk Sei Pulai bertambah.

Sabtu lalu, kondisi air baku di Waduk Sei Pulai sekitar 2,8 meter. Sejak bertambahnya beban waduk ini, maka air baku di waduk tersebut cepat turun yakni 5-6 Cm per hari.

Hingga saat ini, produksi air bersih dari Waduk Sei Gesek sekitar 180 liter/detik. Kapasitas produksi ini harus dipertahankan agar bisa mengaliri seluruh pelanggan termasuk yang dialihkan dari Waduk Sei Gesek.

Budianto, Kasubag Produksi PDAM Tirta Kepri mengatakan, karena beban produksi IPA Sei Pulai bertambah, penurunan debit air pun makin cepat setiap hari.

Apabila hujan tidak turun dalam sepekan ini, maka kondisi air waduk tinggal 2,5 meter kurun waktu 5-6 hari ke depan.

”Kalau kondisi air di Waduk Sei Pulai sudah 2,5 meter, maka kita akan buat produksi terjadwal. Inilah yang kita lakukan seperti tahun-tahun sebelumnya ketika musim kemarau,” jelas Budianto di Waduk Sei Gesek, Sabtu lalu.

Produksi terjadwal yang dimaksud adalah, mesin akan hidup 3 hari, kemudian mati satu hari. Demikian jadwal air di pelanggan, air mengalir 3 hari, mati 1 hari.

Antar Air Pakai Lori
Dwi Purbo, Kasi Produksi IPA Sei Gesek mengatakan, untuk pelanggan Waduk Gesek sebanyak 600 pelanggan yang tidak lagi dilayani, maka akan dibantu pihak PDAM.

Baca Juga :  Polisi Curiga, Pejabat PU Pemprov Diperiksa

”Nanti kita antar air ke titik-titik tempat tinggal pelanggan. Kita punya tiga lori kapasitas 4.000 liter. Yang jelas, tidak bisa maksimal. Tapi tetap kita bantu,” jelasnya.

Untuk mengantar air ke rumah penduduk, pihaknya akan kerja sama dengan perangkat RT-RW. Tujuannya untuk menetapkan titik penampungan air lori kiriman itu.

Kemungkinannya, air yang akan diterima pelanggan tidak sampai 1.000 liter per pelanggan. Sebab, tiga lori sekali jalan hanya bisa membawa 12.000 liter. Dan air ini akan disebar di beberapa titik sesuai kesepakatan warga dan RT-RW.

Pihak PDAM tidak akan mengantar air hingga ke depan rumah warga. Namun, lori akan hadir di titik kumpul yang ditentukan. Dari situlah disalurkan ke rumah-rumah warga.

Apabila kemarau masih berkepanjangan, maka pihaknya juga akan kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang dan Pemprov Kepri serta pihak lain yang bisa membantu masyarakat.

Sebenarnya, kata dia, selama ini mereka sudah mengantar air pakai lori ke beberapa pelanggan terutama yang lokasinya tinggi dan jauh dari waduk. ”Sudah ada juga yang kekeringan air. Makanya, kita antar. Tak masih sebagian (kecil) lah,” tambahnya.

Mengantar air pakai lori ke pelanggan tentu membebani biaya operasional PDAM. Namun, pelayanan itu harus tetap diberikan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here