Pedagang Kesulitan Cari Pisang Tanduk

0
3659
STOK PISANG: Pedagang buah di Bincen menunjukkan stok pisang lilin dan kepok yang ada di gudangnya.F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kini warga kesulitan mencari pisang tanduk. Hal ini dikarenakan pemasok pisang dari berbagai daerah tidak mengirim karena para petani belum ada yang panen. Hal ini dikatakan salah satu pedagang buah-buahan di Pasar Bestari Bintancenter (Bincen) Tanjungpinang, Awal Ginting kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (10/9).

Ia menuturkan, para pembeli kini kelimpungan mencari pisang tanduk yang biasa diolah menjadi pisang goreng, pisang bakar atau keripik pisang. Bila ada stok, dalam sehari ia mengaku dapat menjual sekitar 60-80 kilo per hari kepada pelanggannya. Dengan harga sekitar Rp 10 ribu per kilo. ”Sudah hampir seminggu terakhir ini tak ada pisang tanduk. Para pembeli juga mengaku kewalahan mencari,” kata Awal Ginting.

Baca Juga :  Petugas Kebersihan Minta Kenaikan Gaji

Menurutnya kelangkaan ini bukan hanya di pasar buang Bincen tetapi hampir semua pedagang pisang dan buah di berbagai tempat di Tanjungpinang. Pisang tanduk yang selalu dijualnya, berasal dari luar daerah Kota Tanjungpinang, yakni Guntung dan Kalimantan. Kalau dua daerah tersebut sedang tidak musim, maka ia tidak bisa menjual kepada pelanggan setianya. ”Macam ginilah, kosong pisang tanduk kita pun kebingunan mencari,” ucap dia dengan nada lemah.

Ia sempat heran, kenapa petani di Kota Tanjungpinang, tidak berminat menanam pisang tanduk di kebun miliknya. Padahal, menurutnya, pisang tanduk banyak dicari. Terutama untuk pedagang goreng dan pembuat keripik pisang. ”Pisang tanduk itulah yang selalu dibeli penjual gorengan,” terang dia.

Baca Juga :  HUT YRSC Kedua Kunjungi Panti Asuhan

Kalau tak ada, baru pembeli memilih dua jenis pisang pengganti. Diantaranya pisang lilin dan pisang awak. Dua jenis pisang ini yang kini diburu pedagang gorengan. Hal ini dikuatkan, setiap hari ia menjual kedua jenis pisang tersebut kisaran 60 hingga 80 kilo per hari.

Yang membeli itu baru pelaggan biasanya, belum lagi ditambah para ibu-ibu rumah tangga yang hanya sesekali. ”Yang saya tau para pelanggan membeli kedua jenis pisang ini, sembari emnunggu pisang tanduk ada kembali,” paparnya.

Saat ini, ia hanya menjual jenis pisang lilin, pisang awak, pisang kepok hingga pisang 40 hari. Ia menjual harga isang lilin dan pisang kepok senilai Rp 7 ribu per kilo. Sedangkan pisang 40 hari lebih murah yaitu Rp 6.500 per kilo hingga Rp 7 ribu per kilo.

Baca Juga :  Hujan, Petani Sayur Merugi

Sedangkan pisang kepok, harganya lebih mahal yaitu Rp 9 ribu per kilo.
Meski demikian, ia mengaku jenis pisang lain juga laku. Tergantung dari kebutuhan, misalnya pisang 40 hari akan dibeli untuk pencuci mulut saat ada acara serta jenis pisang lainnya. ”Jenis pisang lain juga laku tapi tak terlalu banyak, berbeda dengan pisang tanduk,” imbuhnya.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here