Pedagang Potong Lembu Segera Tempati Kios Baru

0
164
LORONG Gambir Tanjungpinang merupakan proyek lanjutan yang rencananya akan revitalisasi BUMD Tanjungpinang. F-suhardi /tanjungpinang pos
Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Pemko dan BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) Kota Tanjungpinang, kembali mengumpulkan para pedagang Potong Lembu, Kamis (23/1) kemarin. 161 pedagang segera menempati kios baru.

PELANTAR – PERTEMUAN pedagang dengan Pemko dan BUMD PT TMB tersebut, sekaligus menyosialisasi terkait lapak jualan, menjelang diresmikannya pasar baru di Potong Lembu. Peresmian ini dilakukan setelah direvitalisasi di tahun anggaran 2019 lalu, sudah selesai.

Kadisperdagin Ahmad Yani didampingi Dirut BUMD Kota Tanjungpinang Fahmi menjelaskan, jumlah lapak yang ada di pasar baru Potong Lembu, sekitar 161 lapak. Dia berharap para pedagang memperhatikan kebersihan dan ketertiban pasar, setelah direvitalisasi pada 2019 lalu, dan saat ditempati nanti.

”Terdapat 161 kios, hampir seluruh kios sudah baru. Kami minta jaga ketertiban. 161 kios, diantaranya terdiri dari 28 kios blok A, 24 kios blok A dalam, 36 kios blok B, meja sayur 24, meja ikan 48 dan ditambah 1 kios baru,” sebut Ahmad Yani kepada wartawan, Kamis kemarin.

Meski sudah direvitalisasi, kawasan tersebut tidak mengubah estetika yang ada. Mulai dari tata letak bangunan, hanya saja beberapa struktur bangunan yang sudah tidak layak diganti dan diperbaiki. Namun untuk pedagang yang berjualan, tidak ada perubahan sedikit pun jumlahnya, sama dengan lapak yang ada di pasar tersebut.

”Jumlah pedagang sekitar 160 orang. Hari ini kita data kembali,” terangnya.

Lapak yang disewakan kepada pedagang, tidak terbuka untuk pedagang baru, jika pedagang lama tetap ingin berjualan di lokasinya yang lama.

”Jika masih ada yang kosong, kita sewakan ke pedagang yang ingin berjualan. Tapi, tetap kita prioritaskan kepada pedagang lama, terlebih dahulu,” ungkapnya.

Pegawai Bidang Usaha BUMD Tanjungpinang Zohran menambahkan, lapak jualan di pasar baru Potong Lembu pascadirevitalisasi, masih menggunakan tarif lama. Mulai dari Rp90 ribu sampai Rp150 ribu per bulan.

”Untuk lapak sayur dan ikan, diambil per hari. Dengan sewa per harinya sebesar Rp600,” bebernya.

”Di pasar ini, semua ada. Mulai dari yang jualan basah, kering, pakaian, alat elektronik dan lainnya,” sebutnya.

Sebelumnya, Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, akan merevitalisasi seluruh kios di kawasan Potong Lembu.

Pekerjaan tersebut akan dilaksanakan tahun 2019. Proyek ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp2,7 miliar.

Kabid Perdagangan Disperdagin Kota Tanjungpinang, Desi Afriyani menuturkan, bukan hanya kios di Potong Lembu. Nantinya Pasar Baru I juga akan dibenahi dengan anggaran Rp800 juta.

Dari anggaran yang ada, pemerintah membangun dan menggantikan lantai lama dengan yang bagus. Rencananya, pemerintah juga akan mengganti pintu serta atap yang rusak disetiap kios. Setelah di Potong Lembu, 2020 ini direncanakan Pemko juga mulai merevitalisasi kawasan Pasar Baru.

Seorang pedagang Aciang merasa senang, segera menempati kios baru tersebut.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here