Pelabuhan Sijantung Terbengkalai

0
841
Tinjau pelabuhan: Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Jamhur saat meninjau kondisi pelabuhan SIjantung, Galang beberapa waktu lalu. F-istimewa

Batam – Pemerintah Provinsi Kepri sudah membangun pelabuhan Sijantung di Galang, Batam dengan anggaran sekitar Rp17,3 miliar. Pelabuhan ini dibangun untuk memperpendek jalur pelayaran antara Batam dan Lingga.

Sehingga, hasil produksi pertanian Kabupaten Lingga bisa dipasarkan di Batam kalau transportasinya sudah membaik. Namun kini pelabuhan itu tidak juga berfungsi. Padahal, proyeknya sudah selesai sejak tahun lalu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Yusfa Hendri mengakui, Pelabuhan Sijantung sudah selesai dibangun. Namun, untuk pemanfaatannya belum dilakukan.

Alasannya, angkutan jalur darat ke pelabuhan dari Batam belum ada. Sehingga belum ada operator kapal Batam-Lingga, yang memanfaatkan jasa pelabuhan ini.

Baca Juga :  Ingin Batam Maju, Mulai dari Anak

”Pelabuhan Sijantung sudah selesai dibangun tahun lalu. Terlalu jauh kesana,” kata Yusfa.

Pelabuhan Sijantung sendiri merupakan pelabuhan yang dibangun saat Dinas Perhubungan Kepri dipimpin Muramis. Sementara Kadishub Batam dipimpin Zulhendri.

Alasan pembangunan saat itu, memperpendek jalur pelayaran dan mendukung distribusi bahan pangan dari Lingga. Jika Batam-Lingga (Sekupang) ditempuh delapan jam, maka lewat pelabuhan Sijantung dapat di tempuh empat jam.

”Transportasi darat ke Sijantung dari Batam masih kendala. Sehingga operator kapal dan warga enggan memanfaatkan pelabuhan,” beber Yusfa.

Baca Juga :  Rudi Bagi Sembako, Anggota Dewan Kesal

Pelabuhan Sijantung sendiri terletak di Galang dengan jarak tempuh dari Batam sekitar satu jam lebih, menggunakan transportasi darat. Terkait dengan solusi yang disiapkan, Yusfa belum dibahas dengan pemerintah provinsi.

”Harus dibahas dengan Pemprov dulu untuk pemanfaatannya, karena itu dibangun bersama,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemprov dan Pemko memulai pembangunan pelabuhan Sijantung, tahun 2014. Kelanjutan pembangunan awalnya akan dilakukan tahun 2015. Namun tertunda karena anggaran dan baru dilanjutkan serta selesai tahun 2016.

Sementara, untuk pengoperasian pelabuhan, direncanakan akan dilakukan PT Pelabuhan Kepri dan badan usaha kepelabuhan (BUP) Batam.

Baca Juga :  SWRO Belakangpadang Beroperasi

Setelah pelabuhan dibangun, Kadishub Kepri saat pembangunan berlangsung tahun 2016, merencanakan mengundang operator kapal, seperti Baruna, Marina, Dumai Expres dan lainnya. Mereka akan diajak untuk membuka pelayaran Lingga-Sijantung.

Pengerjaan pelabunan Sijantung disiapkan Pemko dan Pemprov Kepri. Untuk pembiayaan, Pemprov menganggarkan dana Rp10,3 miliar. Sementara dari Pemko, Rp7 miliar lebih. Khusus tembok pengaman, baru akan dianggarkan 2015. Luas lahan yang digunakan untuk pelabuhan, sekitar 1,5 hektar.(Martua)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here