Pelabuhan Tak Punya Ruang Tunggu

0
461

NATUNA – PELABUHAN Selat Lampa hingga kini belum memiliki fasilitas penunjang, seperti ruang tunggu penumpang dan sarana pendukungnya. Akibatnya calon penumpang yang akan melakukan penyeberangan menggunakan KM Bukit Raya, harus duduk di bahu jalan pelabuhan dan bangunan kosong di sekitar lokasi.

Padahal, ruang tunggu merupakan salah satu sarana utama dan penting yang harus tersedia untuk umum. Hal itu untuk menjamin keamanan, serta kenyamanan calon penumpang saat berada di pelabuhan.

”Cepat atau lambat pemerintah harus memperhatikan kenyamanan calon penumpang kapal laut. Saat ini, ruang tunggu di Pelabuhan Selat Lampa bisa dikatakan tidak ada apa-apa alias kosong melompong,” kata Rohayatin, calon penumpang KM Bukit Raya tujuan Kijang, kemarin.

Bahkan, calon penumpang yang ingin bersantai dan mendapatkan tempat duduk dengan nyaman harus mengeluarkan uang tambahan dengan cara membeli makanan dan minuman di warung makan yang berjejer di kawasan Pelabuhan Selat Lampa. ”Tujuannya belanja di warung, tentu supaya bisa duduk santai dan gak kedinginan,” ungkapnya.

Di usia Kabupaten Natuna yang lebih kurang 17 tahun, seharusnya fasilitas ini sudah bisa dipenuhi. Sebab, sebagai daerah kepulauan, arus penyeberangan orang di Natuna cukup padat.

”Keseriusan pemerintah dalam membangun daerahnya, dapat dilihat dari pembangunan pintu masuk ke sebuah daerah seperti bandara dan pelabuhan penumpang. Memang sekarang untuk bandara sudah bagus. Tinggal pelabuhan penumpang saja yang masih ketinggalan jauh dari daerah lain,” paparnya.

Begitu juga dengan Wastiyah (46) ia mengaku miris, disaat pemerintah gencar melakukan pembangunam infrastruktur tetapi satu hal terlewatkan yakni soal kenyamanan dan keamanan masyarakat saat berada di pelabuhan penyeberangan. ”Semoga hal ini jadi perhatian pemimpin daerah ini,” tandasnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here