Pembangunan Desa Terus Digesa

0
464
GELIAT pembangunan di Desa Rewak terus digesa seperti akses jalan antardesa yang sudah diaspal belum lama ini. f-indra gunawan/TANJUNGPINANG POS

Percepatan pembangunan di Desa Rewak Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Saat ini, akses jalan aspal sekitar 2.700 meter terus dikerjakan oleh kontraktor dengan nilai anggaran Rp18 miliar anggaran.

ANAMBAS – Pada bulan Oktober 2018 mendatang, akan ada lagi proyek dari Pemerintah Pusat yakni pemasangan tiang listrik dari Desa Landak menuju Desa Rewak dan sekitarnya.

”Alhamdulilah geliat pembangunan tahun 2018, untuk kampung kami cukup sangat tinggi dan hal itu perlu diapresiasi. Tentu kita sangat bersyukur sekali, atas perhatiannya dari Pemda maupun Pemerintah Pusat,” kata Darwis, selaku anggota BPD Desa Rewak kepada wartawan ketika ditemui, Selasa (18/9).

Menurutnya, bukan hanya akses jalan saja yang sudah dilakukan pembangunan tetapi tower untuk akses sinyal telekomunikasi 2G juga sudah ada.

Baca Juga :  PKK Gelar Jambore Kader

Untuk sinyal internet, masyarakat menumpang di sekolah menggunakan wifi nusantara program dari Kemenkominfo RI. ”Kalau soal komunikasi sudah baik dan dinilai sudah cukup,” ucap Darwis.

Ia menambahkan, sejauh ini masyarakat Desa Rewak menikmati aliran listrik menggunakan mesin genset yang dikelola oleh pihak desa melalui lembaga desa yang ada. Namun listrik nyala hanya 6 jam saja, dimulai dari pukul 17.30 sampai 23.30 malam setelah itu listriknya padam.

”Rata-rata masyarakat harus mengeluarkan biaya pembayaran untuk listrik selama 6 jam pemakaian, biayanya mencapai sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu perbulannya. Kami terpaksa, ketimbang tidak ada listrik,” tambah dia.

Jika memang wacana terkait tiang listrik akan tiba, dan dilakukan pemasangan di desanya maka dari itu dinilai sudah lengkap kebutuhan yang sangat diharapkan desa selama ini.

Baca Juga :  Ribuan Obat Bebas Terbatas Dimusnahkan

”Kami merasa cukup puas dan bangga atas perhatian dan kepedulian pemerintah, dalam segi pembangunan yang dilaksanakan saat ini,” ungkap dia.

Sedangkan warga lainya, Rahmat mantan pegawai desa kini sebagai tokoh masyarakat Desa Rewak mengatakan, benar kini pemerintah sangat memperhatikan sejumlah pembangunan di desanya. Namun, ia masih berharap akan ada lagi pembangunan lainnya seperti membangun talud air sungai dengan lebar sekitar 10 meter dan panjang sekitar 700 meter.

”Pembangunan talud ini sudah sering diusulkan, hingga saat ini belum direalisasikan dan itu penting agar aliran sungai tidak mengalami banjir,” sebut Rahmat.

Baca Juga :  Harga Tinggi, Warga Tetap Beli Ikan

Ia juga mengatakan, jumlah penduduk di Desa Rewak sekitar 700 jiwa dan mayoritas bekerja sebagai buruh serabutan.

Artinya, sulit ditentukan pekerjaan apa yang dilaksanakan oleh mayoritas masyarakat di sini sangat bergantung dengan kerja proyek.

Kalau musim cengkih, lanjut Rahmat, masyarakat akan kerja memanjat pohon cengkih dan jika ada pembeli pisang mereka jual pisang.

”Sulit ditentukan kerja apa yang harus disebutkan. Kalau boleh saya sebut yakni pekerjaan wiraswastalah. Apa saja yang menghasilkan uang, yang penting tidak melanggar peraturan perundang-undang yang berlaku. Kerja yang yang halallah pastinya,” tuturnya. (INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here