Pemegang Kartu BPJS Bisa Nginap di VIP dan VVIP

0
5374
Salah satu ruang inap yang baru dioperasikan di RSUD Raja Ahmad Tabib, Batu 8.f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang telah menambah dua lantai ruang rawat inap. Dua ruang rawat inap berada di lantai 7 dan 8.

Lantai 7 terdapat ruang rawat inap flamboyan dengan jumlah ruangan delapan kamar dan 16 tempat tidur pasien yang merupakan fasilitas untuk kelas 1.

Sedangkan di lantai 8 terdapat ruang VIP dan VVIP yang disebut ruang Engku Puteri Raja Hamidah. Ruang rawat inap ini terdapat delapan kamar dan delapan tempat tidur. Rencananya, dua lantai ruang rawat inap ini aka diresmikan oleg Gubernur Kepri 20 Februari mendatang.

Meskipun belum diresmikan, dua ruang rawat inap ini sudah menampung pasien yang sedang menjalani rawat inap.

Baca Juga :  30 Rumah di Dompak Terendam Banjir

”Yang ramai pasiennya di kelas 1. Karena hampir semua kamar ada pasien. Ada juga pasien yang diinapkan di VIP. Tapi, tidak begitu ramai dibandingkan kelas 1,” kata Kasubag Informasi dan Pemasaran RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Muhammad Safei kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (6/2).

Ada perbedaaan di dua ruang rawat inap. Setiap ruang rawat inap di kelas 1 terdapat dua tempat tidur, kamar mandi dan ditambah dengan fasilitas pendukung lainnya. Seperti televisi, tempat duduk dan pendingin ruangan, yaitu AC.

Baca Juga :  Antre KTP-el Sampai 58.000

Sedangkan setiap ruang VIP dan VVIP memiliki satu tempat tidur, kamar mandi ditambah dengan fasilitas pendukung lainnya. Seperti televisi, pendingin ruangan (AC), tempat duduk, meja makan keluarga, kitchen set dan kulkas.

”Kalau VVIP ruangnya lebih besar dibandingkan VIP,” kata Kepala Ruangan Engku Puteri Raja Hamidah, Eva Elmiati disela menunjukkan ruangan VVIP yang dimiliki RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang.

Kelebihan lainnya, kata Eva, bagi pemegang kartu BPJS Kesehatan bisa menikmati ruang inap VIP atau VVIP. Karena pasien tersebut akan diberikan paket inap serta perawatan hingga sembuh. Paket tersebut tergantung dari jenis penyakit dan diagnosa dari dokter bersangkutan.

Baca Juga :  Warga Kepri di Sumbar Komit Jaga NKRI

Misalnya, pasein demam berdarah didiagnosa oleh dokter sampai tujuh hari. Paket yang ditawarkan oleh pihak rumah sakit sekitar Rp 5 juta. Nanti, pasien hanya menambah biaya sebesar 75 persen dari total paket yang diberikan pihak rumah sakit. Sebab, pihak BPJS Kesehatan hanya menanggung 25 persen pembiayaan pasien tersebut.

”Kalau iuran BPJS ditanggung atau dibantu dari pemerintah tidak bisa memanfaatkan menggunakan ruangan VIP atau VVIP,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here