Pemkab dan Kemensos RI Tutup Dua Lokalisasi di Bintan

0
346
BUPATI Bintan H Apri Sujadi menandatangani komitmen dan berita acara penutupan lokalisasi di Bintan, disaksikan Waskito Budi Kusumo, Edi Yusri dan FKPD, di Kampung Bukit Senyum Km 79, kemarin.

Bakal Disulap Jadi Kawasan Industri Kreatif

Kementerian Sosial RI bersama Pemkab Bintan resmi menutup aktivitas prostitusi di dua lokalisasi wilayah Bintan, Bukit Senyum Km 78 dan Bukit Indah Km 24, Senin (16/9) kemarin. Dua kawasan ini bakal disulap menjadi kawasan industri kreatif, pada masa mendatang.

BINTAN – PENUTUPAN lokalisasi di dua tempat wilayah Kabupaten Bintan, dilakukan secara resmi oleh Kementerian Sosial RI yang diwakili Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Waskito Budi Kusumo, dan Bupati Bintan H Apri Sujadi. Turut hadir Sekda Bintan Adi Prihantara, Kadinsos Bintan Edi Yusri, Siti Maryam mewakili Dinas Sosial Kepri, pimpinan FKPD, tokoh agama, pemuka masyarakat dan pemuda, dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bintan.

Penutupan dua lokalisasi tersebut disejalankan dengan pemberian bantuan dan pemulangkan 56 orang penghuni ekslokalisasi (WTS), yang berasal dari lokalisasi Km 24 Bukit Indah, Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya dan lokalisasi Bukit Senyum Km 79, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara.

Baca Juga :  Gardu PLN Tanjunguban Nyaris Terbakar

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bintan Edi Yusri menjelaskan, pendataan penghuni ekslokalisasi yang dipulangkan ini dilakukan sejak awal 2019. Tercatat jumlah WTS di lokalisasi Bukit Senyum sekitar 91 orang. Sedangkan di lokalisasi Bukit Indah Km 24 sekitar 59 orang WTS. Lalu bulan Juli 2019 lalu, Dinsos Bintan kembali melakukan pendataan. Jumlah WTS di lokalisasi Km 24 menjadi sekitar 38 orang. Sedangkan di lokalisasi Bukit Senyum tersisa 43 orang.

“Pada awalnya, jumlah mereka nyaris 150 orang, di dua lokalisasi. Namun karena kita sudah menyampaikan, bahwa pada tahun 2019, lokalisasi akan tutup, sebagian besar sudah meninggalkan lokalisasi dengan sendirinya. Hingga saat ini, dipulangkan 56 orang. Mereka difasilitasi kepulangannya ke daerah asal,” jelas Edi Yusri.

Di depan puluhan penghuni ekslokalisasi dan warga setempat, Bupati Bintan H Apri Sujadi menyampaikan, penutupan lokalisasi ini merupakan program nasional, instruksi dari Presiden RI Jokowi. Tidak hanya di Bintan, lokalisasi di seluruh Indonesia harus ditutup, sesuai dengan program bebas lokalisasi dan prostitusi ini.

Baca Juga :  Wabup Inginkan Kekompakan Kaula Muda

Setelah ditutupnya aktivitas prostitusi di dua lokalisasi wilayah Bintan ini, lanjut H Apri Sujadi, tugas selanjutnya adalah mengawasi praktik prostitusi terselubung. Kemudian, kawasan ekslokalisasi ini bakal dijadikan kawasan industri kreatif. Di dua kawasan ini, warga yang tinggal akan diberikan pendampingan untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif.

“Jadi saya minta, Pak Sekda dan OPD terkait segera buat program yang bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, di dua kawasan ekslokalisasi tersebut. Yang dulunya jadi kawasan lokalisasi, nanti kita sulap menjadi kawasan industri kreatif,” demikian harapan H Apri Sujadi.

Pada penutupan lokalisasi ini, dilakukan penyerahan bantuan usaha ekonomi produktif kepada 56 orang WTS sebagai penghuni ekslokalisasi, masing-masing sebesar Rp 6 juta. Bantuan ini sebagai modal untuk menjalankan usaha di kampung halamannya.

Baca Juga :  Tak Perlu Cemas Kontak Erat dengan Bupati Bintan

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos RI Waskito Budi Kusumo menyebutkan, ada 168 lokalisasi di Indonesia. Dari jumlah itu, sudah 157 yang ditutup, dan 2 di wilayah Kabupaten Bintan. Dalam pemulangan WTS di dua lokalisasi wilayah Bintan, disediakan dana Rp283 juta untuk bantuan UEP kepada 56 WTS.

“Bantuan masing-masing Rp6 juta, untuk usaha, jaminan hidup sebesar Rp52 juta, termasuk transportasi pemulangan. Totalnya itu Rp344 juta. Kita berharap, penghuni ekslokalisasi ini kembali ke nol. Artinya, dengan modal itu, jalankan usaha yang baik,” jelasnya.

“Selanjutnya, mereka akan diberikan pendampingan oleh LSM atau organisasi sosial. Dan boleh mengajukan modal usaha tambahan. Yang Rp6 juta awal ini, adalah bantuan stimulan dulu,” tambah Waskito Budi Kusumo. (YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here