Pemkab Tunggu Hasil Audit Utang RTLH

0
929
Aunur Rafiq

Karimun – PEMERINTAH Kabupaten Karimun memperkirakan ada utang sekitar Rp 1 miliar lebih untuk pelunasan biaya rehap 46 unit rumah program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Masing-masing rumah anggarannya Rp 22 juta.

Ini merupakan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Karimun, Kundur dan Moro yang telah selesai dikerjakan 2015 lalu.

Bupati Karimun Aunur Rafiq menuturkan, pembayaran belum bisa dilakukan karena masih menunggu hasil audit dari inspektorat daerah dan BPKP. Jika ini sudah ada, kemungkinan akan segera dianggarkan agar segera dibayarkan.

Baca Juga :  Ruko Terbakar, Korban Dievakuasi dari Lantai 2

Tahun ini, diakuinya belum dianggarkan untuk melunasi utang tersebut.

Diperkirakan pelaksanaan audit membutuhkan waktu. Minimal dua bulan ke depan. Jika selesai maka akan dianggarkan pada APBD Perubahan 2017 mendatang. Tapi jika belum selesai maka kemungkinan akan dianggarkan pada APBD Murni 2018.

”Pemkab saat ini masih memiliki utang dan akan dibayarkan setelah ada hasil audit dari Inspektorat didukung BPKP,” ujarnya.

Utang tersebut ada karena dampak dari defisit anggaran pada APBD Karimun 2015 lalu. Dengan demikian maka pembayarannya terpaksa tertunda.

Baca Juga :  Tak Beraturan, Rafiq Tegur Pedagang

Ia menuturkan, tahun 2016 tidak ada program RTLH dari Pemkab Karimun. Namun, dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR) telah mengalokasikan anggaran perbaikan rumah. Jumlahnya lumayan banyak yaitu untuk 549 unit rumah.

Dinas terkait sedang melakukan verifikasi ulang, sebelum pelaksanaan kegiatan rehab rumah dari Kementerian PU PR. Tetapi diutamakan rumah yang telah tercatat pada program pengentasan kemiskinan melalui rehab RTLH di bawah tahun 2015.

Selama program rehab RTLH dilakukan sejak tahun 2010 sampai 2015, belum semua RTLH dapat direhab karena keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Karimun dan Pemerintah Provinsi Kepri.

Baca Juga :  Bangun Infrastruktur, Pemkab Gandeng Bappenas

”Informasi yang kami dapat, setelah rumah siap direhab, masih diberikan seperangkat listrik tenaga surya (LTS) ternyata sampai hari ini, fasilitas tersebut belum dipasang dibeberapa rumah, ia berharap LTS diberikan untuk mendukung kebutuhan listrik” kata Ian penerima bantuan rehab rumah di Desa Pongkar.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here