Pemko Harus Fokus Bangun Pendidikan

0
621
SISWA SMPN 6 Tanjungpinang saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMAN 4 Tanjungpinang, tahun lalu.f-tunas/tanjungpinang pos

Belum Semua SMP Terapkan UNBK

TANJUNGPINANG – Tahun ini Dinas Pendidikan Tanjungpinang tidak mengalokasikan anggaran pembelian komputer untuk menunjang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan, HZ Dadang AG kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini. ”Tidak ada alokasi anggaran untuk pembelian komputer di APBD. Tapi, kita sudah coba ajukan ke pusat,” tuturnya.

Terkait realisasi dibantu atau tidak, belum bisa dipastikan. Ini baru akan diketahui pada Februari mendatang. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan menginginkan agar sekolah di Indonesia dapat melaksanakan UNBK.

Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang membidangi pendidikan, Maskur Tilawahyu menuturkan, Pemko Tanjungpinang belum fokus membangun pendidikan yang berkualitas.

Baca Juga :  HZ Dadang Emban Tugas PB PGRI Pusat

Hal itu terlihat dari, minimnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung dan fasilitas paling penting yaitu komputer untuk melaksanakan UNBK.

Padahal, menurutnya jika Pemko fokus ingin menyediakan seluruh sarana itu sangat mungkin. Hanya saja, realisasi untuk pembangunan pendidikan itu, masih jauh dari harapan masyarakat.

”Saya juga bingung padahal, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tanjungpinang sudah dirubah, dari Kota Budaya ke Pendidikan. Meski demikian, fokus pemerintah itu kurang,” ungkapnya.

Ia menilai anggaran untuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan UNBK untuk tingkat SMP tidak menyita anggaran begitu besar. Bila disediakan sekitar Rp 5 miliar sudah dapat menyediakan komputer di 10 sekolah.

Mulai dari pembelian 40 komputer di setiap sekolah, pengadaan jaringan internet, server dan sarana pendukung lainnya. Menururtnya, anggarannya sekitar Rp 500 juta per sekolah.

Baca Juga :  Weni: Jangan Pilih-pilih Sekolah Lanjutan

”Saya rasa anggarannya tidak sampai Rp 500 juta persekolah. Inilah yang perlu terus didukung,” ungkapnya.

Di Tanjungpinang, meski jadwal pelaksanaan ujian sudah berbeda, namun belum seluruh sekolah tingkat SMP dapat melaksanakan UNBK.

Sisanya masih manual atau menggunakan Lembaran Jawaban Komputer (LJK). Dari 23 sekolah tingkat SMP hanya 12 sekolah yang dapat menerapkan UNBK. Delapan sekolah berstatus negeri yaitu SMPN 1 sampai SMPN 8 dan empat sekolah swasta.

Dari 8 sekolah negeri tingkat SMP, hanya satu sekolah yang sudah memiliki sarana dan prasarana penunjung pelaksanaan UNBK sendiri. Yaitu SMPN 1 Tanjungpinang, bahkan pelaksanaan UNBK bukan kali pertama karena sudah diterapkan sejak 2014 lalu.

Baca Juga :  Alamak, Gaji Guru Cuma Rp400 Ribu

Sedangkan tujuh sekolah lainnya, masih menumang ke tingkat SMA dan SMK di Tanjungpinang.

”Meski sudah menerapkan jadwal ujian berbeda, belum bisa seluruh sekolah di Tanjungpinang menerapkan. Disdik pun harus meminta anggaran ke pusat penyediaan komputer,” ungkapnya.

Untuk empat sekolah swasta yang menerapkan yaitu SMP Pelita Nusantara (Pelnus), Katolik, Matria dan Djuwita. Serta ke empat sekolah ini, memiliki sarana dan prasarana sendiri. (DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here