Pemko Minta PLN Sosialisasikan Tarif

0
447
FORUM RT/RW: Kadistamben Pemprov Kepri, Amjon bersama Forum RT-RW Batam membahas tentang listrik, belum lama ini. f-istimewa/humas pln batam

BATAM – Pasca pemberlakuan kenaikan tarif listrik tahap dua sebesar 15 persen, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meminta Bright PLN Batam, melakukan sosialisasi. PLN Batam diharapkan bisa meyakinkan masyarakat, untuk menerima kebijakan kenaikan tarif listrik. Sekaligus disampaikan kondisi PLN yang sebenarnya, sehingga kebijakan itu diambil.

Saran itu disampaikan Amsakar Achmad, mengingat gejolak yang muncul dimasyarakat, sejak kenaikan tarif tahap kedua yang diwarnai pembatalan. ”Sosialisasi tersebut diharapkan juga sudah termasuk di dalamnya bagaimana meyakinkan masyarakat untuk menerima kebijakan yang telah diambil demi menyelamatkan keuangan perusahaan itu,” imbau Amsakar.

Diakui Amsakar, pembahasan terkait kenaikan tarif listrik Batam, berlangsung alot, sebelum dicapai kesepakatan. Kesepakatan diingatkan, diambil sesuai dengan Peraturan Gubernur Kepri nomor 21 tahun 2017 yang dituangkan dalam petunjuk teknis dinas terkait. “Daripada byar pet menurut saya tak ada persoalan karena memang sudah komitmen,” kata Amsakar.

Sementara Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengatakan, kesepakatan yang diambil harus dihormati. Diakui, kesepakatan diambil dalam situasi dilematis, karena kenaikan tarif berimas pada masyarakat. Sementara tanpa kenaikan, menyebabkan pemadaman bergilir, seperti yang sudah terjadi. ”Apapun keputusan itu, harus kita hormati. Tapi PLN harus mensosialisasikan kebijakan itu ke masyarakat, supaya dipahami,” himbaunya.

Nuryanto meminta, selain keterbukaan PLN tentang kondisi keuangannya selalui audit kepada masyarakat, juga meningkatkan pelayanan. ”Harus diikuti dengan komitmen dalam pelayanan kelistrikan yang lebih baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Dinas Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Kepri Amjon menuturkan, bahwa Gubernur Nurdin memutuskan kenaikan listrik. Melainkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kepri, sama-sama memberikan keputusan. Termasuk kata dia, Walikota Batam M Rudi. Hal itu disampaikannya usai menggelar apel Senin pagi (18/9) di halaman Kantor Gubernur Dompak. ”15 persen tahap ke dua itu, hanya Rp 1.210 dari Rp 1.070 per Kwh. Kan masih taraf nasional, 1.467, taraf nasional,” ujar Amjon.

Pada Desember-Januari 2018, itu kenaikan 50 persen tahap ke tiga. Kalau dihitung-hitung. menurut Amjon, totalnya baru Rp 1.352 per Kwh, artinya masih juga di bawah taraf nasional. ”Jadi Pergub ini sangat menginsfirasi masyarakat Kota Batam,” jelasnya.

Kenaikan ini, lanjut dia, masih di bawah Belakang Padang, Pulau Kasu, Pulau Terong. Nah pulau-pulau di hinterland saja menyambut baik tarif listrik mereka yang sedang mereka hadapi saat ini. Kenapa masyarakat Batam bahwa naik tahaf ke dua ini komplain. ”Buat besar-besar judulnya, sudah sibuk konplain, ada apa,” tanya dia.

Keputusan Gubernur itu, tidak hanya jajaran Polda Kepri, melainkan juga Walikota Batam Rudi memberikan dukungan atas kenaikan tarif lisrik baru, yang bakal berlaku mulai Oktober ini di Kota Batam. ”Saya masih simpan fotonya, hanya saja pada saat rapat menentukan tarif baru itu, sempat ada komunikasi antara Kapolda dengan pak Wali. Intinya, Pak Kapolda mengimbau supaya pak wali menjaga warganya. Kalau dirinya tidak masalah, hanya saja kata pak wali, takut dewan yang mengkritik dirinya,” katanya.

Sebelumnya, rapat Gubernur dengan FKPD di Graha Kepri di Batam, memutuskan kenaikan tarif listrik sesuai Peraturan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, bisa dijalankan. Tarif listrik disepakati naik dengan pemberlakuan mulai September untuk tagihan Oktober 2017, sebesar 15 persen. Sementara 15 persen terakhir akan dinaikkan Desember untuk ditagih Januari 2018.

Kesepakatan itu dicapai pada rapat FKPD Kepri, Jumat (15/9) di Graha Kepri. Hadir pada kesempatan itu, Kapolda Kepri, Sam Budigusdian dan perwakilan dewan. Hadir juga Wali Kota Batam, HM Rudi dan Direktur Bright PLN Batam, Dadang Kurniadipura.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here