Pemko Sia-siakan Bantuan Pusat

0
531
Seorang warga Kampung Bulang mencoba mengambil air dari bak penampungan, tapi airnya tidak mengalir. Bak ini sudah cukup lama mangkrak padahal warga sangat membutuhkan air bersih untuk air di minum. f-andri/tanjungpinang pos

Bak Penampungan Air Mangkrak

Pemerintah Kota Tanjungpinang menyia-nyiakan bantuan dari pemerintah pusat. Salah satunya bak penampungan air bersih di Kampung Bulang.

TANJUNGPINANG – Kondisi bak penampungan ini sudah lama mangkrak. Meskipun mangkrak, tahun ini Pemko Tanjungpinang kembali menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membuat bak penampungan air di 18 kelurahan. Total anggarannya Rp 15 miliar.

Bak penampung air berada di Kampung Bulang sudah tidak lagi berfungsi sejak lama. Selama ini masyarakat setempat mengandalkan bak air tersebut untuk mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi sehari-hari. Pemko juga menyia-nyiakan pembangunan SWRO Batu Hitam. Mestinya, SWRO untuk mengatasi krisis air sudah dioperasikan.

Menurut warga Kampung Bulang, pembangunan bak air bersih dibangun di masa kepemimpinan Hj Suryatati A Manan-Edwar Mushalli, jadi Wako dan Wawako Tanjungpinang, kini sudah rusak. ”Kalau untuk mandi, banyak sumur di sini. Tapi, untuk air minum yang susah,” kata Nurdin, salah satu warga Kampung Bulang saat berbincang dengan Tanjungpinang Pos, Kamis (8/2).

Kata Nurdin, warga mengandalkan satu sumber air bersih lokasinya RT2/RW10, Kelurahan Kampung Bulang. Air sumur tersbut digunaka warga untuk dikonsumsi di rumah. Kondisinya sekarang sumber air bersih ini tidak bisa diharapkan lagi.

Baca Juga :  Jong & Wayang Cecak Penyengat Juara

Karena debit air bersih di dalam sumur sudah mulai berkurang. Kalau tidak hujan dalam satu bulan ini, prediksinya air sumur akan mengering. Artinya, tidak ada lagi sumber air minum yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat setempat. ”Terpaksalah kita nanti beli air untuk dikonsumsi langsung di rumah,” ucap Nurdin.

Mangkraknya bak penampung air, katanya, sudah terjadi sejak 3-4 tahun belakangan ini. Ia tidak tahu persis permasalahan, kenapa bak penampung air berada di belakang rumah orang tuanya sudah tidak lagi berfungsi. ”Kita tanya Pak Lurah, tak tahu. Jadi, seperti gini lah kondisi bak air ini. Kami sudah hibahkan tanah ini demi bak penampung air. Tapi, tak lagi berfungsi,” terang dia.

Baru-baru ini, lanjut dia, ada pemasangan pipa berwarna hitam ke rumah warga Pemasangan pipa hingga diberikan kran air tidak dikenakan biaya. ”Tapi, belum jalan juga nih airnya. Sudah lama. Saya lupa pulak sudah berapa lama,” ujarnya.

Baca Juga :  Satpolair Bagi-bagi Takjil

Ia heran, air bersih berasal dari pipa hitam hanya mengalir di daerah pemukiman warga yang tinggal di daerah tepi laut saja. ”Daerah kami di darat ini tidak jalan-jalan airnya. Saya tanya Pak Lurah, dia bilang tak tahu. Saya heran, kenapa bisa begitu ya,” terangnya.

Dia berharap, pemerintah bisa mengatasi permasalahan air bersih di Kampung Bulang. Permasalahan air bersih hanya khusus untuk di konsumsi. ”Untuk mandi banyak, untuk air minum susah,” sebut dia.

Senada juga disampaikan Nofrizal, warga RT2/RW10. Kata dia, pernah mengkonsumsi air bersih yang mengalir dari bak penampung air. Tapi, sudah beberapa tahun ini, ia sudah tak lagi mengkonsumsi air bersih tersebut. Karena sudah tidak ada air lagi yang keluar dari kran bak penampung air tersebut. ”Saya lupa sudah berapa tahun ya,” kata Nofrizal.

Sambung dia, jadi, saat ini ia mengkonsumsi air bersih bersama keluarga berasal dari pipa berwarna hitam. Dia mengaku tidak tau pipa yang disalurkan tidak dikenakan biaya berasal dari mana. ”Katanya, kalau sudah diresmikan baru kita bayar. Saya tak tau dari mana,” ucap dia.

Baca Juga :  Lis Tolak Syamsul Bahrum Jadi Plt Wali Kota

Sebelum mengkonsumsi air dari bak penampung air dan pipa berwarna hitam, ia sering membeli air bersih dari penjual air menggunakan boat dari laut. ”Saya biasanya Rp35 ribu,” sebut dia.

Sementara itu, Lurah Kampung Bulang, Roni Syahputra mengatakan, bak penampung air sudah tidak difungsikan. Ini dikarenakan, bak penampung air bocor. Kemudian, sudah tidak ada lagi saluran pipa air bersih tersebut. ”Informasinya seperti itu. Zaman saya sudah tak berfungsi. Tak tau sudah berapa lama,” kata Roni.

Jadi sekarang, lanjut dia, ada sekitar 124 KK di tahun 2017, sudah terpasang pipa air bersih yang bisa dikonsumsi dirumahnya. Sumber airnya dari sumur bor yang dibuat pemerintah. ”Alhamdulillah sudah jalan. Mudah-mudahan tahun 2018 ini, ada lagi warga kita tersalurkan pipa air bersih. (ANDRI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here