Pemko Untung, Masyarakat Rugi

0
430
Pekerja saat memasang kabel tiang listrik di kawasan Batu 12 arah Uban. f-suhardi/tanjungpinang pos

Dinamika Penerangan Jalan Umum di Ibu Kota

Pajak Penerangan Jalan Umum (PJU) dinilai tidak adil. Dalam setahun, Pemko Tanjungpinang meraup untung sekitar Rp 5,5 miliar. Sementara lampu jalan mayoritas padam.

TANJUNGPINANG – Masyarakat merasa dirugikan. Pasalnya, biaya lampu jalan dibayar oleh warga Tanjungpinang yang dipungut PLN setiap bulannya bersamaan dengan tagihan listrik bulanan

PLN. Hasilnya, PLN menyetorkan dana PJU ke Pemko sebesar Rp 1,7 miliar per bulan. Lalu, Pemko menyetorkan balik Rp 1,2 miliar per bulannya ke PLN sebagai biaya tagihan listrik PJU. Keuntungan yang diterima Pemko dari pajak PJU Rp 500 juta per bulan. Bila Rp 500 juta ini dikalihkan 12 bulan, Pemko menerima Rp 6 miliar per tahunnya.

Sementara sebagai pelayanan Pemko ke warga selaku pembayar pajak PJU, Pemko mengalokasikan biaya pemeliharaan PJU yang nominalnya sangat kecil. Hanya Rp 464 juta per tahun. Artinya, ada selisih dana lebih dari Rp5,5 miliar sebagai pendapatan asli daerah (PAD). Akibat kecilnya biaya pemeliharaan, PJU di ibukota banyak yang padam tanpa diperbaiki. Akibatnya seluruh warga selaku pembayar pajak dan tarif PJU yang merasa dirugikan.

Bila selisih dana PJU yang lebih dari 5,5 miliar pertahun itu jika digunakan untuk pemasangan tiang PJU dan perawatan lampu jalan, tentu Tanjungpiang akan terang benderang. Sistem perawatan lampu jalan di Tanjungpinang dibagi menjadi empat kecamatan. Masing-masing kecamatan hanya dialokasikan dana perawatan Rp116 juta per tahun.

Di sisi lainnya, masyarakat setiap bulan diharuskan membayar pajak PJU sebesar 6 persen dari total pemakaian rumah tangga. Itu berlaku untuk seluruh pelanggan PLN baik yang prabayar maupun pascabayar sesuai dengan Perda Pajak PJU.

Kepala Seksi (Kasi) PJU dan Dekorasi Kota dari Disperkim Kota Tanjungpinang, Hendry mengatakan, anggaran pemeliharaan PJU di tahun 2018 sebesar Rp 464 juta, untuk empat kecamatan se-Kota Tanjungpinang. Setiap kecamatan memiliki anggaran pemeliharaan PJU sebesar Rp 116 juta. Baik itu untuk pemeliharaan PJU di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang Kota, Bukit Bestari dan Tanjungpinang Barat. Dua komponen yang terdapat pada PJU sering terjadi kerusakan. Seperti komponen yang sering rusak hingga diganti terdapat di lampu, mulai kapasitor, ignitor, dan bola lampu. Sedangkan elemen yang terdapat pada panel, diantara mcb, dan kontaktor. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here