Pemprov Adopsi Konsep Eropa

0
869
Rumah warga Teluk Keriting kini warna warni
Pembangunan kawasan Teluk Keriting, Tepilaut Tanjungpinang melalui Proyek Gurindam 12 disebut-sebut mangadopsi konsep negara-negara maju di Asia dan Eropa, termasuk Malaysia dan Brunai Darussalam serta negara maju lainnya.

TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepri tidak bergerak sendiri dan merencanakan sendiri pembangunan di kawasan itu. Namun ikut melibatkan masyarakat untuk menjadikan kawasan ini menjadi Kampung Wisata serta Kampung Religi. Karena itulah, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sangat mendukung masyarakat Teluk Keriting yang telah membentuk Tim Formatur.

Sebagai bentuk kerja sama terintegrasi antara Pemprov Kepri dengan masyarakat, Nurdin Basirun mengutus Asisten 1, dan Asisten 2 yakni Raja Ariza serta Syamsul Bahrum rapat bersama Tim Formatur dan masyarakat Teluk Keriting. Rapat diadakan di Restoran Seienam Teluk Keriting, Rabu (26/12) kemarin.

Hadir saat itu Surjadi Kepala Barenlitbang Pemko Tanjungpinang, Ade Angga Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Hendrija Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum, Raja Ariza, Badai Ketua Tim Formatur dan puluhan warga Teluk Keriting. Raja Ariza mengatakan, di Indonesia sangat jarang pembangunan yang dilakukan pemerintah melibatkan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Terapkan Perda KTR, Natuna Dapat Penghargaan Kemenkes

Padahal, negara-negara di Eropa sudah lama menerapkan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Dan kini, itu sudah dilakukan Gubernur Kepri. Menurutnya, tim formatur Masyarakat Teluk Keriting kerjanya kini makin berat.

”Sebab, apa yang dikerjakannya berhubungan dengan Proyek Gurindam 12 serta dampaknya bagi warga setempat. Apa yang kita kerjakan saat ini hasilnya tidak kita terima hari ini. Namun untuk puluhan tahun ke depan. Untuk anak cucu kita,” jelasnya.

Anggaran pembangunan Proyek Gurindam 12 dan pemukiman Teluk Keriting sangat besar. Tentu dampaknya juga akan besar. Ia berharap masyarakat ada usulan-usulan ke pemerintah, termasuk dalam memberi ide bagaimana pembangunan ke depan agar banyak manfaatnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Karena itu, tugas Tim Formatur harus menyediakan data lengkap seluruh masyarakat by name by address. Kemudian kebutuhan apa yang diperlukan baik itu dari segi pemberdayaan masyarakat, sosial, budaya, wisata, lingkungan, kesehatan pendidikan dan sektor lainnya harus dipikirkan secara matang. Raja Ariza juga mengatakan, Tim Formatur ini harus didampingi pemerintah terutama dari Barenlitbang Pemprov Kepri. Sebab, untuk merencanakan sesuatu di kampung itu, warga butuh pembimbing. Data by name by adress itu sangat dibutuhkan pemerintah terutama untuk pengembangan Sumber Daya Manusia dan bantuan nanti. Jangan sampai kita beri bantuan, orang lain yang dapat. Bukan warga di sini,” katanya.

Baca Juga :  Duet Sumbang Suara, Rp58 Juta Mengalir

Syamsul Bahrum mengatakan, agar posisi Tim Formatur lebih kuat dan berkekuatan hukum, maka sebaiknya didaftarkan atau dibuat akte notarisnya. Sehingga ke depan bisa dibentuk jadi yayasan dan bisa menerima bantuan, bisa mengelola usaha dan lainnya.

Dengan demikian, lebih mudah mempertanggungjawabkan kegiatan atau keuangan. Kepada Tim Formatur, diminta untuk mengirim surat ke pemprov apa saja program yang diperlukan untuk mendukung kampung wisata tersebut.

Pemerintah tidak bisa hanya menerima masukan atau permintaan masyarakat lewat lisan saja. Itu bisa dilakukan saat Musrenbang. Proyek Gurindam 12 ini akan menjadikan wajah Tanjungpinang indah dan berseri. Di tengah-tengahnya ada kampung wisata yakni Teluk Keriting. Kemudian, pemprov akan menata perkampungan ini menarik dengan berbagai cara. Misalnya dengan membuat cat warna-warni.

Kemudian jalan penghubung atau pelantar antar rumah diperbaiki atau disambung. Nanti, pemprov juga berencana akan mambangun home stay dengan fasilitas seperti hotel. Ada kamar mandi dengan air panas, air dingin, shower, kamar tidur, ruang tamu dan lainnya.

Baca Juga :  PNS Jangan Berpihak ke Calon Tertentu

Jumlah homestay yang akan dibangun nanti tidak banyak. Hanya beberapa unit saja. Tujuannya agar masyarakat bisa menyediakan home stay yang lain di rumahnya. Sehingga turis nantinya banyak pilihan. Apakah mau menginap di home stay itu atau menginap di home stay milik masyarakat agar turis bisa merasakan hidup bersama masyarakat pesisir.

Sementara itu, Ade Angga mengatakan, sampai saat ini masyarakat masih banyak yang belum paham akan konsep menyeluruh pemerintah yang membangun Proyek Gurindam 12 dan menata Teluk Keriting. Ini harus dijelaskan lebih rinci. Warga khawatir bisa jadi hanya penonton di sana dan terbuai dengan janji-janji pemerintah. Harus disiapkan juga mental dan pemantapan skill masyarakat menyambut perubahan besar itu. (MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here