Pemprov Ingin Pelantar I dan II Seperti di Singapura

0
1033
BONGKAR muatan: Para buruh saat membongkar muat kapal di Pelabuhan Pelantar II, Minggu (2/4).f-suhardi/tanjungpinang pos

Untuk kelancaran arus barang dari kapal barang yang bersandar di Pelabuhan I dan Pelantar 2 mulai dikerjakan tahun ini. Pemko Tanjungpinang sudah menganggarkan Rp 1,1 miliar dan ditambah dana APBD Pemprov Kepri Rp10 miliar.

Tanjungpinang – Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemprov Kepri Naharuddin, mengatakan Detail Engineering Design (DED) pembangunan Pelantar I dan II sedang dan pembangunannya dimulai tahun ini.

”Kita berharap pembangunan Pelantar 1 dan 2 jika selesai bisa memaksimalkan bongkar muat kapal,” tegas Naharuddin, kemarin.

Kata dia, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sangat berharap pelabuhan barang Pelantar 2 dan I bisa seperti pelabuhan di Singapura yang prasarananya sudah lengkap dan bagus.

Sehingga perpindahan barang dilakukan bisa hanya dengan hitungan jam, tidak seperti di pelabuhan Pelantar 2 saat ini yang masih berhari-hari.

Baca Juga :  HANI, BNN Gelar Dialog P4GN

Kemudian, Pemprov merencanakan agar pelabuhan barang bisa terhubung dari Pelantar 1 sampai pelantar KUD. Dengan luas ukuran dari pelantar I ke pelantar II sekitar 320 meter dan dari pelantar 2 ke pelantar KUD sekitar 230 meter ditambah lahan parkir 20 meter . Tujuannya agar tertata rapi, indah dan tidak terjadinya lagi penumpukan barang dipelabuhan ini.

Naharuddin menceritakan, niat besar Pemprov membantu Pemko dalam pembangunan kawasan pelantar itu sebagai upaya mendukung peningkatan sektor prekonomian di Ibu Kota Kepri, tidak tersendat.

”Pelantar 1 dan 2 ini, untuk kelancaran bongkar muat barang khususnya di Tanjungpinang. Jadi misalnya sekarang ini bongkarnya membutuhkan waktu sampai 3-4 hari. Bila perlu nanti kalau sudah tersedia tempat baru, satu hari satu atau dua kapal bisa selesai bongkar di situ,” tambahnya.

Baca Juga :  Batu 6 akan Disulap Menjadi Kampung Pelangi

”Sekaligus kita juga mengatasi kemacetan arus lalu lintas kendaraan di kawasan itu,” tambahnya.

Konsep percepatan pembangunan Pemprov Kepri mendukung pembangunan di setiap daerah sebagai upaya peningkatan konsep Provinsi ciri khasnya kemaritiman.

”Itu konsep kita,” tegas suami mantan Plt Sekdaprov Kepri Reni Yusneli tersebut.

”Jadi pembangunan Pelantar 1 dan 2 itu masuk rencana pembangunan prioritas Pak Gubernur,” terangnya demikian.

Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah menambahkan, pembangunan kawasan Pelantar I dan 2 menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp 1,1 miliar.

Lis melihat kondisi pelabuhan ada sekarang memang mengkhawatirkan dan sudah saatnya dibenahi.

Baca Juga :  Pak Gubernur, Lampu Jalan di Dompak Banyak yang Mati!

”Ada banyak manfaat yang bisa didapat kalau kawasan pelantar itu bisa ditata lebih rapi lagi,” terang Lis

Ada dua opsi skema penataan kawasan Pelantar I. Pertama, adalah dengan mensinergikan rencana Pemerintah Provinsi Kepri yang hendak menggelontorkan bantuan di sana.

Kata Lis, Pemprov Kepri berencana membuat jalur penghubung antara Pelantar I dengan Pelantar II, sehingga dua pelantar ini dapat tersambung.

Bila hal ini terwujud, tentu anggaran sebesar Rp 1,1 miliar yang sudah disiapkan Pemko Tanjungpinang pada 2017 ini bisa dialihfungsikan dalam bermacam kegiatan lainnya.(SUHARDI- ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here