Pendapatan Pajak dan Retribusi Naik

0
598
SUASANA paripurna pengesahan APBDP 2018, Jumat (28/9). f-istimewa

Postur APBD 2018 Tanjungpinang Menggembirakan

APBD Perubahan Pemko Tanjungpinang tahun anggaran 2018 sangat menggembirakan karena mengalami kenaikan. Sementara daerah lain justru mengalami penurunan. Jika APBD murni 2018 Rp833,27 miliar. Maka APBDP 2018 menjadi Rp915, 24 miliar naik sekitar Rp81,97 miliar.

TANJUNGPINANG – BEBERAPA hal yang membuat kenaikan itu karena penerimaan dari pendapatan pajak dan retribusi daerah naik, juga adanya penyaluran dana tunda salur Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat.

APBDP 2018 Pemko Tanjungpinang sudah disahkan, Jumat (28/9) antara Pemko dan DPRD di Gedung DPRD Tanjungpinang di Senggarang.

Hadir saat pengesahan itu Wako-Wawako Tanjungpinang, H Syahrul-Hj Rahma, Ketua DPRD Suparno, Wakil Ketua I Ade Angga, Wakil Ketua II Ahmad Dani, anggota dan kepala OPD.

APBDP 2018 sesuai kesepakatan bersama disahkan sebesar Rp915,24 miliar yang rinciannya sebagai berikut, a. Belanja pegawai sebesar Rp391,13 miliar atau naik 8,82%.

b. Belanja subsidi tidak ada dalam APBDP atau 0,00%. c. Belanja hibah Rp22,07 miliar atau 5,5%. d. Belanja Bantuan Sosial tidak ada. e. Belanja Bantuan Keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa tidak ada perubahan sebesar Rp1,1 miliar atau 0,00%. f. Belanja Tidak Terduga sebesar Rp2,48 miliar, atau 59,81%. Nilai target belanja langsung di APBDP Rp498,43 miliar atau 9,52% untuk membiayai Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa dan Belanja Modal.

Baca Juga :  3 Mei, Kelulusan SMA Sederajat Diumumkan

Perkiraan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan regulasi hukum yang ada, baik terkait pengelolaan pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah lainnya, dengan memperbandingkan realisasi PAD tahun sebelumnya dan pragnosis empat bulan berikutnya maka target pendapatan asli daerah pada APBDP 2018 naik.

Sebelumnya Rp146,23 miliar di APBD murni, naik menjadi Rp158,24 miliar atau mengalami penambahan sebesar Rp12,01 miliar (7,59%).

Rencana pembiayaan daerah di APBDP terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah. Besaran penerimaan pembiayaan daerah di APBDP Rp25,71 miliar atau 37,60% terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya dengan rincian:

Baca Juga :  Oknum PNS TewasUsai Ditangkap

1. Silpa BUD sebesar Rp14,53 miliar atau 98,66%. 2. Silpa BLUD sebesar Rp9,96 miliar atau 66,43%. 3. Silpa JKN sebesar Rp768,7 juta atau 89,82%. 4. Silpa BOS sebesar Rp455,43 juta atau 100%. ”Untuk pengeluaran pembiayaan daerah (penyertaan modal) sebesar Rp2 miliar,” Syahrul.

Fraksi PDIP DPRD Kota Tanjungpinang sangat mengapresiasi kenaikan pendapatan daerah itu walaupun dinilai tidak signifikan terjadi pada beberapa jenis PAD yakni:

Pertama, pendapatan pajak daerah yang didominasi oleh pajak restoran, pajak penerangan jalan umum, pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2) serta pajak BPHTB yang secara keselurahannya semula Rp68,7 miliar di APBD murni menjadi Rp76,09 miliar di APBDP atau bertambah sebesar Rp7,98 miliar.

Fraksi PDIP menilai agar Pemko Tanjungpinang meningkatan target pajak tersebut tidak disertai dengan peningkatan tarif pajak karena hal tersebut dapat membebani rakyat yang saat ini mengalami kesulitan ekonomi akibat menurunnya daya beli masyarakat.

Baca Juga :  Kampanye Jokowi di Batam Dihibur Jamrud

Kedua, restribusi daerah mengalami penurunan sebesar Rp223,3 juta rupiah yang semula Rp3,66 miliar menjadi Rp3,77 miliar rupiah atau turun 2,96%.

Fraksi PDIP juga meminta agar penurunan target tersebut dilakukan melalui optimalisasi untuk mengurangi kebocoran pajak serta mengurangi potensi kebocoran pajak daerah dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak (tax compliance).

Ketiga, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan modal pemerintah kepada tiga BUMD yang ada, dan realisasi deviden tahun buku 2017, terdapat penambahan yang sebelumnya Rp3,6 miliar rupiah menjadi Rp3,7 miliar rupiah atau bertambah sekitar Rp111,5 juta.

Deviden ini diperoleh dari PT. Bank Riau Kepri sebesar Rp2,1 miliar, deviden PD. BPRBestari Rp1,3 miliar dan deviden dari PT.TMB.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here