Pendataan Warga Miskin Tumpang Tindih

0
535

NATUNA – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti akui, pendataan warga miskin Kabupaten Natuna masih tumpang tindih. Ia mengkhawatirkan, jika pendataan warga miskin tumpang tindih akan berdampak tidak tepatnya penyaluran bantuan untuk warga yang benar-benar dinyatakan miskin.

Untuk itu, ia pun meminta agar pendataan warga miskin di Natuna tidak tumpang tindih.
Hal ini ditekannya, agar tidak terjadi kesenjangan sosial di tengah-tengah masyarakat.
Menurutnya, tumpang tindih yang dimaksud Ngesti adalah data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) dengan data dinas terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Ia menjelaskan, beberapa intansi tersebut adalah pengambil keputusan dalam penyaluran bantuan seperti kartu sehat, kartu pintar dan kartu keluarga sejahtera.

”Dalam pendataannya harus sinergi, jangan ada perbedaan antara data dari BPS dengan dinas teknis,” ujar Ngesti, saat meninjau warga di pemukiman liar di daerah Pasar Ranai, kemarin. Ngesti mengungkapkan, data warga miskin di Natuna masih simpang siur.
Menurutnya, hal itu menjadi tugas berat pemerintah daerah agar data warga miskin di Natuna lebih valid.

”Harus jelas indikatornya, yang bener-bener dikatakan miskin itu seperti apa. Harus ada penegasan, mana yang layak dibantu sepenuhnya dan mana yang tidak layak dibantu sepenuhnya. Sampai sekarang ini masih menjadi perdebatan,” tegasnya. Di Natuna, ada warga yang rumahnya tidak layak, tetapi mereka memiliki segalanya seperti kendaraan roda dua, televisi, kulkas bahkan mesin cuci pun ada.

Ia menambahkan, ada beberapa warga yang rumahnya bagus, ada kendaraan, ada televisi, cuma pekerjaan sehari hari sebagai buruh lepas yang terkadang tidak cukup untuk membeli kebutuhan rumah tangga. ”Kita harap indikatornya jelas, dan jangan warga yang benar-benar miskin malah tidak terdata,” sebutnya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here