Pengangguran di Kepri Bertambah

0
703
Pekerja pelantar Pulau Pucung Bintan memasang pagar dan kerang besi badan jalan pelantar, baru-baru ini. f-yusfreyendi/tanjungpinang pos

BATAM – Angka pengangguran di Kepri, mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Pada Februari 2018, angka pengangguran di Kepri 68.559 orang menjadi 69.113 orang pada Agustus 2018.

Penduduk usia 15 tahun ke atas menurut jenis kegiatan utama di Kepri, jumlah angkatan kerja Agustus 2018, sebanyak 970.132 orang. Turun dibanding Februari 2018 sebanyak 1.065.553 orang. Sebanyak 901.019 orang bekerja pada Agustus 2018. Namun, sebanyak 69 ribu menganggur.

Kepala Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raisal Eka Putra mengatakan, Februari 2018, jumlah tenaga yang bekerja 996.994 orang. Naik dibanding Agustus 2017, sebanyak 896.931 orang.

”Namun pengangguran naik dibanding Februari 2018 jumlahnya 68.559 menjadi 69.113 orang pada Agustus 2018. Tapi turun dibanding Agustus 2017, sebanyak 69.160 orang,” ungkap Gusti, kemarin.

Disebutkannya, di Kepri, capaian indikator ketenagakerjaan pada Agustus 2018 tercatat melambat dibandingkan capaian pada posisi Februari 2018.

Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan jumlah pengangguran yang memicu peningkatan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Baca Juga :  12 Penumpang Selamat, 1 Tewas, 1 Hilang

”TPT naik dibanding Februari 2018 dari 6,43 persen menjadi 7,12 persen pada Agustus 2018,” jelasnya.

Diakuinya, peningkatan TPT Kepri turut mempengaruhi kemampuan keuangan rumah tangga dan menurunkan daya beli masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan kinerja konsumsi RT Kepri pada Triwulan III 2018 yang mengalami perlambatan.

Dimana, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 adalah sebesar 970,132 orang, tumbuh melambat sebesar 0,42 persen (yoy) dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah angkatan kerja pada Agustus tahun lalu sebesar 3,72 persen (yoy) dengan jumlah angkatan kerja sebesar 966,091 orang.

”Dari sumber data BPS (Badan Pusat Statistik), jumlah orang yang bekerja yang tercatat tumbuh 0,46 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan pada Agustus 2018. Ada penurunan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami penurunan dari 71,85 persen pada Februari 2018 menjadi 64,72 persen, untuk Agustus 2018,” katanya

Baca Juga :  Uang Negara Dikembalikan, Sel Tetap Menanti

Sementara dari sisi lapangan kerja, sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 3,53 persen (yoy). Lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,77 persen (yoy).

Perlambatan kinerja sektor industri pengolahan pada Triwulan III 2018 terkonfirmasi dari pelemahan ekspor non migas luar negeri yang tumbuh sebesar 5,09 persen (yoy). Lebih rendah dibandingkan Triwulan lalu sebesar 8,00 persen (yoy).

”Perlambatan kinerja sektor industri pengolahan terutama dipengaruhi oleh penurunan ekspor CPO dan produk dari besi dan baja,” bebernya.

Sementara sektor pertambangan dan penggalian Kepri terkontraksi -2,38 persen (yoy) pada Triwulan III 2018, lebih baik dibandingkan kontraksi Triwulan lalu sebesar 2,82 persen (yoy).

Kredit yang disalurkan untuk sektor pertambangan pada Triwulan III 2018 tercatat tumbuh sebesar 198,65 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan Triwulan lalu yang tumbuh sebesar 124,99 persen (yoy).

”Lifting gas Kepri pada Triwulan III 2018 terkontraksi sebesar -32,82 persen (yoy). Lebih baik dari Triwulan sebelumnya yang juga mengalami kontraksi sebesar -39,72 persen (yoy). Sementara kinerja lifting minyak Kepri mengalami kontraksi sebesar 20,05 persen (yoy) pada Triwulan III 2018, dibandingkan Triwulan lalu yang tumbuh 77,35 persen,” kata Gusti mengakhiri.

Baca Juga :  Danrem Mantapkan Peran KBT Melalui Silaturahmi

Jika dilihat dari tingkat pendidikannya, tingkat pengangguran terbuka ini didominasi dengan angkatan kerja yang berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Lulusan SMK yang menganggur sekitar 12,98 persen.

Selama setahun terakhir (Agustus 2017 hingga Agustus 2018), jumlah penduduk bekerja mengalami kenaikan pada beberapa sektor, yaitu sektor pengadaan listrik dan gas dan pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang.sebesar 3.980 orang (52,76 persen).

Sektor jasa lainnya sebanyak 14.557 orang (29,32 persen), sektor transportasi dan pergudangan sebanyak 12.962 orang (28,74 persen). (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here