Pengembalian Rp1,3 Miliar, Proyek Jembatan Tanah Merah Dilanjutkan

0
555
KETUA BP Kawasan Bintan HM Saleh Umar meninjau proyek lanjutan pembangunan jembatan Tanah Merah, di Teluk Bintan, Selasa (23/7) kemarin.f-yendi/tanjungpinang pos

TELUKBINTAN – Pembangunan jembatan Tanah Merah menuju kawasan investasi Penaga Bay, kembali dilanjutkan tahun anggaran 2019 ini. Sebelumnya, PT Bintang Fajar Gemilang harus melakukan pengembalian dana sekitar Rp1,3 miliar, karena tidak menyelesaikan pekerjaan proyek ini, pada tahun 2018 lalu.

Jembatan Tanah Merah ini dibangun dengan bentang konstruksi sepanjang 20 meter. Dengan lebar badan jalan 9 meter, dan destrian kiri-kanan selebar 2 meter. Kemudian, untuk kelandaian jalan menuju jembatan, dibangun oprit sepanjang 2 kali 42 meter. Sehingga, total panjang jembatan dan oprit ini mencapai 102 meter.

Awalnya, proyek ini dikerjakan oleh PT Bintang Fajar Gemilang pada tahun anggaran 2018 lalu, dengan pagu Rp10 miliar. Sedangkan kontrak kerja sebesar Rp9,9 miliar. Dalam pelaksanaannya, perusahaan ini hanya mampu mengerjakan kegiatan sekitar 35,35 persen.

Pertengahan Desember 2018 lalu dilakukan evaluasi dan pengecekan. Pekerjaan tak tuntas, sehingga BP Kawasan Bintan menghentikan pekerjaan dan dilakukan evaluasi. Tim PHO dari BP Bintan melaporkan ke pusat. Sehingga, dilakukan audit oleh BPK RI.

Baca Juga :  Apri Minta Transparansi Penggunaan Dana Covid-19

Dari hasil audit BPK RI, pekerjaan proyek hanya selesai sekitar 35,35 persen, dengan pencairan anggaran sekitar Rp3,5 miliar. Konstruksi jembatan yang dikerjakan PT Bintang Fajar Gemilang tidak sesuai bestek. Sehingga, perusahaan yang sudah di-blaklist ini, harus mengembalikan uang negara sebesar Rp1,3 miliar.

Awal 2019 lalu, pihak asuransi sudah membayar uang jaminan pelaksanaan dari PT Bintang Fajar Gemilang, sebesar lebih kurang Rp500 juta. Selanjutnya, asuransi akan membayar kembali uang muka sekitar Rp800 juta. Sehingga, total pengembalian uang dari proyek ini mencapai Rp1,3 miliar. Sedangkan yang belum dicairkan pada saat penghentian pekerjaan pada Desember 2018, masih ada sekitar Rp7 miliar. Sehingga, dana negara masih tersedia Rp8,3 miliar.

Baca Juga :  Oknum Guru SD Jadi Kurir Sabu 16,5 Kg

”Jadi, negara tidak dirugikan, dari pekerjaan tahun 2018 lalu itu. Pengembalian ke kas negara sebesar Rp1,3 miliar itu, dari asuransi. Selanjutnya, asuransi yang menagih ke kontraktor, yaitu PT Bintang Fajar Gemilang,” jelas HM Saleh Umar, Ketua BP Kawasan Bintan, di sela peninjauan pembangunan jembatan Tanah Merah, Teluk Bintan, Selasa (23/7) kemarin.

Tahun 2019, pembangunan jembatan Tanah Merah kembali dilanjutkan. Pekerjaan dikerjakan oleh CV Bina Mekar Lestari, dengan pagu anggaran Rp7,5 miliar, dengan nilai kontrak Rp7,3 miliar dalam masa pengerjaan 210 hari.

Untuk pekerjaan tahun 2019 ini, bangunan badan jembatan (balok/pelat girder) yang posisinya turun akan dibongkar habis. Untuk pekerjaan lanjutannya ini, hanya abutment atau dua bangunan utama peletakan balok jembatan yang bisa dipakai.

Baca Juga :  Dispora Terbentuk, Sekolah Inginkan Program Kompetisi Rutin

”Material dari pembongkaran badan jembatan yang posisinya turun itu, nantinya kita kembali ke kontraktor lama (PT Bintang Fajar Gemilang). Karena itu memang haknya. Dan itu memang tidak layak pakai,” jelas Saleh Umar didampingi staf teknis John, dan sejumlah staf lainnya.

”Kita berharap, pekerjaan tahun 2019 ini selesai menjelang akhir tahun anggaran nanti. Dari uang negara, kita tidak ada kerugian. Kita cuma rugi, jembatan ini tak bisa digunakan pada akhir tahun 2018 lalu. Ya, dari sisi waktu pemakaian jembatan saja, ruginya,” sambungnya. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here