Pengunjung Festival Pulau Penyengat Membeludak

0
482
Dua pendekar cilik menunjukkan kebolehannya di acara pembukaan FPP, Rabu (14/2) di Penyengat. f-istimewa

PENYENGAT – Hari ketiga pelaksanaan Festival Pulau Penyengat (FPP), Jumat (15/2) cukup ramai dikunjungi wisatawan. Bukan hanya warga Tanjungpinang, namun beberapa warga dari Bintan dan Batam yang mengunjungi FPP. FPP ini berlangsung hingga Minggu (18/2) ini.

Warga ramai mengunjungi FPP karena libur Imlek dan weekend. Jumat kemarin, event yang diperlombakan yakni lomba kompang, lomba fotografi, lomba becak hias, pangkak gasing.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Reni Yusneli hari ketiga FPP digelar, Jumat kemarin, lebih seribu pengunjung yang FPP, termasuk turis mancanegera dari Malaysia.

”Alhamdulillah banyak pengunjung yang datang. Karena FPP kita gelar bersamaan dengan Imlek dan weekend, jadi ramai yang datang ke Penyengat,” tegasnya.

Kata dia, untuk besok (hari ini, red) event yang digelar di Penyegat, ada lomba kompang, lomba busana Melayu kreasi, lomba fotografis, lomba becak hias, lomba pangkak gasing. Sedangkan Minggunya, lomba ngabat itik, lomba pukul bantal.

Sementara itu, (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Drs. Raja Ariza, MM, mengatakan perhelatan festival Pulau Penyengat yang ketiga kali ini, menjadi momen sangat berarti, karena bertepatan dengan Hari Jadi Pulau Penyengat yang jatuh pada 14 Februari. Pulau penyengat adalah indentitas kita, akhir dari sebuah tamadun Melayu yang telah mewariskan beragam budaya yang harus kita lestarikan.

”Beragam bentuk kesenian, upacara adat, permainan rakyat, yang masih kekal hingga saat ini, merupakan bukti budaya dan ekspresi masyarakat terhadap warisan yang kita miliki,” ucap Pj. Wali Kota

Dia berpendapat, perhelatan festival pulau Penyengat ini adalah bukti kuatnya orang Melayu dalam mempertahankan budayanya. Event ini juga, merupakan upaya untuk melestarikan adat tradisi, agar sebagai masyarakat yang berbudaya dapat terus dipertahankan.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata RI Bidang Multikultural, Dra. Esthy Reko Astuti, M. Si, mengaku Provinsi Kepri merupakan salah satu daerah ketiga di Indonesia yang terbanyak dikunjungi wisatawan, selain Bali dan Jakarta.

”Ada tiga daerah penyumbang angka kunjungan wisman terbanyak di Indonesia, yaitu Bali, Jakarta, dan Kepri. Untuk itu, Menteri pariwisata sangat konsen dalam pengembangan objek pariwisata di Provinsi Kepri,” katanya.

Ia mengutarakan, agar Kepri semakin berkembang dan lebih banyak wisman yang datang, tentu harus ada atraksi dan strategi yang dilakukan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Provinsi Kepri, sehingga setiap event harus dikemas secara profesional dan ada inovasi serta kreatifitas yang bisa dikembangkan.

Festival Pulau Penyengat merupakan salah satu event pilihan yang sudah masuk dalam kalender wisata Kementerian Pariwisata RI, jadi gelaran festival Pulau Penyengat yang diselenggarakan pada 14 s/d 18 Februari ini, sudah ditetapkan menjadi event nasional.

”Mudah-mudahan, dengan masuknya event FPP dalam kalender wisata nasional, target kunjungan wisatawan ke Indonesia bisa tercapai,” tegasnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here