Pengunjung Taman Kota Kijang Padat, Untung Pedagang Berlipat

0
535
PENGUNJUNG taman Kota Kijang menyaksikan penampilan air mancur menari dengan laser, Sabtu malam lalu.f-yendi/tanjungpinang pos

Ketika Air Mancur Dioperasikan Sebelum Diresmikan Bupati

Air mancur dancing and water screen laser (menari dengan layar laser) di taman Kota Kijang, Kabupaten Bintan kembali menarik perhatian ribuan pengunjung, Sabtu (9/2) malam lalu. Tak hanya pengunjung yang padat, puluhan pedagang pun mendapat keuntungan berlipat.

BINTAN – Puluhan kendaraan roda dua tak bisa melaju, ketika mulai memasuki Kota Kijang. Saat itu, waktu baru menunjukan pukul 19.20, Sabtu malam lalu. Terlebih ketika ingin memasuki kawasan taman Kota Kijang. Padahal, kolam taman kota seluas lebih kurang 5 hektare belum tampak. Masih puncak kubah masjid Nurul Iman Kijang yang terlihat, ketika melintas dari tikungan kantor Cabang PLN Kijang.

Sejumlah kendaraan roda dua mengambil jalan pintas ke arah relief Antam Kijang, untuk menghindari macet. Beberapa pengemudi mobil pun mengambil inisiatif tersebut. Tapi pada akhirnya, semua kendaraan menumpuk di pinggir taman Kota Kijang.

Baca Juga :  Anggaran BUMDes Lancang Kuning Tak Jelas

”Karena parkir kendaraan penuh, kami terpaksa parkir di pinggir jalan tepi kolam ini saja,” kata Randi, warga Tanjunguban bersama belasan orang rekannya, yang baru tiba di taman Kota Kijang tersebut.

Waktu pun tak terasa, sudah memasuki pukul 20.00. Alunan musik melayu mulai menggema dari beberapa pojok taman Kota Kijang. Dari tengah kolam, sinar laser mulai gemerlapan penuh warna-warni.

Tak lama berselang, air pun memancur dari permukaan kolam ke arah atas setinggi lebih dari 10 meter. Air yang disinar laser itu bergerak ke kanan ke kiri, seperti melenggok mengikuti irama musik Melayu. Ribuan pengunjung taman Kota Kijang pun terperangah menyaksikan penampilan air mancur tersebut.

”Sejak dioperasikan air mancur ini, kami menghabiskan malam mingguan, di taman Kota Kijang saja. Pengunjung taman kota di daerah kami ini, semakin padat bang,” kata Neng, seorang pelajar tempatan yang turut menyaksikan air mancur tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Antisipasi Lonjakan Arus Mudik

Waktu 45 menit penampilan sesi pertama air mancur menari disinari laser ala Melayu Bintan ini, tak begitu terasa. Sebagian pengunjung memilih untuk mencari makanan dan minuman di kawasan penjualan kuliner yang disediakan pedagang kaki lima. Puluhan kursi yang disediakan pedagang tak cukup, beberapa pembeli rela berdiri.

”Alhamdulillah mas, sejak dioperasikan air mancur ini, keuntungan yang kami dapatkan berlipat lah, jika dibandingkan sebelumnya. Kami bersyukur dibangun air mancur menari dengan sinar laser di taman Kota Kijang ini,” kata seorang pedagang di pujasera taman Kota Kijang.

”Jangan kan kami di pujasera ini, di kios pedagang kaki lima pun dapat untung berlipat,” sambungnya.

Baca Juga :  Bupati Bintan Bujuk Pedagang

Kepala Dinas Perkim Bintan Juni Rianto mengatakan, saat ini air mancur menari dengan laser di taman Kota Kijang, sudah dioperasikan. Hanya saja, penampilan air mancur menari dengan laser ini, dioperasikan setiap Sabtu malam Minggu, dan Minggu malam Senin.

”Air mancur di taman Kota Kijang ini belum diresmikan oleh Pak Bupati Bintan H Apri Sujadi, selaku bupati yang mencetuskan ide pembangunan air mancur ini. Untuk peresmiannya, kami masih menunggu jadwal beliau,” ujar Juni Rianto.

”Tapi, walaupun belum diresmikan, air mancur ini sudah dioperasikan kok. Sudah bisa ditonton dan dinikmati pengunjung, setiap Sabtu malam dan Minggu malam,” demikian Juni Rianto. (YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here