Pengusaha Gusur Kawasan Cagar Budaya

0
1216
CAGAR BUDAYA: Ketua Komisi I DPRD Bintan Daeng M Yatir bersama anggota dewan dan pemerintah setempat serta instansi terkait meninjau kawasan cagar budaya makam Bukitbatu, yang rusak akibat aktivitas oknum pengusaha. F-Yendi/tanjungpinang pos

Dewan dan Warga Bukitbatu Meradang

BINTAN – OKNUM pengusaha melalui peran Abdul Karim, telah menggusur kawasan cagar budaya makam Bukitbatu, Desa Bintan Buyu. Akibatnya, situs makam bersejarah Sultan Ahmadsyah II terbongkar. Komisi I DPRD Bintan dan warga setempat pun meradang, Selasa (4/4) kemarin.

Penggusuran kawasan cagar budaya makam bersejarah Bukitbatu Bintan Buyu, sudah dilakukan sejak beberapa pekan lalu. Lahan yang dibuka oleh pengusaha itu dibeli dari lima orang warga yang mengklaim sebagai pemilik. Kemudian, kawasan seluas kurang lebih 2 hektare itu dibangun batu miring.

Tapi, dalam penggusuran lahan dengan alat berat itu sudah merusak satu makam bersejarah Sultan Ahmadsyah II. Selain itu, pagar kawasan cagar budaya di lingkungan komplek makam Dang Pok, Dang Menini, Dang Serene, Megat Sri Rame, Dang Sri Bani dan Tok Telani pun ada yang runtuh (rusak).

Baca Juga :  Polsek Binut Disinfektan Masjid Jami Mentigi

Sementara, pengusaha tidak memiliki izin maupun IMB untuk mendirikan bangunan di kawasan cagar budaya itu.

”Mau membangun pun, pengusaha itu tak ada koordinasi dengan kami sebagai pemerintah setempat, maupun dengan para tokoh adat maupun masyarakat setempat. Pak Karim yang berperan dalam penggusuran kawasan itu,” kata Daeng Ibrahim, Plt Kades Bintan Buyu, di sela meninjau kawasan cagar budaya bersama rombongan dewan.

Akibat penggusuran itu, rombongan Komisi I DPRD Bintan langsung meninjau lokasi. Turut hadir dalam peninjauan itu Kadis PMD Ronny Kartika, Camat Teluk Bintan Asun Ani, Sekretaris Disbudpora Asy Syukri, Dispar Bintan, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Bintan Buyu.

Baca Juga :  Warga Tak Bisa Mengelak, Pasar Pun Terendam Banjir Rob

”Dari hasil peninjauan ini, jelas ada aktivitas perusakan cagar budaya. Pagar cagar budaya yang dibangun Pemkab Bintan roboh, makam sejara runtuh. Ini jelas melanggar undang undang yang mengatur pelestarian cagar budaya,” cetus Daeng M Yatir, Ketua Komisi I DPRD Bintan.

”Kami segera panggil pengusaha yang menggusur cagar budaya ini, dan menghadirkan semua pihak terkait. Termasuk tokoh masyarakat dan pemerintah Desa Bintan Buyu yang merasa dirugikan,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampai Hasriawadi anggota DPRD Bintan, yang turun ke lokasi. Menurut Hasriawadi, siapa pun yang merusak kawasan maupun benda cagar budaya, ada sanksi hukumnya. Karena, satu cagar budaya itu sudah dilindungi oleh negara.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Arif Jumana Somasi Sekwan

”Jangankan merusak atau menggusur, memindahkan batu nisan di dalam kawasan cagar budaya saja, itu sudah melanggar hukum. Sementara, di kawasan komplek makam sejarah Bukitbatu ini, pengusaha sudah merusak makam Sultan Ahmadsyah II. Pekerjaan ini harus dihentikan,” tegasnya.

Dalam sidak itu, hadir anggota Komisi I DPRD Bintan lainnya drg Raja Miskal, Eddy Tiawarman dan Agustinus Purba serta tim Bappeda Bintan.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here