Penumpang Sepi, Operasional Bus Dievaluasi

0
599
MELINTASI: Warga sedang melintasi di depan bus yang parkir di kawasan Terminal Sei Carang. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sudah satu bulan terakhir, bus bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dioperasikan. Hingga saat ini, penumpangnya belum terlalu banyak. Untuk rute Terminal Bincen ke Senggarang atau sebaliknya baru sekitar 150 orang per hari dengan 10 kali perjalanan.

Lima kali pergi dan begitu juga pulangnya. Bila di rata-ratakan, maka 15 orang per sekali berangkat. Hal ini diakui, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (3/1). ”Menurut saya sih, ini kategori berhasil,” ujarnya saat dijumpai di ruang kerjanya di Terminal Sungai Carang Tanjungpinang.

Sedangkan untuk rute Terminal Sei Carang ke Dompak atau sebaliknya, hanya sekitar tiga atau empat orang per sekali berangkat. Hal ini menurutnya wajar, karena baru dioperasikan. Bila sudah banyak masyarakat yang tahu, diyakini akan banyak yang menggunakan jasa transportasi terebut ke kawasan Senggarang dan Dompak.

Apalagi tarifnya terbilang terjangkau. Tarif bus bagi masyarakat umum senilai Rp 4 ribu per orang. Sedangkan kalangan pelajar dan mahasiswa senilai Rp 2 ribu per orang.

Menurutnya, untuk saat ini, penumpang bus kebanyakan kalangan mahasiswa yang ingin berangkat kuliah. Biasanya mereka mulai dari Terminal Sungai Carang menuju Senggarang maupun Dompak.

Dari dua rute tujuan, yang paling banyak penumpangnya menuju Senggarang dibandingkan ke Dompak. Kini pihaknya akan melakukan evaluasi terkait minimnya penumpang.

”Tetap kita lakukan evaluasi. Ya, mudah-mudahan kedepan lebih banyak peminatnya dengan tujuan membantu masyarakat karena tarifnya murah,” terang dia.

Pemerintah masih melakukan kerja sama dengan pihak ke tiga untuk mengoperasikan lima bus tersebut yaitu PT Bestari Indah. Cuman, ia belum tahu berapa bantuan dari APBD tahun 2018 terkait operasional bus.

”Kami belum terima Dokumen Penggunaan Anggara. Kita ajukan kemarin itu sekitar Rp 450 juta untuk satu tahun. Kita tunggu saja lah,” sebut dia.

Sebelumnya, Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof Dr Syafsir Akhlus MSc menyebutkan, dengan jumlah mahasiswa sekarang masih kekurangan bus. Sehingga menjalin kerja sama dengan beberapa jasa trasnportasi angkutan kota (Angkot).

Rata-rata mahasiswa mengklaim membayar sekitar Rp 7-8 ribu per sekali jalan. Berbeda dengan tarif bus yang dioperasionalkan PT Bestari Indah, hanya Rp 2 ribu per sekali jalan. Informasi yang diterima jumlah penumpangnya tidak banyak, maka perlu melihat apa yang tak matching.

”Nanti saya akan minta tim menilai apa yang tak matching disini. Bila dibutuhkan, juga akan meminta tim bertemu dengan pihak Dishub Kota Tanjungpinang sebagai pengelola melakukan kerja sama dan lainnya,” paparnya singkat.(ANDRI – DESI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here