Penumpang Terpental, Dua Orang Hilang

0
840
PENCARIAN: Tim SAR dan masyarakat melakukan pencairan penumpang hilang di perairan Batam, kemarin.f-istimewa

Dua Pancung Tabrakan Malam Hari Di Perairan Batam

Kecelakaan transportasi di laut kembali menelan korban jiwa. Dua pancung yang tabrakan di perairan Batam, Minggu (17/12) malam lalu mengakibatkan dua korban hilang, enam luka dan empat selamat.

BATAM – Kapal pancung bermuatan 12 orang penumpang itu tiba-tiba ditabrak kapal pancung lainnya yang melaju dengan kecepatan tinggi di perairan Pulau Bulang, Kelurahan Bulang Lintang, Kecamatan Bulang, Batam.

Mungkin karena suasana gelap, tekong pancung yang bermuatan kosong itu menabrak pancung yang ditekongi Ismail.

Akibat tabrakan tersebut, dua orang hilang yakni Ismail selaku juru mudi pancung dan Syaid Faisal sebagai penumpang. Setelah ditabrak, kapal yang mereka tumpangi terbalik dan penumpang terlempar ke laut.

Enam penumpang luka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batuaji Batam yakni, Hanindai Hayati (2), Rasya Zahwan (10), Lismawati (30), Sarifah Dahlia (24), Syaid Abdullah (11 bulan) dan Umi (52). Dari enam orang ini, satu korban dalam keadaan kritis.

Baca Juga :  Peserta Lari 10K Membeludak

Empat penumpang pancung lainnya selamat yakni Sara Nabila, Sayid Ahma, Iliyasa dan Ria.

Informasi yang diperoleh koran ini, penumpang pancung nahas itu adalah rombongan. Mereka hendak ke Sagulung karena ada hajatan. Saat itu, mereka ada dua rombongan. Rombongan pertama naik pancung nahas itu dan rombongan kedua melaju di belakang mereka. Rombongan kedua ini juga yang menyelamatkan mereka usai tabrakan.

Mereka pun naik pancung dari Pelabuhan Lintang Pulau Bulang menuju Pelabuhan Sagulung. Rombongan ini berangkat dari Pulau Bulang malam hari sekitar pukul 07.15.

Sekitar 10 menit berlayar dari Pulau Bulang, tiba-tiba pancung tersebut ditabrak pancung lainnya berkecepatan tinggi yang datang dari arah Pelabuhan Sagulung.

Tabrakan yang keras itu membuat semua penumpang pancung terpental dari kapal. Dengan kondisi panik, penumpang berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya ditolong oleh kapal pancung lainnya yang datang dari Pulau Bulang.

Baca Juga :  Tidak Ada Rupiah Bangun Gubuk Napiah

Aparat kepolisian dari Polsek Batuaji, Satpolair Polresta Barelang dan Basarnas pun langsung turun ke laut untuk melakukan pencarian terhadap dua korban yang hilang tersebut.

Namun polisi sudah mengamankan Sulihin, juru kemudi pancung yang menabrak kapal pancung nahas itu untuk dimintai keterangan.

Tim SAR Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Tanjungpinang masih melakukan pencarian penumpang kapal pancung yang hilang tersebut.

Namun, sejak pencarian dilakukan, satu korban hilang sudah ditemukan. Hingga kini petugas masih melakukan pencarian satu orang korban yang hilang.

Kepala Kantor BNPP Tanjungpinang Budi Cahyadi melalui Kasi Ops Eko Supriyanto mengatakan, petugas saat ini masih melakukan pencarian terhadap satu orang korban atas nama korban Syaid Faisal sebagai penumpang.

Untuk pencarian, Tim SAR yang diturunkan sebanyak enam orang dari pos SAR Batam. ”Sampai saat ini satu orang korban belum ditemukan dan rencana akan diadakan penyelaman dari tim rescue pos SAR Batam,” kata Eko, Senin (18/12).

Baca Juga :  Tiga Penumpang Pompong TKI masih Dicari

Sementara itu, tim berhasil menemukan Ismail tekong kapal dalam keadaan meninggal sekitar pukul 12.30 kemarin. Saat pencarian, BNPP Tanjungpinang menurunkan tim penyelam untuk mencari korban dengan kedalaman 10 hingga 15 meter.

Sebelum terjadi tabrakan, kapal pompong penambang tersebut berangkat dari Pelabuhan Bulang Lintang menuju Pelabuhan Sagulung, Batam. ”Empat orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama pada kecelakaan,” jelasnya.

Eko menyatakan, pihaknya hingga kini masih melakukan pencarian terhadap satu orang korban yang masih hilang. ”Kalau ada informasi terbaru nanti dikabari lagi,” ujarnya.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here