Peran Presiden Bisa Jadi Solusi Perbaikan Sinyal

0
495
PULAU Jemaja terlihat dar atas dan masuk Kawasan Strategis Perbatasan Negara (KSPN).f-istimewa

ANAMBAS – Warga Pulau Jemaja yang terdiri dari dua Kecamatan, yakni Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur, mendesak menuntut kemerdekaan terhadap kebutuhan dasar yakni pelayanan telekomunikasi dan internet.

Padahal, Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan Kawasan Strategis Perbatasan Nasional (KSPN).

Namun, adanya janji-janji sebelumnya akan dilakukan peningkatan dinilai masyarakat hanya janji di bibir (Lips Service) belaka. Warga pun segera menggelar aksi, untuk membubuhkan tanda tangan diatas kain putih sepanjang 5 kilometer.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendesak Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi) memerdekakan sinyal telekomunikasi di ujung negeri.

Baca Juga :  Dewan Usul PTT Dapat JHT

Pasalnya, hingga saat ini sinyal Internet di dua Kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) itu masih sulit. Sulitnya sinyal internet di Anambas ini, tak pelak mengundang tanya dimasyarakat apakah daerah tersebut merupakan bagian dari Indonesia atau bukan.

Karena seperti tak ada beda, dan tetap terjadi disparitas yang mencolok dari sisi pembangunan.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Jemaja Ustad Qosim menyayangkan, disparitas sinyal yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas dengan daerah lain yang ada di Indonesia.

Di saat semua orang mengeluk-elukan pesatnya pembangunan, namun Pulau Jemaja dan Anambas pada umumnya seperti dianaktirikan dalam hal sinyal maupun pembangunan lainnya.

Baca Juga :  Laut Kotor, Wisatawan Bisa Kabur

”Ini yang menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat, kenapa setelah sekian tahun dari sejak pemekaran kabupaten belum kunjung menikmati bebasnya sinyal internet,” kata Qosim, saat mengeluhkan persoalan sinyal yang mendera daerah itu, Minggu (24/3).

Menurut dia, status KSN dan KSPN ternyata hanya janji di bibir. Karena pada praktiknya di lapangan masyarakat di perbatasan tetap tertepikan, dan masih tertinggalkan dari lajunya perkembangan teknologi khusus dalam menimati sinyal.

”Yang kami harapkan itu adalah, bagaimana masyarakat di perbatasan ini juga merasakan nikmat fasilitas jaringan internet dan voice. Dengan nyaman dan tidak seperti saat ini,” tegasnya.

Baca Juga :  TP4D Pantau Sarana Puskesmas

Ia melanjutkan, kedatangan Menteri Kominfo belum lama ini ke Anambas yang tadinya diperkirakan mampu mendongkrak pelayanan dan meningkatkan sinyal di Anambas.

Namun, ternyata belum mampu memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan untuk kemajuan telekomunikasi di Anambas. (ign)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here