Perayaan Malam Imlek Meriah

0
544
Perayaan Tahun Baru Ilmek di Jalan Merdeka, Kamis (15/2) malam cukup meriah. Tiga jenderal ikut menghibur warga Tionghoa.f-raymon/tanjungpinang pos

Tiga Jenderal Hibur Warga Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Perayaan Tahun Baru Cina 2569 tidak hanya dilakukan untuk berkumpul dan makan bersama, tetapi juga diisi dengan sembahyang. Seperti di Vihara Bhatara Sasana di Jalan Merdeka, vihara ini ramai dikunjungi Jumat (16/2). Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa.

Pantauan di lapangan, para pengunjung cukup ramai berdatangan ke vihara untuk melakukan sembahyang. Dari yang muda hingga lanjut usia melakukan sembahyang di Vihara Bhatara Sasana. Mereka melakukan sembahyang sebelum bersilahturahmi ke rumah saudara-saudara.

Misel, salah satu warga Tionghoa mengatakan, sebelum melakukan silahturahmi kerumah saudara, warga Tioghoa terlebih dahulu sembahyang bersama keluarga di vihara. Meminta keselamatan mengucapkan rasa syukur atas lindungannya selama ini. Selain itu, juga berharap agar di tahun ini dapat diberikan ketentraman dan kemanan di Tanjungpinang. Tahun ini adalah shio anjing.

”Saya sangat berharap shio anjing ini agar semuanya keluarga saya makin sukses, sehat-sehat dan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin,”katanya.

Santos juga mengharapkan, tahun baru Imlek 2018 diberikan kesehatan dan rezeki bagi keluarga yang merayakan. Dengan Imlek bisa para keluarga berkumpul bersama untuk saling bersilahtuhrahmi.

Baca Juga :  Keluhan Penyakit Kulit dan Mata paling Menonjol

”Ini waktunya untuk keluarga, apapun kegiatan masing-masing mudah-mudahan ada waktu untuk berkumpul dengan kelurga, jangan sampai melewatkan momen penting ini, ini lah waktunya kita berkumpul kembali,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Atiang salah satu penjaga Viahara mengatakan, pada tahun ini tidak begitu ramai warga Tionghoa yang sembahyang dibandingkan dengan tahun kemarin. ”Tahun kemarin untuk berjalan masuk ke Vihara ini susah, tetapi pada tahun ini tampak sepi tidak seperti tahun kemarin,” katanya.

Menurutnya, mulai tadi malam sekitar pukul 22.30 warga Tanjungpinang mulai berdatangan untuk melakukan sembahyang dan ditutup kembali sekitar pukul 04.00. ”Sembahyang kembali dibuka lagi tadi pagi pukul 06.00 dan nanti diperkirakan sembahyang di tempat ini usai sekitar pukul 22.00 malam nanti,” ujarnya.

Tampak masyarakat Tionghoa Tanjungpinang terus berdatangan melaksanakan sembayang dan melaksanakan tradisi seperti menebar jagung dan melepas burung.

Tiga Jendral Hibur Masyarakat
Pergantian Tahun baru Imlek berlangsung meriah. Menjelang tengah malam, masyarakat sudah hilir mudik ramai-ramai menuju jalan Merdeka, Kota Lama. Karena, sudah 15 tahun dipusatkan sebagai lokasi menyambut tahun baru masyarakat Tionghoa.

Baca Juga :  Warga Sumberejo Sudah Bisa Urus Sertifikat Lahan

Tiga jendral Wakapolda Kepri Brigadir Jenderal Polisi Drs. Yan Fitri Halimansyah, Danrem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema dan Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno naik ke atas panggung, kompak nyanyi bersama menghibur ribuan masyarakat yang turut merayakan pesta malam Tahun Baru Imlek hingga Jumat (15/2).

Fredy Ketua Paguyuban Sosial Margaa Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Tanjungpinang-Bintan mengatakan, perayaan Imlek di Kota Lama ini sudah berlangsung selama 15 tahun yang merupakan agenda tahunan. ”Misi kami melestarikan kebudayaan dalam menyumbang dan meningkatkan pariwisata di Tanjungpinang,” katanya.

Fredy menyebutkan, seperti kita ketahui tahun ini kota Tanjungpinang mengadakan pesta demokrasi pemilihan Walikota, mari kita bersama-sama agar dapat ikut berpatisipasi dan berpatisipan dalam mensukseskan pilkada. Kita boleh berbeda perndapat dalam memilih calon walikota namun kita tidak boleh berpecah belah dengan isu-isu yang tidak benar.

”Gunakan hak pilih sesuai dengan hari nurani dan jangan terpancing dengan isu yang dapat mempecah belahkan kita, selain itu juga mari kita bersama membangun daerah kita,” sebutnya.

Ketua Walubi Kepri Hengky Suryawan menuturkan, dengan pergantian tahun ini dari tahun ayam ke tahun anjing memiliki makna yang positif. Tahun penuh tantangan sekaligus menumbuhkan optimistis akan bangkitnya perekonomian 2018. ”Dengan tahun anjing sekarang perekonomian semakin bagus,” tuturnya.

Baca Juga :  Masyarakat Antusias Ikuti Fun Bike

Hengky berharap perekonomian di Kepri bakal naik dan mudah-mudahan Kepri mendapatkan nomor tiga besar di Indonesia dibidang prekonomian. Hal itu bisa terwujud karena kita berada didaerah yang strategis yang berbatasan langsung negara Singapura dan Malaysia.

Pj Wali Kota Tanjungpinang. Raja Ariza menjelaskan, prekonimian di Tanjungpinang semakin baik maka kita juga harus menjaga kebersiahan, keamanan dan keindahan saat ini Tanjungpinang sudah mulai ramai dikunjungi turis-turis asing yang terutama mengunjungi daerah kota lama. ”Dalam mendukung sektor pariwisata kita jadikan kota Tanjungpinang bersih,” jelasnya.

Ariza menyebutkan, para turis asing yang datang Tanjungpinang paling menyukai kawasan kota lama bisa dijadikan daerah wisata maka dari itu mari kita bersama-sama menjaga kebersihan dengan bersama sampah yang ada bisa teratasi. Dan menjadi ikon pariwisata baru. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here