Perbaikan Pelantar Beton Butuh Rp129 Miliar

0
613
WARGA bersama anggota Polres Anambas sedang memperbaiki pelantar beton yang sudah berlubang saat dilalui warga dengan kayu.F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

Pembangunan pelantar beton yang menjadi jalan penghubung antar Kelurahan Tarempa selaku ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas menuju ke Desa Tarempa Pesisir Timur Kecamatan Siantan butuh anggaran Rp129 miliar.

ANAMBAS – Besaran dana itu, juga termasuk menambah lebar jalan pelantar tersebut menjadi 10 meter yang sebelumnya hanya 5 meter. Sedangkan panjang jalan pelantar tersebut, tetap yakni 1.176 meter.

Pemerintah Daerah Kabupaten Anambas dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau tidak ada anggaran, dan mengajukan anggaran kepada Pemerintah Pusat tidak direalisasi.

Menurut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Kepulauan Anambas Khairul Anwar menjelaskan, kendala pengajuan disebabkan anggaran tidak ada dan pengajuaan terus dilakukan baik melalui anggaran Pemprov Kepri maupun ke Pemerintah Pusat.

Baca Juga :  DPRD Usulkan Cabang Dinas Kelautan

Pada tahun sebelumnya, lanjut Khairul, pihak DPUPR sudah mengajukan ke Pemprov Kepri dan sudah masuk di pembahasan namun anggaran tidak cukup maka program tersebut ditunda atau pending.

”Kita sudah ajukan ke Pemprov Kepri, dan bahkan ke Pemerintah Pusat sudah sering disampaikan. Namun, hingga kini belum ada realisasinya. Kita butuh anggaran untuk pembangunan pelantar beton sekitar Rp 129 miliar,” ungkap Khairul Anwar ketika dihubungi, Rabu (20/6) lalu.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya melobi anggaran untuk itu ke Pemerintah Pusat. Ia juga berharap kepada Pemerintah Pusat, agar dapat membantu pembangunan pelantar beton.

Baca Juga :  Serapan Anggaran Pemkab Capai 9,15%

Tetapi biasanya, anggaran dari Pemerintah Pusat itu terkait akses jalan nasional. Oleh sebab itu, harapan yang paling besar itu anggaran dari pemerintah Provinsi Kepri.

Ia juga menyebutkan, pelantar beton yang ada saat ini memang sudah sangat memprihatinkan dan bahkan tiang pelantar sudah banyak yang rapuh atau karat. Ia juga tidak berani menjamin berapa lama, akan bisa bertahan pelantar beton yang ada saat ini. Masih kata Khairul, masyarakat sudah banyak mengeluhkan dan mengkhawatirkan akan kondisi pelantar beton itu.

Baca Juga :  Jalan Raya Tak Ada, Siswa Dayung Sampan ke Sekolah

”Kalau soal berapa lama ketahanan pelantar beton atau disebut jalan SP (semen panjang) saya tidak tahu. Mudah-mudahan bisa bertahan lama, meskipun sudah banyak yang karat dan rapuh. Saya harapkan mudah-mudahan Pemprov Kepri dan Pemerintah Pusat dapat merealisasikan pembangunan pelantar beton itu,” tutupnya. (INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here