Percepat Penangganan Banjir Ibukota

0
126
warga sedang melintasi genangan air pasca hujan mengguyur Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F-raymon/tanjungpinang pos

Yth, Kepala Dinas PUPR Tanjungpinang, bantu segera diselesaikan persoalan banjir. Kami resah saat hujan mengguyur Tanjungpinang. Kami tidak bisa tidur nyenyak begitu juga saat berpergian ke luar daerah. Banyak barang-barang kami yang sudah rusak. Bantu diperhatikan dan dikerjakan dengan sigap.
081263732549

Tanggapan :
Terima kasih atas perhatianya.
Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri terus berusaha untuk mengatasi banjir. Dilaksanakan secara bertahap di beberapa titik banjir yang ditangani tahun ini. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan Km 7 Tanjungpinang. Lokasi banjir mulai ditangani sejak Maret ini. Anggaranya Rp1,6 miliar dari APBD Pemprov Kepri.

Tahun ini, ada tiga titik banjir lainnya menjadi tanggung jawab pusat yakni Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Wilayah Sumatera, yakni banjir di Jalan Pemuda, Kampung Kolam dan Suka Berenang. Tahun ini juga mulai dikerjakan.

Mengatasi banjir, Pemerintah melalui Dinas PU Tanjungpinang tak sanggup sendiri karena keterbatasan anggaran, harus dikerjakan gotong royong dana. Diantaranya dari APBN, APBD Kota dan APBD Pemprov Kepri.

Penangganan banjir di Jalan DI Panjaitan, pemerintah akan membuat drainase baru. Kedalaman drainase sekitar dua meter, lebar dua meter dan panjang 400 meter. Jadi, air yang ada di drainase sekarang bisa terbagi lebih cepat.

Drainase kini baru sampai ke Sungai di Kuantan. Cuman, pengerjaan pembuatan drainase belum bisa dikerjakan tahun ini.

Ada tiga titik yang menjadi tanggung jawab pusat yakni Balai Wilayah Sungai (BWS). Yakni, Jalan Pemuda, Kampung Kolam dan Suka Berenang yang terus dikomunikasikan agar bisa disegerakan.

Hasil survei yang dilakukan bersama-sama dengan Pemprov Kepri dari 83 titik banjir tersebut, tujuh titik yang cukup besar atau paling rawan.

Pemerintah sudah berbagi tugas untuk menyelesaikannya. Tiga tanggung jawab BWS dan empat tanggung jawab pemprov dan Pemko Tanjungpinang.

Sedangkan 76 titik banjir lainnya belum ditentukan siapa penanggungjawabnya menyelesaikan itu.

Ada satu titik banjir di Tanjungpinang yang sulit diatasi lantaran elevasi permukaan laut lebih tinggi. Untuk mengatasinya, maka harus dibangun kolam retensi atau kolam penampungan sementara.

Desainnya sudah dibuat. Mudah-mudahan, Pemprov mamu membantu. Misalnya anggaran pembelian atau pembebasan lahan membangun kolam retensi tersebut. Sehingga, genangan air akan turun ke kolam itu, kemudian secara bertahap disalurkan ke laut.

Letak kolam retensi yang mau dibangun tersebut di daerah Teluk Kriting. Ini juga menjadi salah satu bagian dari jalan lingkar yang dibangun Pemprov Kepri di Tepilaut.

Ini dinilai penting, agar tidak memperarah genangan air saat hujan turun. Tahun 2019 nanti juga sudah dianggarkan sekitar Rp380 juta untuk membuat Detailed Engineering Design (DED) penanganan banjir di Teluk Keriting.

Pemko Tanjungpinang yang membuat DED tersebut untuk dua titik di kawasan itu. Masing-masing Rp190 juta. Tapi itu baru pembuatan DED-ya. Anggarannnya sudah disetujui. (bas)

Hendri
Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here