Percontohan Budidaya Kerapu

0
270
WAKIL Bupati Bintan Dalmasri Syam panen kerapu di lokasi budidaya SMKN 1 Sri Kuala Lobam, Senin (13/1) kemarin. f-jendaras karloan/tanjungpinang pos

SMKN 1 Lobam Panen Perdana Rp42 Juta

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kecamatan Seri Kuala Lobam Kabupaten Bintan menjadi percontohan pengembangan budidaya kerapu putih.

BINTAN – PADA, Senin (13/1) kemarin, budidaya ikan kerapu putih yang dikelola pihak sekolah itu telah panen perdana. Ikan ini bernilai ekonomis tinggi karena harganya mahal.

Sekolah yang dikenal sebagai sekolah kejuruan kelautan dan perikanan ini berhasil membudidayakan Ikan Kerapu Putih bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Koperasi Seri Kuala Lobam dan Centre of Marine Ecology for Suistanable Aquaculture (Ce-MEBSA) Universitas Diponegoro.

Dalmasri Syam, Wakil Bupati Bintan yang turut hadir dalam panen perdana tersebut menyampaikan bahwa panen perdana ini menunjukkan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) Bintan juga mampu dibina dan berhasil menjadi pembudidaya perikanan.

”Meski kewenangan SMK ada di provinsi, namun tempat dan siswanya merupakan anak-anak Bintan. 95 siswa di sekolah ini putra putri Bintan,” kata Dalmasri, Senin (13/1).

Ia menjelaskan, hasil kolaborasi berbagai pihak ini membuktikan SMKN 1 mampu membudidayakan ikan yang memiliki potensi ekspor yang besar.

Ia meyakini, bila terus dikembangkan ke depannya SMKN 1 dan Serikuala Lobam ini dapat menjadi sentra dan percontohan budidaya Kerapu Putih.

”Kami tentunya bangga, ini hasil dari kerja sama kita semua. Kami tentunya juga pengembangan ini akan terus berlanjut hingga anak-anak SMK ini mampu mandiri menjadi pelaku usaha dan budidaya,” harap Dalmasri.

Sementara itu, Imam, perwakilan dari Centre of Marine Ecology for Suistanable Aquaculture (Ce-MEBSA) Universitas Diponegoro mengatakan, potensi yang besar perikanan di Kepri sangat menjanjikan bila terus dikembangkan.

Saat ini melalui program budidaya Kerapu Putih ini menunjukkan hal tersebut akan dapat menjadi besar ke depannya.

”Tentunya bersama stakeholder lainnya, pemerintah, pendidikan, koperasi dan pihak lainnya menjadi suatu integrasi yang baik untuk bersama memajukan budidaya perikanan di Bintan,” kata Imam.

Pada panen perdana ini, lanjutnya, sebanyak 800 ekor Ikan Kerapu Putih yang dapat dipanen dengan bobot lebih dari 600 kilogram. Untuk harga pasaran di tingkat pembudidaya seharga Rp70 ribu per kilogramnya. Panen kemarin sekitar Rp42 juta.

”Rencana pengembangan ini akan terus berlanjut, harapan kami nantinya setiap 4 minggu akan masuk terus benih ikan sepanjang 12 sentimeter untuk dibesarkan. Targetnya disini akan dikembangkan 500 keramba apung, saat ini baru 30 keramba apung,” jelasnya lebih lanjut.

Ia menambahkan juga, untuk jumlah sebanyak itu, diperlukan kerja sama sinergi antara pemerintah, koperasi dan pihak lainnya. Menurutnya bila hanya ditangani koperasi maka akan memberatkan modal keuangan koperasi.

”Ini nanti perlu dirundingkan lagi bersama semua pihak, agar ini benar-benar kuat dari hilir hingga hulunya,” ucapnya.

Pada panen perdana juga dihadiri oleh beberapa Kepala SMKN di Bintan, Kepala Dinas Pendidikan Kepri M Dali dan Kabid Budidaya Perikanan DKP Kepri, serta camat dan kades serta pihak perbankan.

Ikan kerapu merupakan salah satu jenis ikan laut, yang biasanya hidup di karang-karang.

Ada 46 jenis spesies ikan kerapu di dunia, namun yang umum ditemukan di perairan Indonesia saat ini adalah kerapu bebek/tikus, kerapu lumpur, kerapu kertang, kerapu macan, kerapu totol, kerapu karang, kerapu pasir, kerapu putih dan kerapu sunu.

Secara umum ikan kerapu memiliki ciri-ciri badan, bentuk tubuh pipih yaitu lebar tubuh lebih kecil dari pada panjang dan tinggi tubuh. Rahang atas dan bawah dilengkapi dengan gigi yang lancip, kuat. (JENDARAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here