Perlu Pembenahan Drainase di Tambelan

0
638
WARGA Tambelan mengecek aliran air di sekitar masjid besar, saat dilanda banjir bah, Kamis pagi kemarin. f-istimewa

Masjid dan Puluhan Rumah Terendam Banjir Bah

TAMBELAN – Warga Bintan dan Tanjungpinang heboh, ketika puluhan rumah di Kecamatan Tambelan dilanda banjir bah, akibat diguyur hujan, Kamis (5/12) pagi kemarin. Bencana banjir bah ini, ternyata sudah pernah terjadi tahun lalu dan beberapa waktu sebelumnya.

Kamis (5/12) pagi kemarin, banjir bah terjadi di Desa Batu Lepuk, Desa Kampung Melayu dan Desa Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan. Air mencapai ketinggian kurang lebih 1 meter. Banjir bah di Desa Batu Lepuk dan Desa Kampung Melayu disebabkan meluapnya air di Sungai Bentayan, karena hujan deras selama 2 hari.

Baca Juga :  Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan RS EHD Tanjunguban

Sedangkan banjir bah di Desa Kampung Hilir disebabkan oleh meluapnya air di Sungai Simbat Desa Kampung Hilir, karena hujan dan pasangnya air laut. Rumah yang terkena banjir di Desa Batu Lepuk sebanyak 30 rumah dan Kantor KUA Tambelan, serta masjid besar. Di Desa Kampung Melayu 7 rumah warga yang terendam di Desa Kampung Hilir terdapat 5 rumah yang terkena banjir serta SD Negeri 005 Tambelan.

Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Hartanto mengatakan, dirinya sudah mendapat informasi dan laporan mengenai banjir di Kecamatan Tambelan itu. Kondisi ini sudah dilaporkan ke BPBD Bintan. Pemerintah kecamatan langsung mendata kerusakan akibat banjir, berkoordinasi dengan BPBD Bintan.

Baca Juga :  Sisa Pengolahan Limbah Kelapa Diusulkan untuk Pertanian

”Ini yang kedua kalinya terjadi banjir bah yang cukup besar, setelah setahun yang lalu juga ada banjir yang sama,” ujar Agus Hartanto, kemarin.

Ke depan, Agus Hartanto berharap, dilakukan pelebaran dan pendalaman drainase di tiga desa tersebut. Kemudian, perlu penataan bangunan yang menjadi penghalang lancarnya aliran air sungai menuju ke laut.

”Karena dari laporan warga, ada sebagian yang membangun kamar mandi atau toilet yang memakan drainase. Sehingga menghambat aliran air pada saat hujan. Ini perlu ditinjau dan dilakukan pembenahan,” kata Agus. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here