Pertalite Tak Laku, Premium Hilang

0
1193
ANTRE BBM: Warga terpaksa mengantre untuk mengisi BBM di SPBU Batu 9, Senin (16/5) karena di beberapa SPBU premium kosong.f-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

Gubernur Kaget SPBU Kehabisan Dagangan

Kelangkaan BBM jenis premium bersubsidi yang sering terjadi akhir-akhir ini jadi keluh banyak warga. Untuk mendapatkan premiun, pengendara harus ikut atrean panjang.

Tanjungpinang – Seperti Senin (15/5), tak asing lagi, di 7 SPBU yang ada di Kota Tanjungpinang warga akan menemui tulisan premium habis, dan terpaksa warga mengisi BBM dengan jenis pertalite dan pertamax yang harganya lebih mahal.

Harga Pertalite per liternya Rp 7.300 dan premium 6.300 per liternya, Pertamax 92 Rp 8.050 per liter dan Pertamax 98 (Turbo) Rp 9.050 per liter. Dari pantauan di SPBU Batu 9 Tanjungpinang, sejak pagi hari masyarakat sudah mengantre untuk membeli premium.

Bukan hanya kendaraan roda dua yang mengantre di SPBU, tapi roda empat juga ikut ”mengular”. Surya, warga Batu 9 mengatakan, ia harus antre sudah cukup lama karena barisan antre teramat panjang.

”Saya heran kepada premium hilang. Mungkin ini strategi untuk menjual pertalite yang harganya lebih mahal,” tebaknya.

Baca Juga :  Wisman Takut ke Penyengat

Ia merasa kecewa, kenapa tidak ada sosialisasi, tiba-tiba kuota premium dikurangi seakan pemerintah memaksa warganya membeli bahan bakar pertalite.

”Di tengah krisis seperti ini, subsidi listrik dicabut, sekarang BBM dikurangi pula. Makin hancur jadinya masyarakat kecil seperti kita ini,” tegasnya.

Ia juga kecewa, kenapa premium hilang sebelum ada sosialisasi di tengah masyarakat. Mestinya pertmaina mengandeng pemerintah daerah, untuk mngsosialisasikan, jangan sampai premium hilang gantinya pertalite yang harganya lebih mahal.

”Bukan seenaknya mengganti, bagaimana dengan nasib kita orang bawah yang saat ini perekonomian susah,” ungkanya.

Rudi warga Wiratno menyebutkan, lebih memilih mengisi pertalate ataupun pertamax untuk menghemat waktu dan tidak perlu ikut antrean.

”Selisih harga pertalite dan premiun sekitar Rp 1.500,” jelasnya.
Kondisi kelangkaan premium ini sudah berlangsung beberapa hari lalu, di setiap SPBU Tanjungpinang tampak antrean para pengendara untuk mengisi BBM. Bahkan di beberapa SPBU terpajang tulisan ”Premium Abis”.

Baca Juga :  Pegawai Mangkir, Pj Wako Marah-marah

Nurdin Dikibulin Pertamina
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengaku belum tahu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) premium sejak Senin (14/5) di Tanjungpinang.

Nurdin berjanji dalam waktu dekat dirinya akan turun langsung meninjau SPBU di wilayah Tanjungpinang dan Kota Batam. Ia heran tanpa sosialisasi sudah menerapkan BBM pertalite sebagai pengganti premium.

”Saya baru tahu, nanti dalam waktu dekat, saya tidak panggil kadis terkait atau pertamina, saya yang akan langsung turun ke lokasi,” ujar Nurdin dengan nada tinggi.

Nurdin tidak menampakkan kemarahannya, hanya saja dirinya mengaku kaget bahwa saat ini di SPBU masyarakat umum sudah tidak lagi merasakan BBM premium.

Bahkan Nurdin, berjanji jika hal ini ada faktor kesengajaan maka dirinya tidak akan segan-segan memberikam teguran keras terhadap pengelola SPBU.

Baca Juga :  Diperkirakan 12 Ribu Penumpang Melalui SBP

”Saya tidak tahu faktornya, apakah masalah transportasinya atau malah ada aktivitas lain (penimbunan, red), semoga itu tidak terjadi,” ucapnya.

”Kalau ada permainan dari pengelola SPBU, akan kita tindak dan izinnya kita minta cabut,” kata Nurdin.

Dwi, salah satu pengelola SPBU Soerkarno Hatta yang dikelola PT Baintan Anugerah Bersama, menjelaskan premium tak ada isunya dialiahkan pertalite hoax.

”Tapi benar kalau jatah premium kita dikurang sejak Mei 2017 lalu oleh Pertamina,” tegasnya.

Humas Pertamina Fitri menjelaskan, sampai saat ini pertamina masih menyalurkan bahan bakar jenis premium di 10 SPBU di Pulau Bintan. Tujuh diantaranya Tanjungpinang dan 3 di Bintan. Rata-rata penyaluran 95 kiloliter atau 95.000 liter per hari.(RAYMON-YOAN-ADI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here